Berangkat dari permasalahan tersebut, lalu bermunculan berbagai teori mengenai alasan ini. Pada sebuah penelitian menyatakan bahwa cincin pada planet Saturnus merupakan sisa-sisa satelit alami miliknya, yang hancur lebur jutaan tahun lalu. Lalu serpihannya mengelilingi Saturnus.
Sebenarnya sudah lama para ilmuwan berbeda pendapat. Selain pernyataan diatas, ada lagi yang mengatakan bahwa cincin itu merupakan sisa-sisa material Nebula yang membentuk Saturnus.
Lalu ada yang berpendapat cincin itu terbentuk dari sisa-sisa komet yang menabrak atau saat gravitasi planet ini mencerai-beraikan komet yang melintas terlalu dekat.
Bahkan menurut Robin Canup dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, AS, yang merupakan penulis dalam laporan Jurnal Nature, Saturnus dulunya mempunyai banyak satelit raksasa sebesar satelit terbesarnya, yakni Titan.
Sekitar 4,5 miliar tahun lalu, satelit alami yang sebesar Titan ini mendekat ke Saturnus. Karena gravitasi Saturnus cukup kuat, lalu menariknya dan membentuk lapisan es pada satelit Titan ini terlepas.
Lapisan es inilah yang membentuk cincin Saturnus. Sementara itu, inti satelit yang berbatu-batu malah tetap utuh dan akhirnya menabrak Saturnus.
Jadi apa yang kita lihat ini sebenarnya merupakan serpihan satelit alami terbesar terakhir yang tertelan Saturnus.