Kamis, 16 Agu 2018 05:25
  • Home
  • Opini
  • Memaknai Dzikir Bersama Presiden Joko Widodo

Memaknai Dzikir Bersama Presiden Joko Widodo

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rika Prasetya, Mahasiswi UIN Mataram.
Kamis, 09 Agu 2018 10:09
Istimewa
Pada 1 Agustus lalu, ribuan orang memadati Istana negara demi mengikuti dzikir bersama yang diadakan Presiden Joko Widodo. Acara ini digelar sebagai rangkaian dari peringatan HUT RI yang biasa diperingati tanggal 17 Agustus. Dalam kesempatan ini, aparat pemerintah bersama dengan rakyat Indonesia berdoa bersama-sama demi kemajuan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, terlihat Presiden Joko Widodo beserta wakilnya Bapak Jusuf Kalla turut duduk bersama dan mengikuti acara dzikir bersama tersebut. Joko Widodo saat itu mengenakan kemeja putih dengan jas dan Sarung, sementara itu Jusuf Kalla mengenakan baju koko putih beserta celana panjang hitam.

Kekompakan dzikir bersama tersebut sudah dapat dirasakan sejak sore hari. Banyak orang yang sudah berkumpul di depan istana negara sejak pukul 5 sore. Acara ini rupanya dihadiri oleh sekitar 2.000 majelis taklim, sementara ulama yang hadir pun cukup banyak yakni sekitar 500 ulama.

Dalam acara sakral tersebut, tentunya diharapkan agar dalam peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-73 ini negara ini bisa semakin sejahtera. Kehidupan rakyatnya terjamin dan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lainnya.



Tak dapat dipungkiri jika saat ini Indonesia tidak lepas dari masalah. Tidak hanya di wilayah internal seperti rentan konflik, maupun skala internasional yakni tentang keadaan ekonomi yang belum stabil. Hal itu tidak bisa jika hanya diusahakan oleh tangan manusia. Perlu adanya kuasa sang pencipta agar bisa membantu negeri ini untuk menghadapi rintangan-rintangan ke depannya.

Komunitas muslim pun bersatu padu menggelar acara dzikir bersama memenuhi undangan Presiden di Istana Negara untuk bersama-sama menghadapi kemelut dan tantangan zaman yang utama adalah dengan cara berserah diri kepada Tuhan. Acara pun berlangsung dengan khusyuk. Bersama alim ulama yang memimpin dzikir akbar tersebut, diharapkan doa-doa yang sudah dipanjatkan bisa dikabulkan dan membawa kebaikan bagi Indonesia serta seluruh rakyatnya.

Tentunya dzikir bersama di istana negara pada Rabu lalu tidak hanya terbatas pada mereka yang hadir di istana negara saja Akan tetapi terhubung dengan seluruh rakyat Indonesia, di rumah-rumah yang menyaksikan acara itu lewat layar televisi mereka. Ketika semua doa dan kebaikan-kebaikan yang tulus itu dipanjatkan ke langit maka keberkahannya pun semoga dapat dirasakan oleh kita semua sebagai bagian dari rakyat Indonesia.

Acara dzikir bersama ini juga menjadi simbol bahwa pemerintah ingin agar masyarakat juga berpartisipasi dalam membenahi negara ini. Mewujudkan persatuan juga mewujudkan kemajuan negeri ini bukan hanya tugas pemerintah. Tapi kita sebagai rakyat pun perlu ikut andil dan berperan mewujudkan negeri impian yang lebih maju dan sejahtera.

Permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini tidak sepatutnya hanya dibebankan kepada pemerintah. Menyalahkan keadaan tidak akan ada gunanya, menyalahkan kinerja pemerintah pun bukan sebuah hal yang bijaksana. Karena mereka bisa berkuasa karena dipilih secara sah oleh rakyat Indonesia. Tugas kita bukan untuk saling menyalahkan. Tapi bersama-sama mencari solusi agar Indonesia ini suatu hari bisa menjadi sebuah negara besar yang maju dengan ilmu pengetahuan.



