Palang Merah Indonesia Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berkolaborasi dengan PMI Jakarta Utara (Jakut) menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak bencana di Kelurahan Bonalumban.
Penyerahan bantuan ini dipusatkan di Gereja Kristen Luther Indonesia (GKLI) Kelurahan Bonalumban, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tenga.
Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, juga sebagai Ketua PMI Tapteng, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi dan kepedulian dari Jakarta Utara, yang hadir langsung memberikan penguatan moril maupun materil bagi warga pascabencana.
"PMI hadir untuk bersinergi dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Yakinlah, kita tidak sendiri. Kita bersama-sama bekerja agar masyarakat kita menjadi kuat dan tangguh," kata Mahmud Efendi, Selasa (18/8/2026).
Sementara itu, Pengurus Bidang Pengembangan Sumber Daya Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara, Erna Cahyani, menegaskan komitmen mereka yang selalu berada di garis depan dalam aksi kemanusiaan dan edukasi kesiapsiagaan.
Aksi sosial ini merupakan bagian dari program kolaboratif PMI bersama Alumni Universitas Indonesia (UI) dan PT Telkom yang menjangkau beberapa titik terdampak, seperti Kecamatan Badiri, Kecamatan Tukka, dan Kelurahan Sipange di Wilayah Tapanuli Tengah.
Melalui sinergi lintas daerah ini, PMI berharap bantuan dan program edukasi yang diberikan dapat membantu masyarakat Tapanuli Tengah bangkit, pulih, dan semakin tangguh.
Bantuan diserahkan kepada 110 warga penerima manfaat berupa beras, minyak goreng, gula, roti dan teh.
Penyerahan bantuan kepada 110 warga penerima manfaat berupa beras, minyak goreng, gula, roti dan teh, disaksikan Wakil Bupati Tapanuli Tengah yang juga Ketua PMI Tapteng, Mahmud Efendi, didampingi Camat Tukka, Friendky M.H. Simanungkalit, Lurah Bonalumban, Pengurus PMI setempat, serta Perwakilan PMI Jakarta Utara.
Selain itu, PMI Jakarta Utara juga menyalurkan logistik 110 paket sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan warga. Pembangunan 5 titik sumur bor di wilayah Tapanuli Tengah untuk menjamin akses air bersih. Sosialisasi kebersihan lingkungan guna mencegah timbulnya penyakit pascabencana. Dan pendampingan pemulihan trauma bagi anak-anak di area terdampak, serta pembentukan Desa Tangguh Bencana agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan mandiri secara berkelanjutan.