Jumat, 22 Mei 2026
Presiden RI Akan ke Pasar Glugur, Pemkab Labuhanbatu Suguhkan Pemandangan Kumuh Bangunan Liar di Atas Trotoar
Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi Kamis, 14 Mar 2024 09:24
Pedagang gelar lapak jualan diatas trotoar dan di badan jalan depan pintu masuk pasar Glugur Rantauprapat.
Istimewa

Pedagang gelar lapak jualan diatas trotoar dan di badan jalan depan pintu masuk pasar Glugur Rantauprapat.

Presiden RI Ir Joko Widodo akan berkunjung ke wilayah Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara, pada Jum'at 15 Maret 2024 mendatang, dan akan mendatangi beberapa tempat, salah satunya Pasar Glugur yang berada di Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.

Namun, amatan Utamanews disekitar pasar glugur yang akan dikunjungi Presiden RI, banyak terdapat bangunan liar menjamur berdiri diatas parit dan trotoar dan memakan badan jalan hingga menyebabkan kemacetan.

Bangunan liar yang berdiri di atas parit dan trotoar di jalan pasar glugur tersebut, hingga pagi ini Kamis (14/3) terpantau masih berdiri kokoh tanpa ada penertiban dan menciptakan pemandangan yang kumuh serta semrawut.

Diduga Pemkab Labuhanbatu sengaja menyuguhkan pemandangan kumuh tersebut, agar dilihat Presiden RI saat berkunjung ke pasar glugur Rantauprapat, yang mana akan tercatat dalam sejarah Kabupaten Labuhanbatu.
Sementara itu sebelumnya diberitakan, Pemandangan yang kumuh terlihat di jalan pasar Glugur Rantauprapat. Pasalnya banyak lapak jualan yang semakin menjamur berdiri semi permanen diatas parit dan trotoar di Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu.

Bukan itu saja, dari amatan Utamanews dilapangan pada Selasa sore (12/3/2024). Terlihat juga dengan jelas jalan pasar Glugur juga semakin menyempit karena para pedagang memanfaatkan dan memakai badan jalan untuk lapak jualan.

Akibat penyempitan badan jalan yang digunakan untuk lapak berjualan para pedagang menyebabkan arus lalulintas menjadi macet dan menggangu pengendara untuk melintas.

Kejadian itu sudah berlangsung lama tanpa ada perhatian dari pemerintah untuk melakukan penertiban dan tentunya menimbulkan tanda tanya apakah sengaja dibiarkan?
produk kecantikan untuk pria wanita

Terkait hal itu, diminta kepada pejabat terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Kabupaten Labuhanbatu untuk menertibkan para pedagang yang mendirikan lapak jualannya di atas parit dan trotoar serta badan jalan.

Disisi lain, hasil investigasi yang dilakukan utamanews dilapangan diketahui para pedagang ada membayar uang lapak kepada oknum-oknum yang tidak mempunyai kewenangan dan diduga memperkaya diri sendiri.

Berdasar informasi yang diperoleh dilapangan tersebut, dari keterangan para pedagang, utamanews masih terus melakukan penelusuran mengungkap siapa saja oknum-oknum yang diduga melakukan pengutipan uang lapak dan disetor kemana saja?

iklan peninggi badan
Terkait informasi tersebut, Kasat Pol PP Labuhanbatu Akan Menindaklanjuti Menjamurnya Lapak Jualan yang Berdiri di Atas Parit dan Trotoar.

"Akan kita tindak lanjuti pak jun," kata Kasat Pol PP Muhammad Yunus, SH melalui pesan singkat WhatsApp.

Fakta dilapangan, Satpol PP Labuhanbatu tidak ada melakukan tindakan penertiban atas bangunan yang berdiri diatas parit dan trotoar yang melanggar aturan dan merampas hak masyarakat pejalan kaki.

Sebelumnya, informasi tentang menjamurnya lapak pedagang yang berdiri diatas parit dan trotoar hingga memakan dan mempersempit badan jalan dilayangkan utamanews juga kepada kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu. Namun, hingga kini yang bersangkutan belum memberikan tanggapan meskipun terlihat tanda ceklis centang biru di pesan WhatsApp, pada Rabu (13/3/2014).
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later