MUARATEBO KAB TEBO JAMBI (utamanews.com) - Antrian kendaraan pengantar Tandan Buah Sawit (TBS) milik petani plasma di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT. Regunas Agri Utama (RAU) di Bukit Harapan Desa Dudun Tuao Sumay Kecamatan Serai Serumpun, sepertinya terus menjadi persolan hingga November nanti. Pasalnya, akibat antrian membuat para petani merugi karena tonase TBSnya berkurang. Begitu juga para sopir angkutan TBS mengeluh karena tidak bisa mengefisienkan waktu.
"Selain timbangan (tonase,red) berkurang, kita juga harus menambah biaya operasional. Jadi kerugian yang kita alami akibat antrian ini sangat banyak," ungkap Mul, salah satu petani plasma desa Pinang Belasi Kecamatan Serai Serumpun, yang notebenenya juga sebagai sopir mobil pembawa TBS milik petani.
Menurut dia, antrian kendaraan tersebut sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian masyarakat, terutama para petani plasma. Dimana selain memakan waktu yang lama dalam penimbangan sebelum bongkar di loading PMKS, antrian juga berdampak pada susutnya timbangan dan berat TBS yang ada. "Kita juga harus menambah biaya tambahan untuk supir antara 100 sampai 150 ribu per tripnya. Jadi penghasilan kita berkurang. Inikan dampaknya terhadap perekonomian masyarakat," tuturnya.
Terpisah, Amstrong GM PT RAU saat dikonfirmasi membenarkan kondisi antrian yang terus dikeluhkan petani plasma di Kecamatan Serai Serumpun. Dimana dirinya menyebutkan jika kondisi antrian yang terjadi saat ini diakibatkan adanya proses penambahan daya tampung pabrik dari kapasitas 30 ton per jam menjadi 60 ton per jam. Akibat proses penambahan kapasitas oleh pabrik ini ada beberapa bagian pabrik yang harus dilakukan perombakan, hingga aktifitas kerja pabrik saat ini terbatas.
"Sekarang lagi proses perombakan pabrik. Kemungkinan besar November selesai. Karena itu, kita berharap pada masyarakat khususnya petani plasma agar bisa memaklumi ini. Ini kita lakukan juga untuk kepentingan petani," pungkasnya.