Lonjakan pasien yang terpapar Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Tapanuli Utara (RSUD Kab.Taput) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sejak bulan Oktober ini terus bertambah.
RSUD Tarutung ini merupakan rujukan dari 7 Kabupaten padahal Cartridge Swab di RSUD Tarutung kosong, sehingga mengganggu kesiagaan dalam penanganan penyebaran pandemik Covid-19. Alat kesehatan berupa cartridge swab ini kosong, ketika tracing kontak satu pasien terkonfirmasi Covid-19, hasil rapid testnya tidak serta merta bisa ditangani langsung. Padahal dengan melakukan tindakan lanjutan pada yang reaktif, Perlu sampel swab sebagai tindakan lanjutan.
Demikian pernyataan Bupati Taput Nikson Nababan yang juga Ketua Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (STPP). Ia berharap Kementerian Kesehatan RI dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional bergegas memenuhi kelengakapan di RSUD Tarutung ini sebagai rujukan pasien terpapar Covid-19.
"Tolong pemerintah pusat mendengar kami dan segera difasilitasi kebutuhan RSUD Tarutung sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid- 19. Kosongnya cartridge Sars-CoV-2 dari pemerintah pusat, sementara RSUD Tarutung adalah rumah sakit rujukan Covid-19 bagi tujuh kabupaten. Untuk saat ini, pasien Covid-19 di wilayah Tapanuli cenderung meningkat," katanya, Rabu, 14 Oktober 2020 malam pada akun Facebook (KRAT Drs Nikson Nababan Darmonagoro, M.Si).
Ketua STPP ini mengatakan bahwa upaya permintaan alat kesehatan tersebut telah tiga kali dimohonkan melalui surat resmi. Namun belum direspon sehingga menemui kendala penanganan medis bagi pasien terindikasi Covid-19.
"Ini masalah nyawa, kami harus mengambil tindakan cepat. Kami sudah surati pemerintah pusat, dalam hal ini Menteri Kesehatan RI hingga tiga kali, yakni 29 Juni, 28 Juli kemudian 30 September 2020," imbuhnya.
Pada surat Gubernur Sumatera Utara pun telah dilayangkan, agar memperoleh perhatian selaku perwakilan pemerintah pusat di Sumatera Utara.
"Sekarang yang reaktif masih menunggu hasil swab menjadi terbebani. Di samping beban kecemasan menunggu hasil, juga kecemasan akibat ketakutan tetangga. Kami mohon segera disahuti untuk segera menyikapi hal ini dengan memberikan catridge ke RSUD Tarutung," terang Bupati Taput Drs. Nikson Nababan, M.Si.