Rabu, 16 Okt 2019 08:07
  • Home
  • Opini
  • Idealnya rekonsiliasi nasional itu tanpa syarat

Idealnya rekonsiliasi nasional itu tanpa syarat

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Andreas Wijaya, Pegiat Forum Jurnalis Warga Kebhinnekaan
Sabtu, 07 Sep 2019 03:07
@rmol_id
Arief Puyuono
Angin segar menyelimuti pertemuan Presiden terpilih Joko Widodo dengan Prabowo Subianto di stasiun MRT Lebak Bulus sejak Pilpres berakhir. Pertemuan antara Jokowi dan Prabowo adalah pertemuan seorang sahabat, kawan, saudara yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat yang ingin ketenangan karena hampir 10 bulan terganggu dengan polarisasi kepentingan elit politik.

Ucapan selamat bekerja dari Prabowo menambah suasana hangat kedua rival tersebut yang selama sepuluh bulan beradu gagasan tentang kemajuan bangsa Indonesia. Ia pun mengatakan siap membantu pemerintahan Jokowi jika dibutuhkan. Seirama dengan Prabowo, pada pertemuan tersebut Jokowi menghimbau agar masyarakat menghentikan ucapan cebong dan kampret.

Seperti tidak mengindahkan pertemuan antara kedua tokoh tersebut, pihak kubu Prabowo masih saja mengajukan persyaratan untuk rekonsiliasi tersebut. Rekonsiliasi tersebut meminta syarat agar Ketua FPI Rizieq Shihab dipulangkan ke tanah air. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani.

Sebelumnya wacana agar pemulangan Riziek Shihab ke Indonesia menjadi salah satu elemen dalam rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo dilontarkan oleh Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Danhil Anzar dalam unggahan Twitternya pekan lalu.



Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menyebut sang ketua umum, Prabowo Subianto tidak pernah mengajukan syarat rekonsiliasi dengan presiden terpilih, Joko Widodo terkait pemulangan Ketua FPI itu. Ia memastikan bahwa rapat internal untuk membahas rencana rekonsiliasi Prabowo dan Jokowi sendiri belum pernah dilakukan. Ia berpedapat bahwa hal tersebut merupakan keinginan pihak-pihak yang dekat dengan Prabowo saja.

Hal ini berbeda dengan pernyataan yang disampaikan oleh Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani yang mengonfirmasi bahwa Prabowo sendirilah yang meminta persyaratan rekonsiliasi kepada Presiden terpilih Joko Widodo untuk memulangkan Rizieq Shihab.

Pemulangan Rizieq Shihab dianggap hanya sebuah retorika untuk menghibur kelompok pendukungnya yang sebagian besar berasal dari Alumni 212 dan pengikut Habieb Rizieq agar tidak terkesan meninggalkan setelah rekonsiliasi. Dengan menyerahkan persyaratan tersebut, Gerindra akan mendapatkan simpati dari para PA 212 dan FPI.
Editor: Iman

T#g:Rekonsiliasi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 11 Agu 2019 03:11

    Mengawal Pemerintahan Secara Proporsional

    Ketegangan politik yang diakibatkan oleh Pilpres telah berakhir dengan pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo dan rivalnya Prabowo Subanto. Pertemuan kedua tokoh tersebut berlangsung santai, a

  • Rabu, 31 Jul 2019 19:31

    Tokoh Pendukung 01 dan 02, Aktifis dan Mahasiswa Sumut Bicara "Rekonsiliasi"

    Menyikapi dinamika politik tanah air, Rumah Konstituen menggelar kegiatan diskusi kelompok terarah (FGD) dengan tema: "Menatap Indonesia Pasca Pilpres 2019: Urgensi Rekonsiliasi bagi Keberlanjutan pem

  • Selasa, 16 Jul 2019 11:16

    Pentingnya Kampanye Rekonsiliasi Pasca Pemilu 2019 Oleh Generasi Muda dan Media

    Pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, bangsa ini menggelar suatu agenda besar dalam penyelenggaraan demokrasi. Pada hari tersebut lebih dari 187 juta pemilih baik di dalam negeri atau luar negeri untu

  • Kamis, 11 Jul 2019 10:11

    Usai Pilpres, Masyarakat Minta Rekonsiliasi Sesuai Rambu-rambu Aturan

    Kurang dari sebulan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan presiden-wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin, sikap politik di tataran masyarakat Sumatera Utara, khu

  • Senin, 10 Jun 2019 03:10

    Badai Pasti Berlalu

    Pemilu 2019 masih meninggalkan sisa yang belum tuntas. Kita berharap badai kegaduhan dan ketegangan terkait pemilu 17 April 2019 segera berlalu. Masalah republik ini bukan hanya Pemilu. Masih banyak p

  • Kamis, 16 Mei 2019 17:26

    Pemuda Muhammadiyah Sumut Imbau Semua Elemen Anak Bangsa Menahan Diri

    Basir Hasibuan M.Pd., Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara, menghimbau semua elemen anak bangsa untuk menunggu keputusan KPU 22 Mei nanti."Bagaimana pun (KPU) itu lembaga yang sah secara hukum", t

  • Rabu, 15 Mei 2019 04:15

    HIMMAH Tebing Tinggi Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Sebelum dan sesudah Penetapan Hasil Pemilu

    Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Kota Tebing Tinggi mengajak segenap kader, simpatisan dan Masyarakat Kota Tebing Tinggi menjaga kondusifitas dan menciptakan suasana yang penuh kesejukan dalam

  • Senin, 13 Mei 2019 14:13

    Danramil Patrang himbau semua pihak jaga persatuan dan kesatuan

    Camat Patrang Rofiq Sugiharto, Komandan Koramil (Danramil) 0824/01 Patrang Kapten Inf Sumaryono, Kapolsek Patrang diwakili oleh Aiptu Elfianto, Lurah Bintoro dan para Ketua RW, Ketua RT se-kelurahan B

  • Rabu, 08 Mei 2019 20:08

    Generasi Muda Masjid Sumut (GMM) Tanggapi Sikap Curiga Pada Penyelenggara Pemilu

    Masyarakat harus memberi kepercayaan penuh kepada KPU seiring selesainya Pilpres dan Pileg 2019.

  • Rabu, 08 Mei 2019 12:18

    Merajut Persatuan Kembali Pasca Pemilu dan Menolak Provokasi yang Memecah Belah Bangsa

    Sang proklamator Bung Karno sekaligus juga adalah Presiden Republik Indonesia yang pertama telah melahirkan dua ungkapan yang melegenda "Jas Merah" (Jangan sekali kali melupakan sejarah) dan juga ungk

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak