Pemkab Paluta Salurkan Program Sembako Kepada KPM
Paluta (utamanews.com)
Oleh: Umar Rambe
Senin, 02 Mar 2020 09:02
Program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sudah berubah menjadi bantuan sosial pangan program sembako pada tahun 2020. Dan penyaluran bantuan program sembako untuk keluarga penerima manfaat (KPM) itu sudah mulai dilaksanakan bulan ini.
Transformasi bantuan sosial pangan program BPNT menjadi program sembako merupakan kebijakan Kementerian Sosial RI. Tujuannya untuk penguatan perlindungan sosial dan meningkatkan efektivitas program bantuan sosial pangan kepada keluarga miskin.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paluta Ongku Bangsawan Hasyim Harahap S.Sos mengatakan, sebelumnya pergantian program BPNT menjadi program sembako telah disosialisasikan kepada distributor, agen, tenaga pendamping dan KPM.
Dalam sosialisasi program sembako, disebutkan indeks bantuan naik dari sebelumnya Rp110.000 menjadi Rp150.000 per KPM per bulan.
Jenis bahan pangan yang dibeli dalam program sembako pun tak hanya beras dan telur tetapi ditambah komoditas sembako yang mengandung protein dan nabati sesuai dengan kebutuhan masyarakat KPM.
Sebab katanya, program sembako ini juga merupakan salah satu langkah pemerintah dalam mencegah stunting dengan memperhatikan asupan gizi dari KPM melalui bahan pokok berprotein dan nabati.
"Sudah disosialisasikan sebelumnya atas pergantian nama program BPNT ini. Maksud dan tujuan penaikan indeks bantuan pangan program sembako adalah untuk perbaikan gizi KPM melalui sembako berprotein dan nabati," ujar Ongku kepada awak media, Jumat (28/2/2020).
Dikatakannya, meski bertranformasi dari BPNT menjadi bantuan sosial pangan program sembako, namun cara penyalurannya masih tetap sama yakni melalui agen yang telah ditunjuk dan sudah ditetapkan atas persetujuan Pemkab Paluta dengan pihak Bank Mandiri sebagai rekanan penyalur.
Lanjutnya, masyarakat KPM yang sudah memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) akan mengambil bantuan dengan membawa kartunya ke agen yang sudah ada di wilayah yang bersangkutan menetap.
"Jadi, masyarakat KPM yang sudah memegang KKS akan mengambil bantuan sembako tersebut ke agen terdekat dengan menunjukkan kartu dan identitasnya yang sesuai," jelasnya.
Masih menurut Ongku, ada 46 agen penyalur atau yang disebut dengan E-warong yang telah ditunjuk dan tersebar di 12 kecamatan yang ada di kabupaten Paluta.
"Penyaluran perdana atau launching bantuan sosial pangan program sembako tahun ini sudah kita lakukan di kecamatan Hulu Sihapas dan Batang Onang melalui sejumlah agen penyalur atau E-warong yang sudah ditunjuk. Penyaluran juga dilaksanakan secara bersamaan di seluruh agen yang ada di kabupaten Paluta," terangnya.
Senada, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial Kabupaten Paluta Mukhtar Leo Harahap SH didampingi Kordinatoor bantuan sosial pangan Indra Muda Harahap menyebutkan, sesuai data bahwa ada sebanyak 10993 KPM yang menerima bantuan program sembako di kabupaten Paluta.
Namun, hingga saat ini yang sudah memiliki KKS dan sudah diserahkan kepada yang bersangkutan, hanya sebanyak 9965 KPM. Dan untuk sisanya saat ini sedang dalam tahap proses untuk penyerahan.
"Untuk penyalurannya akan dilakukan secara berkelanjutan di setiap bulan. Para KPM sudah bisa mengambil bantuannya sejak tanggal 10 setiap bulan melalui agen penyalur atau E-Warong terdekat," sebutnya.
Ia berharap, melalui program ini diharapkan masyarakat KPM dapat meningkatkan perekonomiannya sehingga setiap tahunnya jumlah masyarakat miskin terus menurun karena perekonomian meningkat setelah menerima bantuan sosial pangan program sembako.
Ia juga berpesan kepada agen penyalur atau E-warong yang ditunjuk agar dapat melayani KPM dalam pembelian sembako dan juga memperhatikan ketersediaan bahan pangan yang dibutuhkan KPM.