Minggu, 25 Jan 2026

Andra Soni Kobarkan Semangat Pemuda Hijau, 100 Pohon Kelor Tumbuh di Tepi Cibanten

Banten (utamanews.com)
Oleh: Sonhi Minggu, 25 Jan 2026 11:47
 Istimewa

Udara pagi di bantaran Kali Bedeng, Kesemen kota Serang Banten, terasa lebih segar dari biasanya. Di antara gemericik air dan tanah yang lembab, ratusan tangan muda menanam harapan. Sabtu, 24 Januari 2026, menjadi saksi ketika Gubernur Banten Andra Soni turun langsung ke lapangan, menanam pohon kelor bersama para pemuda dalam gerakan Jaringan Nasional (JarNas) Pemuda Hijau. 

Sebanyak 100 pohon kelor ditanam di tepi sungai yang mengalir menuju Cibanten -- langkah awal dari gerakan penghijauan berkelanjutan yang menargetkan 1.500 pohon di sepanjang aliran sungai. Program ini bukan sekedar menanam batang dan daun, tetapi menanam kesadaran, menanam masa depan. 

"Gerakan menanam pohon ini adalah inisiatif yang baik dan harus kita tindak lanjuti bersama, apalagi kegiatan ini melibatkan anak-anak muda yang punya tanggung jawab menjaga masa depan mereka, menjaga alam dan buminya," ujar Andra Soni dengan suara yang tegas namun hangat.

Di bawah langit yang teduh, Gubernur Andra Soni tampak menunduk, menepuk tanah di sekitar bibit kelor yang di tanam. Gerakannya sederhana namun syarat makna -- seolah ia sedang menanam do'a agar bumi Banten kembali hijau dan lestari.
Gerakan ini diinisiasi oleh Jaringan Nasional Pemuda Hijau, dibawa binaan Mahasiswa Program Doktoral Kependudukan dan Lingkungan Hidup Universitas Negeri Jakarta dengan banyak Komunitas antara lain Peduli Sungai Banten dan Kwartir Daerah Pramuka Banten, Komunitas Facebuk Banten. Mereka datang dengan semangat yang sama; mengembalikan kehidupan di tepian sungai yang mulai rapuh oleh waktu dan olah manusia.

Agus, Ketua Jarnas Pemuda Hijau Provinsi Banten menjelaskan, bahwa penanaman akan dilakukan secara bertahap, dari hilir hingga hulu Sungai Cibanten, dan diperluas ke lahan-lahan kritis lainnya.

"Target kami 1.500 pohon di sepanjang Cibanten, dan terus dalam satu tahun sekitar 2.500 pohon diseluruh Banten," ujarnya.

Pohon kelor dipilih bukan tanpa alasan. Ia dikenal sebagai "Pohon Kehidupan" -- akarnya menahan erosi, daunnya memperbaiki kualitas tanah, batangnya meneduhkan dan memberi manfaat ekonomi serta gizi bagi masyarakat. Daun kelor, yang kaya nutrisi menjadi simbol keseimbangan antara alam dan manusia.
produk kecantikan untuk pria wanita

Di tepian sungai itu, suara tawa para pemuda berpadu dengan desir angin. Mereka menanam bukan hanya pohon, tetapi juga tekad untuk menjaga bumi. Di antara lumpur dan akar yang baru tumbuh, tersimpan pesan yang dalam: bahwa bumi tidak butuh belas kasihan, ia hanya butuh cinta yang dijaga dengan tindakan. Dan pagi itu, di bawah langit Serang yang biru muda, cinta itu tumbuh -- bersama kelor-kelor kecil yang menjadi saksi bahwa Sumatera pernah menangis, dan Banten memilih untuk menanam harapan. Ada begitu besar harapan tersebut hadir bersama dalam giat tersebut Gubernur Banten Andra Soni; Danrem Kota Serang, Perwakilan Walikota Serang Budi Rustandi; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Prov Banten Syaukani; Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov Banten Wawan Gunawan; Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan; BPBD Prov Banten Asep Mulya Sarif; Kepala BBWS C3; Kepala lingkungan Hidup Kota Serang Farah Rici; Kepala BPBD Kota Serang; Denpom III/4 Serang Dadan Dwi Saputro; Wadenpom Serang; Direktur Rekonvasi Bhumi selaku Forum DAS Cidanau Nana Prayatna Rahadian; Ketua Forum Peduli Sungai Banten Lulu Jamaludin; Juga dari Jaringan Nasional Pemuda Hijau hadir Ketua Umum G. Borlak, Sekjen Martinus Laba Uung, Pengawas Jack Bouk, Bagian Hukum Fritz Makenlehi, Ketua Jarnas Provinsi Banten Agus Setiadi, Bapak Camat, Bapak Sekcam dan Bapak Lurah Kasemen.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️