Indonesia sebagai negara yang beragama tentunya tidak hanya menyelesaikan masalah lewat kekuatan manusia saja. Tapi ada kekuatan yang lebih besar yang diyakini oleh kita sebagai umat beragama. Tentu kita yakin akan adanya kekuatan dari Tuhan semesta alam. Dalam hal ini Presiden RI menggerakkan jajarannya untuk mengadakan dzikir bersama dan dibuka untuk rakyat pula.

Bersama-sama duduk memanjatkan doa, tidak hanya doa untuk kepentingan pribadi tapi juga doa sebagai rakyat yang cinta kepada negerinya. Tak lupa juga dzikir tersebut diselingi dengan dakwah dari para ulama. Sambutan diberikan KH. Mustofa Aqil Siradj selaku ketua umum majelis dzikir dan hubbul wathon. Selain itu juga ada sambutan dari KH. Ma'ruf Amin dan juga sambutan dari Presiden Joko Widodo.

Lewat sambutan-sambutan tersebut membuat pikiran rakyat terbuka akan pentingnya persatuan dan kesatuan dari seluruh rakyat untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi dari masa ke masa. Selama ini kemerdekaan Indonesia diperingati setiap tanggal 17 Agustus, kita merasa sudah merdeka dari jajahan negara lain. Namun, tantangan saat ini bukan lagi kita telah bebas dan merdeka tapi bagaimana kita membawa negeri ini untuk bisa semakin maju dan sejahtera.

Dzikir bersama ini menjadi yang kedua kalinya digelar di istana negara. Hal ini menjadi solusi dari sebuah kegelisahan tentang kondisi bangsa. Pemerintah pun mengajak rakyat untuk bersama-sama dalam memikirkan nasib bangsa ini. Salah satunya dengan mengadakan semua permasalahan dan meminta solusi dari Allah SWT lewat dzikir bersama yang digelar di istana merdeka.

Sambutan masyarakat untuk acara dzikir ini pun sangat antusias. Ada banyak orang yang tergerak hatinya untuk mengikuti acara ini. Dzikir akbar yang digelar pada sore hingga malam hari ini pun dipadati banyak pengunjung. Sebelum dzikir berlangsung terlebih dahulu para pengunjung sempat menunaikan sholat maghrib dan sholat isya berjamaah.



Tidak hanya mendapat sambutan baik dari rakyat lewat antusiasme mereka datang ke acara ini. Respon positif pun juga datang dari kalangan ulama. Seperti yang dikatakan K.H. Ma'ruf Amin, mudah-mudahan dengan dzikir ini ada pertolongan Allah untuk bangsa sehingga diberikan kemudahan dan dijaga oleh Allah. Dzikir ini dimaksudkan untuk memohon kepada Allah untuk memberikan pertolongan atas masalah-masalah yang tidak bisa diusahakan oleh manusia.

Di bulan Agustus ini, menyambut HUT RI yang akan berlangsung tidak lama lagi, dzikir bersama digelar juga demi memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Apalagi sebagai muslim tentunya tahu bahwa mencintai negara juga bagian dari iman. Tentunya membela negeri ini tidak sama seperti di waktu belum merdeka. Sekarang tak ada lagi angkat senjata, yang diperlukan adalah bagaimana kita bisa saling menjaga kekompokkan kita dengan tidak mudah dipecah belah.

Dengan cara mendukung apa yang saat ini tengah dikerjakan oleh pemerintah RI. Tak dipungkiri, memang ada pula kinerja mereka yang mungkin dirasa belum maksimal yang perlu dikoreksi bersama-sama. Tapi setidaknya kita tidak bersikap apatis kepada pemerintah. Bagaimana pun sistem pemerintahan itu diperlukan demi berjalannya sebuah negara, apalagi negara yang besar seperti Indonesia.

Dibanding terus mengkritik kebijakan pemerintah, sebagai rakyat kita lebih baik mengerjakan sebaik mungkin hal-hal yang menjadi minat maupun profesi kita masing-masing. Itu justru akan menjadikan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang handal di bidangnya masing-masing. Perlu diketahui bahwa sumber daya manusia itu menjadi aset yang lebih berharga dibanding sumber daya alam yang Indonesia miliki saat ini.

