Sabtu, 15 Mei 2021 08:04

Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos

Papua (utamanews.com)
Oleh: Dito
Senin, 29 Mar 2021 21:29
Puspen TNI
Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak-anak di Papua Barat di "paksa nasionalis" oleh pemerintah.

Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pemerintah lewat aparat keamanan TNI-Polri memaksakan anak-anak di Papua Barat untuk setia kepada NKRI. Hal itu disampaikan Veronica Koman lewat kicauannya di Twitter, pada Sabtu 27 Maret 2021.

Dalam cuitannya tersebut, Veronica membagikan sebuah foto aparat TNI-Polri memakaikan ikat kepala merah putih kepada sejumlah anak-anak di Papua Barat.

Menanggapi peristiwa tersebut, Veronica Koman mengatakan bahwa hal itu merupakan tindakan pemaksaan nasionalisme dari aparat terhadap anak-anak di Papua Barat.


"Forcing Indonesian nationalism to Indigenous West Papuan children. (red and white = Indonesian flag). (Memaksakan nasionalisme Indonesia kepada anak-anak Pribumi Papua Barat. (merah putih = bendera Indonesia)," kata Veronica Koman lewat cuitannya di Twitter.

Menanggapi kicauan Veronica Koman tersebut, Ferdinand Hutahaean dengan nada emosi menilai bahwa Veronica telah mempelintir makna dalam foto tersebut.

Hal tersebut, Ferdinand menambahkan bahwa terlihat jelas dari raut wajah anak-anak dalam foto tersebut yang tampak bahagia dan tidak menangis. "Anak-anak Papua Barat di foto itu sama sekali tak nampak merasa dipaksa memakai ikat kepala merah putih," ujarnya. 

"Hei pengkhianat, anak-anak itu bahagia dan tertawa mengenakan ikat kepala merah putih, tidak takut dan tidak menangis. TIDAK ADA PAKSAAN," geram Ferdinand Hutahaean ke Veronica Koman.

Ferdinand pun dengan nada sangat marah menyebut Veronica Koman sebagai penghianat NKRI. 
Editor: Tessa

T#g: Ferdinand HutahaeanVeronica Koemanmedsos
Berita Terkait
  • Rabu, 12 Mei 2021 19:52

    Edi Bahagia Sinuraya desak pelaku klarifikasi tudingan Ketua PMS menjadi dalang penyerobotan tanah

    Ketua Satgas Pemuda Merga Silima (PMS) Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, akhirnya angkat bicara terkait postingan yang diduga telah mencemarkan nama baik Ketua Umum PMS Langkat, Mbelin Brahmana

  • Jumat, 26 Mar 2021 22:46

    Di Makodim 0206/Dairi, Mayjen TNI Hassanuddin Pesan Ibu-ibu Persit Bijak Ber-Medsos

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin, SIP, MM didampingi Ketua Persit KCK PD I/BB, Ny Dessy Hassanudin beserta Asintel Kasdam I/BB Kol inf A Panjaitan, Asops Kasdam I/BB Kol inf K Sianturi beserta Ibu,

  • Rabu, 24 Feb 2021 20:54

    Akun Medsos posting material terindikasi pidana akan terima 'DM dari virtual police'

    Sesuai dengan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor lima, yakni pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas, maka Virtual Police hadir sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibm

  • Selasa, 16 Feb 2021 14:56

    Panglima TNI Buka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. membuka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 yang diikuti 333 peserta dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, bert

  • Jumat, 12 Feb 2021 09:12

    Pangdam XVII/Cenderawasih Kunjungi Kabupaten Biak dan Yapen

    Untuk lebih dekat dan mengenal anggota Satuan Jajaran, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Biak dan Yapen, Kami

  • Selasa, 12 Jan 2021 20:12

    Pangdam Cenderawasih Minta Prajuritnya Bijak Dalam Bermedia Sosial

    Setelah meresmikan pergantian nama Kodim 1705/Paniai menjadi Kodim 1705/Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. didampingi Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, S.

  • Rabu, 30 Des 2020 11:50

    Puluhan Elemen Masyarakat Sumut Kirim Karangan Bunga Dukung Pembubaran FPI

    Puluhan karangan bunga dukung pembubaran Ormas FPI terpajang di sejumlah titik Kota Medan, diantaranya Kantor DPRD Sumut, DPRD Medan dan Lapangan Merdeka, Kamis pagi (31/12/2020).Amatan media ini, Kar

  • Minggu, 06 Des 2020 02:06

    Waspada Propaganda Separatis Papua di Media Sosial

    OPM dan KKB sebagai kelompok separatis Papua melakukan berbagai cara agar mereka bisa berpisah dari NKRI. Jika cara gerilya gagal, maka saat ini mereka menggunakan media sosial seperti Facebook untuk

  • Sabtu, 28 Nov 2020 11:18

    Tokoh Jayawijaya Minta Polisi Usut Fitnah Pengganggu NKRI

    Tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Hengky Heselo meminta polisi mengusut kelompok berseberangan yang menyebarkan fitnah pengganggu kesatuan NKRI melalui media sosial Papua.Hengky

  • Selasa, 17 Nov 2020 21:17

    Kapuspen TNI: Perang Saat Ini Adalah Peperangan Informasi Media Sosial

    Perkembangan teknologi media sosial saat ini menjadi wadah yang bisa digunakan untuk apa saja. Perang saat ini lebih banyak kepada peperangan informasi media sosial, tetapi yang jelas kondisi saat ini

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak