Jumat, 22 Mei 2026
Kerusuhan di penjara Tanjung Gusta Medan
MEDAN (utamanews)
Kamis, 11 Jul 2013 21:06

Informasi yang diterima dari seorang petugas penjara, kejadian bermula pukul 18.00 WIB, ribuan napi melakukan aksi demo yang belum jelas penyebabnya dan berujung pada aksi pembakaran penjara LP Kelas I Tanjung Gusta Medan.
"Jam 6 mereka demo. Udah jebol. Mereka lari dari pintu depan (utama). Siap itu baru mulai mereka membakar. Habis semua," ujar seorang petugas malam itu.

Sementara itu salah seorang petugas LP, E Manurung menjelaskan bahwa demo disebabkan oleh ketiadaan air yang disebabkan pemadaman aliran listrik ke penjara.
"Pemicunya masalah air padam, listrik juga padam. Napi minta air dinyalakan dan kemudian berdemo. Seterusnya itu sudah terbakar sore tadi,"  ujarnya

Suasana LP Tanjung Gusta Medan malam ini sangat mencekam. Ratusan narapidana menguasai LP dan melakukan perlawanan kepada aparat yang hendak menguasai keadaan.

Kamis (11/7/2013), pukul 20.42 WIB, narapidana menimpuki aparat dari dalam lapas dengan batu-batu dan barang lainnya. Ulah narapidana ini menghambat petugas pemadam kebakaran yang hendak memadamkan api di dalam Lapas.

Batu-batu sebesar kepalan tangan orang dewasa beterbangan hampir tiap menit. Petugas yang hendak mengendalikan situasi terpaksa harus berhati-hati mendekat ke Lapas karena listrik di sekitar LP juga mati sehingga kondisi gelap.

Sementara dari HT petugas kepolisian, terdengar setelah kebakaran sebagian napi melarikan diri dari pintu samping. Ratusan petugas berserangam dan bersenjata lengkap, masih menyeser lokasi.
produk kecantikan untuk pria wanita

Di pintu utama, beberapa petugas tampak bersiaga dengan senjatanya mengantisipasi terjadinya napi-napi lain melarikan diri.

Kapolresta Medan Nico Afinta, tampak memimpin pengamanan di Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, menyusul terjadinya pembakaran oleh napi yang berujung ratusan melarikan diri, Kamis (11/7/2013) malam.


Wamenkum HAM Denny Indrayana membenarkan pemicu kerusuhan adalah masalah pemadaman listrik. Listrik yang padam itu berimbas pada supply air di Lapas. Pihak Lapas telah berupaya menghidupkan genset untuk menambah supply listrik namun tidak cukup.
iklan peninggi badan

"Kami sudah berusaha untuk menghidupkan genset yang ada, tapi mungkin tidak mencukupi," ungkapnya.


15 Orang pegawai Lapas Klas I Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara, diketahui masih berada di dalam area Lapas. Padahal area dalam Lapas saat ini tengah dikuasai oleh narapidana yang mengamuk.

"Masih ada 15 orang di dalam Lapas. Kita nggak tahu apakah mereka disandera atau nggak," kata petugas Lapas, Rita, di lokasi, Kamis (11/7).

Tak hanya itu, senjata api yang biasa digunakan petugas untuk keamanan juga masih berada di dalam Lapas. "Ada di dalam lemari, kita nggak tahu bagaimana itu, apakah mereka (napi) tahu atau tidak," katanya.

Menurutnya, petugas Lapas yang bersenjata api seluruhnya telah keluar dari Lapas untuk memburu para Napi. "Ada sekitar 200 orang yang lari," katanya.

Seperti diketahui, para napi tersebut kabur dengan membakar dan menjebol dinding Lapas sekitar pukul 18.00 WIB. Saat kejadian, petugas Lapas berhamburan keluar karena panik. (dc/trbn/kmps)
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later