Sebagai masyarakat, maka sudah sepatutnya kita menjadi pihak yang ikut membanggakan Indonesia. Lewat dzikir bersama tersebut selain untuk memohon pertolongan Allah SWT, juga menjadi ajang muhasabah diri apa yang perlu diperbaiki agar masing-masing dari kita bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. Berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Editor: Sam

T#g:Dzikir
Berita Terkait
  • Minggu, 29 Apr 2018 00:29

    Kodim 0824 Gelar Dzikir dan Do'a Bersama Yatim Penghafal Al Qur'an

    Ust Saifudin Nour, M.Pd., memimpin Dzikir dan Do'a Bersama Yatim Penghafal Al Qur'an, Motivasi dan Sharing dengan Tokoh Inspiratif dari Yayasan Yatim Mandiri, di Aula Kodim 0824 Jember, Jum'at (27/04/2018).

  • Rabu, 21 Feb 2018 19:01

    Panglima TNI Hadiri Pembukaan Rakernas Majelis Dzikir Hubbul Wathon

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri acara pembukaan Rapat Kerja Nasional-I (Rakernas) Majelis Dzikir Hubbul Wathon yang dibuka oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, di Asrama Ha

  • Minggu, 04 Feb 2018 21:54

    Pengajian dan Zikir Akbar TP PKK Deli Serdang, Wabup Serahkan Berbagai Bantuan

    Pengajian dan Zikir Akbar TP PKK Kabupaten Deli Serdang yang dipusatkan di Kecamatan Sunggal dihadiri ribuan kaum ibu dirangkai dengan penyerahan bantuan oleh Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mar

  • Rabu, 03 Jan 2018 09:33

    Dzikir dan Do'a Bersama Malam Tahun Baru 2018 di Buki dan Pasimarannu

    Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan dalam merefleksikkan terwujudnya kehidupan masyarakat maritim yang sejahtera berbasis nilai keagamaan dan budaya dijabarkan secar

  • Minggu, 22 Okt 2017 09:42

    Zikir Akbar HUT Partai Golkar, Tengku Erry Minta Doa Sumut Tetap Kondusif

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Dr Ir H Tengku Erry Nuradi mengharapkan dukungan seluruh lapisan masyarakat yang menghadiri pada kegiatan Zikir Akbar, Shalawat dan Doa dalam rangka HUT ke 53 Partai G

  • Selasa, 29 Agu 2017 01:39

    Tengku Erry: Majelis Taklim Ujung Tombak Bangun Mental Spritual Masyarakat

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengharapkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menjadi ujung tombak pembangunan mental dan spiritual masyarakat khususnya masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.

  • Sabtu, 12 Agu 2017 14:22

    Do'a dan Dzikir Kemerdekaan diwarnai deklarasi dukungan untuk calon Gubernur Sumut dan Bupati Langkat

    Masyarakat Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, antusias menghadiri acara Do'a dan Dzikir kemerdekaan yang diselenggarakan Panitia Pelaksana dalam menyambut HUT RI ke 72 di Lapangan MTs Al-Ihs

  • Rabu, 02 Agu 2017 14:52

    Panglima TNI Hadiri Zikir Kebangsaan di Istana Merdeka

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri Zikir Kebangsaan dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia bersama Presiden RI Ir. H Joko Widodo, Wapres RI H M. Yusuf Kall

  • Rabu, 02 Agu 2017 08:22

    Maruf Amin Minta Dzikir di Istana jadi Agenda Rutin

    Maruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia mengharapkan agar Dzikir Kebangsaan rutin diselenggarakan oleh pemerintah di Istana Kepresidenan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI.

  • Kamis, 15 Jun 2017 12:15

    Opick Ajak Gubernur & Kapolda Dzikir Dan Doa Bersama Puluhan Ribu Masyarakat Tabagsel

    Gubsu Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menghadiri acara Dzikir dan Tabligh Akbar masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) yang diikuti puluhan ribu massa, santri, kaum dhuafa dan yatim piatu.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak