Jumat, 22 Mei 2026
Butuh Ularan Tangan Kita, Mata Anak Wartawan Terserang Radiasi
Deli Serdang (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen Rabu, 17 Feb 2021 09:17
Istimewa

Semenjak adanya masa pandemik covid 19, semua kegiatan masyarakat dibatasi, termasuk dalam hal ngajar mengajar di sekolah. Semua pembelajaran melalui media Handphone dilakukan secara Online. Tak hanya para remaja yang duduk dibangku sekolah menengah ke atas, para siswa dan siswi yang duduk di bangku Sekolah Dasar pun terlibat dalam pembelajaran secara online. 

Dunia elektronik seperti Handphone pun sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dari kalangan orang tua hingga anak anak.

Akibatnya radiasi menyerang kelopak mata. Salah satunya dialami Pandy (6) anak salah satu wartawan kota Medan, Rafli warga Dusun VII, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan.

Mata perih dan mengeluarkan air setiap saat hingga membuat pandangannya kabur. 
"Selalu main handphone anak saya itu bang, dari belajar tiap hari beberapa jam, hingga dilanjutkan dengan permainan game yang disukainya", ucap Linda (39) ibunda Pandy. 
Linda juga mengatakan, selepas anaknya bermain handphone dan bermain keluar rumah dengan temannya, selalu handphone yang dicarinya usai pulang bermain dari luar rumah. 

"Habis belajar dan maen game, anak saya itu main sama temannya di luar, tapi sebentar saja waktunya, abis itu pulang main hp lagi, gitu-gitu aja tiap hari, hingga baru ketahuan belakangan ini kelopak bawah dan samping matanya bertambah Hitam, dan selalu berkata selalu perih serta berair kepada saya dan susah melihat, dari situ langsung saya hentikan bermain HP", ungkap ibu dua orang anak tersebut kepada wartawan, Selasa (16/02/2021) malam

Tak sampai disitu saja, Linda juga mendengar kabar dari Saudara iparnya bahwa keponakan iparnya tersebut mengalami hal yang sama persis dengan keadaan anaknya, hingga sampai dioperasi dengan menelan biaya yang lumayan banyak, namun, selang beberapa minggu bocah yang sebaya dengan anaknya meninggal dunia. 
produk kecantikan untuk pria wanita
Mendengar itu, Linda merasa takut dan enggan membawa anaknya ke dokter. 

"Saya takut bang dengan keadaan anak saya yang seperti ini, mau dibawa berobat pun saya keterbatasan biaya. Semenjak masa Covid ini susah sekali mencari uang, hanya lepas-lepas makan saja sudah syukur bang, suami saya bekerja juga disalah satu media, namun tak mencukupi buat kebutuhan sehari-hari, jikalau tidak dibantu dengan kerja sampingan. Saya berharap ada dermawan yang dapat menyisikan sedikit rezekinya untuk membantu anak saya, saya hanya ibu rumah tangga bang, biar saya obatkan dulu ke alternatif anak saya, tapikan perlu biaya juga bang tuk berobat," pungkas Linda.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later