Jumat, 22 Mei 2026
Polres Langkat Dalami Penyelidikan
Proyek PLTU Pangkalan Susu Kembali Telan Korban Jiwa
Langkat (utamanews.com)
Oleh: Amin Nur Senin, 08 Mei 2017 21:09
Walaupun beberapa pihak menilai kematian Didi Yuriansyah, 25 tahun, karyawan PT Humbei yang bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) II Sumut, Dusun VI, Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, sebagai kecelakaan kerja. 

Namun, hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Bahkan beberapa saksi sudah dipanggil guna dimintai keterangan. "Saya masih di Poldasu, namun tadi sudah ada tiga orang yang kita pangil sebagai saksi," kata Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Dedy Dharma SH, di ujung selularnya, Senin (8/5) siang.

Sebab, kecelakaan kerja bukan kali ini saja terjadi. Beberapa waktu lalu juga kecelakaan kerja sempat terjadi di Mega proyek tersebut. "Iya, memang beberapa waktu lalu ada juga kecelakaan kerja. Makanya kita melakukan penyelidikan, apakah ini ada murni kecelakaan atau prosedur keselamatan disana kurang memadai," jelas dia.

"Nantilah saya kabari lagi proses penyelidikannya. Soalnya dari tadi pagi saya sudah di Poldasu, jadi belum tahu perkembangan penyelidikananya," timpal Dedy.

Terpisah, Kadisnaker Saiful Abdi, yang coba dihubungi via selular guna mempertanyakan apakah pihaknya ada melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja ini. Dan apakah kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan kerja yang kurang dari PT Humbai, sehingga kerap terjadi kecelakaan.

Kadis seolah enggan berkomentar, sebab berulang kali hape yang dihubungi tak kunjung diangkat. Bahkan sms yang dilayangkan juga tak kunjung dibalas olehnya.

Untuk diketahui, Didi Yuriansyah, karyawan PT. Hubei, warga Kelurahan Alur Dua Gang Manggis Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat, tewas terjatuh dari ketinggian 46 meter di proyek pembangunan PLTU 2 Sumut, Dusun VI Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat, Minggu (7/5) pukul 17.00 WIB
 
Informasi dihimpun, ketika masuk sore hari, korban yang saat itu bekerja di Boiler Unit 4 pada ketinggian 46 meter telah menyelesaikan pekerjaannya dan bermaksud hendak pulang.

Sedang di waktu bersamaan, rekan kerjanya juga sedang mengemas dan membereskan perlengkapan dan barang-barang, juga untuk bermaksud untuk pulang. Kemudian ketika korban hendak berpindah tempat untuk turun sambil mengaitkan body harnes, namun saat itu kakinya tersandung, naas body harnes yang melekat pada tubuhnya tidak sempat terpasang di rangka bangunan boiler.

Akibatnya dia terjatuh dari ketinggian  46 meter hingga ke tanah. Menyaksikan peristiwa tersebut, rekannya membawa korban ke Poliklinik Pertamina Pangkalan Susu untuk dapat pertolongan, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Sedangkan saksi mata di lokasi, Muklis, 34 tahun, karyawan PT. Hubei, warga Kelurahan Alur Dua Gang Manggis Kecamatan Sei Lepan dan Fanji, 31 tahun, karyawan PT. Hubei (reger Crane), penduduk Dusun Securai Pasar Desa Securai Utara Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian setempat.

Sebelumnya, kecelakaan kerja juga sempat terjadi di PLTU Pangkalan Susu. Sedikitnya 8 pekerja mengalami luka-luka dan patah tulang. Dimana kecelakaan beberapa waktu lalu ini juga terjadi saat pemasangan boiler, Minggu (9/4) lalu.

Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later