Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sibolga Tapteng menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (21/4/2022) siang.
Mereka berunjuk rasa untuk menyuarakan empat tuntutannya.
Puluhan mahasiswa tersebut dalam orasinya dengan tegas menolak terkait kenaikan harga BBM, kenaikan tarif PPN, kenaikan harga minyak goreng dan penolakannya atas wacana presiden 3 periode.
Dengan membentangkan sejumlah poster tuntutan, para mahasiswa yang berkumpul di Jalan Perdinan Lumban Tobing, Simpang Lampu Merah dan longmarch ke gedung DPRD sekitar 1 km.
"Hidup Mahasiswa, Hidup Pemuda," teriak mahasiswa mengawali orasinya.
Pimpinan aksi, Irsan Palupi dalam orasinya, menyampaikan 4 tuntutan mereka, yakni:
1. Meminta Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag RI) untuk menuntaskan kelangkaan minyak goreng di seluruh NKRI.
2. Menolak kenaikan harga BBM yang menyusahkan masyarakat banyak.
3. Menolak kenaikan tarif PPN 11 persen yang mana hal tersebut dinilai tidak tepat pada waktunya disaat situasi ekonomi masyarakat yang makin memburuk.
4. Menolak perpanjangan masa jabatan presiden tiga (3) periode yang mana kami menilai hal tersebut menciderai demokrasi dan Undang-Undang dasar 1945.
"Pernyataan sikap ini kami sampaikan demi kepentingan masyarakat yang saat ini merasakan kesusahan akibat pandemi yang melanda," kata Irsan.
Setelah berorasi lebih dari 1 jam, serta sempat ada perdebatan mahasiswa dengan personil polisi, massa aksi pun akhirnya ditemui langsung oleh perwakilan dari Staf kantor DPRD Tapteng, Alex Rivai Silalahi dan menerima tuntutan mahasiswa.
Aksi ini dikawal dengan ketat oleh puluhan personel Polisi serta satuan Polisi Pamong Praja. Mereka berjaga di depan gerbang maupun di dalam gedung DPRD.