Rabu, 14 Nov 2018 21:34
HUT Pemkab Labuhanbatu

Panglima TNI :

Doa Bersama untuk Pahlawan Revolusi dan Korban Gempa Palu

Palu (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Senin, 01 Okt 2018 22:01
Puspen TNI
Tabligh Akbar dan Doa Bersama ini dilaksanakan dalam rangka HUT ke-73 TNI dan mendoakan Pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan Pancasila serta warga masyarakat di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, yang meninggal akibat bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,4 SR.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara Tabligh Akbar dan Doa Bersama dengan tema "Tabligh Akbar Bersama TNI-Polri Dalam Rangka HUT ke-73 TNI Serta Do'a Untuk Pahlawan Revolusi", diikuti oleh ribuan Prajurit TNI-Polri di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu malam (30/9/2018).

Tabligh Akbar dan Doa Bersama dimulai dengan Sholat Maghrib dan Isya, dilanjutkan dengan Salawatan yang dipandu oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf, Dzikir dan Doa Bersama oleh Habib Lutfie Bin.

Menurut Panglima TNI, bahwa doa bersama ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober yang terasa sangat istimewa, karena dilakukan oleh Prajurit TNI-Polri yang merupakan satu kekuatan besar dalam menunjukkan sinergitas demi menjaga keutuhan NKRI.

Di hadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa terkait bencana alam di Palu dan Donggala, TNI telah mengirimkan pasukan untuk membantu evakuasi masyarakat dan membuka akses jalan yang sulit.

"Hingga saat ini TNI sudah berusaha untuk membuka akses pengiriman BBM ke Kabupaten Donggala, kemudian jalan menuju ke Palu terdapat dua alternatif yang pertama adalah jalan melalui darat dan yang kedua adalah melalui laut," katanya.

Ditambahkan pula bahwa ada Pangkalan TNI AL di Sulawesi yang mengalami kerusakan, di antaranya Dermaga Kapal Selam mengalami kehancuran karena adanya tsunami.

Terkait PKI, Panglima TNI menegaskan bahwa  ancaman PKI saat ini sudah tidak ada karena sudah terbitnya Ketetapan MPRS Nomor 25 tahun 1966 yang melarang ideologi komunis berada di Indonesia. "Saat ini masyarakat Indonesia harus tahu bahwa komunis adalah bagian dari sejarah kelam, yang seluruh bangsa Indonesia harus tahu. Oleh sebab itu pada malam hari ini kita mengirim doa untuk Pahlawan Revolusi yang telah gugur melawan komunisme," tutupnya.

Pada waktu yang bersamaan, digelar pula Doa Bersama oleh umat Kristen Protestan di Gereja Bukit Kasih Mabes TNI AL, umat Kristen Katolik di Gereja Bunda Maria Fathima Mabes TNI dan umat Hindu di Pura Tri Jaya Darma Mabes TNI.

Editor: Erickson

T#g:gempaKomunisMabes TNItabligh akbar
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Sabtu, 10 Nov 2018 22:10

    Mabes TNI Gelar Upacara Hari Pahlawan

    Markas Besar (Mabes) TNI menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2018, dengan Inspektur Upacara Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI, Mayjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H.

  • Minggu, 11 Nov 2018 01:11

    Stan Mabes TNI Tampilkan kegiatan Pasukan Kontingen Garuda

    Stan Mabes TNI menampilkan berbagai  kegiatan TNI, diantaranya pemutaran dokumentasi penugasan Pasukan Kontingen Garuda dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB yang ditayangkan melalui videotron,

  • Rabu, 07 Nov 2018 05:57

    Plt Bupati H. Andi Suhaimi Dalimunthe Hadiri Tabligh Akbar Tausiah Oleh Ustad Felix Siauw

    Di sela-sela kesibukan dalam menjalankan rutinitas pekerjaan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT, meluangkan waktunya untuk menghadiri tabligh akbar yang

  • Minggu, 04 Nov 2018 02:04

    Dharma Pertiwi Berikan Bantuan Hunian Warga Korban Gempa Lombok

    Dharma Pertiwi Pusat beserta unsur dari Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT) Pragati Wira Anggini memberikan bantuan kepada warga

  • Sabtu, 03 Nov 2018 19:03

    Bakti Sosial Bentuk Perhatian TNI kepada Masyarakat Lombok Utara

    Bakti Sosial dan Kesehatan yang dilaksanakan oleh TNI merupakan bentuk perhatian kepada warga masyarakat Indonesia, khususnya yang terkena dampak bencana gempa bumi beberapa waktu lalu di wilayah Prov

  • Jumat, 02 Nov 2018 09:02

    Prajurit Kogasgabpad Ratakan Area Likuifaksi di Petobo Palu

    Prajurit TNI Batalyon Zeni Tempur 8/Sakti Mandra Guna (Yonzipur 8/SMG) Kodam XIV/Hasanuddin dan Yonzipur 17/Ananta Dharma Kodam VI/Mulawarman yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogas

  • Sabtu, 27 Okt 2018 21:27

    Pangkogasgabpad Berangkatkan 1.335 Prajurit Divisi 3/Kostrad Kembali ke Makassar

    Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Penanggulangan Bencana Gempa Bumi, Tsunami dan Likuifaksi Sulteng Mayjen TNI Tri Soewandono memberangkatkan 1.335 Prajurit Divisi 3/Kostrad me

  • Jumat, 26 Okt 2018 07:26

    Kogasgabpad Bangun MCK untuk Korban Gempa di Desa Sambelia Lombok

    Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi masih terus berupaya memberikan bantuan kepada warga korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat, seperti pembongkaran d

  • Kamis, 25 Okt 2018 16:25

    Kogasgabpad Berikan Bantuan Kepada Warga Korban Gempa di Desa Jeringo

    Komando Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca gempa di Nusa Tenggara Barat, memberikan bantuan berupa spandek 200 lembar, tenda lapangan 10 unit dan tandon air 8 buah kepa

  • Minggu, 21 Okt 2018 14:21

    Prajurit TNI Bongkar dan Bersihkan Rumah Warga Korban Gempa Lombok

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nusa Tenggara Barat (NTB), masih terus melakukan upaya pembongkaran dan pembersihan rumah w

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak