Jumat, 22 Mei 2026
Diduga Ada Kelalaian Dan Perubahan Kontrak Kerja Pembangunan Prasarana Dasar Sungai Aek Sigeaon
Taput (utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit Selasa, 05 Des 2023 09:05
Aek Sigeaon
Istimewa

Aek Sigeaon

Kementerian PUPR dalam hal ini Dirjend Sumber Daya Air, melalui BWSS II SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Sumatera II pada Pembangunan Pengendalian Dasar Sungai di lokasi Aek Sigeaon Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara. Dengan nilai kontrak pada pekerjaan ini Rp.19.255 350.158,- sebagai pemenang tender pelaksana kegiatan PT.AGHA RAFAN HIDAYAT , dengan masa pelaksanaan 158 HK (Hari Kerja). Sebagai Konsultan Supervisi PT.IKA ADYA KARYA.

Pada pemberitaan sebelumnya https://www.utamanews.com/sosial-budaya/Proyek-Rp19-M-BWSS-II-Minim-Informasi-Ke-Publik dan https://www.utamanews.com/sosial-budaya/GEPENTA-Minta-Pemerintah-Serius-Mengawasi-Poyek-Rp19-M-dari-BWSS-II-di-Taput. Awak media berusaha mengumpulkan keterangan terkait pembangunan ini. Namun, sangat disayangkan awak media minim keterangan dari pihak pelaksana. Dari beberapa dipertanyakan, seseorang dikatakan humas teknis kegiatan bermarga Marpaung, Simanjuntak dan Siregar terkait progres kegiatan ini mereka enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Namun, pada tanggal 27 November 2023 kejadian longsor terjadi sehingga beberapa bangunan amblas ke sungai. Dari pantauan lapangan ada bekas pengirisan tebing tanah dengan menggunakan alat berat di sekitaran bangunan. Tidak berapa lama, terjadi longsor yang menyebabkan beberapa bangunan amblas ke sungai.

Organisasi Masyarakat GEPENTA DPK Taput W.Simanungkalit, melihat ini diduga merupakan suatu kelalaian pekerjaan oleh kontraktor.
"Kami menduga, ada kelalaian pada pekerjaan ini. Yang mana sebelumnya, ada pekerjaan pada tebing tanah belakang bangunan tersebut dengan menggunakan alat berat terlihat tanah teksturnya tampak berpasir dan basah. Padahal curah hujan yang tinggi menyebabkan bobot tanah tersebut bertambah, sehingga membawa tanah kedalam Air sungai, juga terlihat bangunan diatasnya ikut terbawa tanah ke sungai Aek Sigeaon", terangnya kepada UTAMA NEWS, Selasa (5/12/2023).

Pihak GEPENTA DPK Taput meminta kepada pihak yang berkompeten untuk memeriksa ulang masterplan pada Pembangunan Pengendalian Dasar Sungai di lokasi Aek Sigeaon ini.

"Pemerintah harus lebih serius dalam melakukan pengawasan pada pembangunan ini, yang mana terlihat dilapangan ada lokasi pembangunan baru yang dilakukan. Karena sebelumnya, kemungkinan tidak tertuang pada masterplan kegiatan ini. Jangan juga karena kelalaian, pihak pemerintah memberikan keringanan dengan merubah kontrak kerja sehingga mengurangi volume pekerjaan yang sudah direncanakan pada masterplan Pembangunan Prasarana Dasar Sungai di lokasi Aek Sigeaon ini", tuturnya.
Editor: Robi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later