Sabtu, 15 Mei 2021 09:15
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Transformasi Universitas Negeri Tapanuli Raya, Dalam Perspektif Seorang Guru SMA

Transformasi Universitas Negeri Tapanuli Raya, Dalam Perspektif Seorang Guru SMA

Taput (utamanews.com)
Oleh: Sam
Rabu, 31 Mar 2021 12:21
Istimewa
Ilustrasi
Rencana transformasi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung menjadi Universitas Negeri Tapanuli Raya sudah bergulir dan masih menjadi proses yang belum menemukan jawaban atas harapan yang dinanti-nantikan. Filosofi suku Batak adalah "Anakhon Hi Do Hamoraon Di Ahu", yang berartikan bahwa anak adalah harta terbesar bagi orangtua, sudah lama dipakai nasehat dan teladan bagi suku batak dalam kehidupan sehari- hari.

Warga Tarutung, Taput, Ibu Marala, seorang Guru SMA menyambut baik kelanjutan proses transformasi ini. Sebagai seorang guru di SMA, beliau sangat mengharapkan adanya Universitas Negeri yang dikelola oleh Kemendikbud di Tapanuli Raya.

"Pengalaman saya sebagai guru, saat memotivasi siswa, anak didik tak sedikit yang mengatakan ingin melanjutkan pendidikan ke universitas dengan jurusan yang beragam, seperti Kedokteran, Ekonomi, Pertanian, Peternakan, Hukum, Ilmu Komputer, Pariwisata, dan jurusan-jurusan bonafit lainnya. Kendala orang tua di Tapanuli Raya membiayai anaknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi antara lain biaya kehidupan sang anak di perantauan", ujarnya, Rabu (31/3).


Pun begitu, orangtua di Tapanuli Raya juga menjunjung slogan "Sinur Napinahan Do Gabe Na Niula, Molo Dung Tupa Sude Boi Ma Hita Maduma", dimana slogan ini menandakan semangat dan harapan orangtua bahwa meskipun bertani dan beternak, orangtua di Tapanuli yakin hasil pertanian dan ternak mereka akan baik, dan hal itu dilakukan semata-mata demi kelanjutan pendidikan anak-anaknya dalam mengejar masa depan dan cita citanya.

Para siswa yang ekonomi orang tuanya tidak mencukupi untuk Kuliah di Universitas Bonafit seperti IPB, UI, Universitas Brawijaya, UGM, merasa sangat sedih karena selain memikirkan biaya kebutuhan anak mereka di rantau, mereka juga harus mengeluarkan dana besar untuk biaya penunjang pendidikan anak mereka.

Ada yang memilih melanjutkan kuliah di luar Tapanuli sambil bekerja, ada pula yang melanjutkan pendidikan di kampus swasta di Tapanuli dengan harapan selepas kuliah masih memiliki waktu membantu kedua orangtua nya bertani maupun beternak, mirisnya, ada yang mengubur impiannya untuk kuliah dan akhirnya menjadi pekerja.


Banyak yang berharap dapat kuliah di Tapanuli di tanah kelahirannya dengan kehadiran universitas negeri yang tak kalah saing dengan universitas negeri bonafit lainnya serta mengabdi untuk kampung halamannya yang sejak dulu kaya akan hasil pertanian seperti Beras, kopi, ikan, berbagai jenis ternak dan seni budayanya yang begitu sungguh mempesona.

"Saya sebagai guru SMA berdoa dan memohon kepada Tuhan agar Pemerintah Pusat bersedia dan segera menyetujui Permohonan Bapak Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si untuk menghadirkan Universitas Negeri di Tapanuli Raya," ujarnya.

"Universitas Negeri Tapanuli Raya menjawab kebutuhan rakyat Tapanuli Raya karena melibatkan Kabupaten di sekitar Tapanuli Utara dalam hal pendiriannya, seperti Fakultas Kedokteran di Tapanuli Utara, Fakultas Pertanian di Humbang Hasundutan, Fakultas Kelautan dan Kemaritiman di Tapteng, Fakultas Perikanan di Sibolga, Fakultas Kehutanan di Tapsel, Fakultas Pariwisata di Samosir dan Perhotelan di Toba. Apalagi kehadiran Fakultas Pertanian, Perikanan, Peternakan sangat sesuai dengan potensi dan tofografi wilayah Tapanuli," jelasnya.


Grand design konsep Universitas Negeri Tapanuli Raya ini menunjukkan bahwa Bupati Taput tidak hanya memikirkan Tapanuli Utara saja, tetapi juga masa depan Tapanuli. Universitas harus mempersiapkan lulusannya menjadi lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar kerja domestik maupun global.

Menutup pernyataannya, ibu guru ini juga berharap agar kepala daerah di Tapanuli Raya juga ikut menyuarakan dan memperjuangkan hadirnya Universitas Negeri Tapanuli Raya karena ini masa depan Tapanuli Raya. 

"Meminjam kutipan dari Najwa Shibab, salah satu presenter ternama yang menyampaikan demikian, 'Hanya pendidikan yang bisa menyelematkan masa depan, tanpa pendidikan Indonesia tak mungkin bisa bertahan.' Semoga kita semua bisa bersama mendukung dan memperjuangkan hadirnya Universitas Negeri Tapanuli Raya ini," tutupnya dengan semangat dan penuh harapan dalam doa.
Editor: Robi

T#g:tapanuliTaputUNTARAGuru
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Mei 2021 15:55

    Era Normal Baru, Taput Apel Gelar Pasukan OPS KETUPAT TOBA-2021

    Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Toba 2021 dalam Rangka Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, dilaksanakan di Lapangan Tangsi Jln Melanton Siregar Kecamatan Tarutung Kabupaten Taput (Tapanuli Utara),

  • Rabu, 05 Mei 2021 15:55

    KONFERCAB - XI GMKI Tarutung tetapkan Ketua dan Sekretaris Cabang serta keluarkan rekomendasi penting

    Kegiatan Konferensi Cabang resmi dibuka oleh Pengurus Pusat GMKI Kordinator Wilayah I SUMUT-NAD Hendra L Manurung, S.Agr didampingi oleh Pemerintah Kab. Tapanuli Utara yang diwakilkan oleh Kepala Dina

  • Minggu, 02 Mei 2021 21:32

    Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional, Antonius D Tumanggor: Pendidik Harus Jadi Teladan

    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Antonius Devolis Tumanggor S.Sos menyampaikan ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional bagi para tenaga pendidik baik formal dan non formal. Te

  • Sabtu, 01 Mei 2021 12:21

    Kaum Milenial Indonesia Tanggapi Kasus Daur Ulang Alat Rapid Tes Antigen di Kualanamu

    Kaum Milenial Indonesia (KAMI) angkat bicara dan berikan masukan atas peristiwa Daur Ulang Alat Test Rapid Antigen yang terjadi di Bandara Kualanamu pada Selasa lalu.

  • Kamis, 29 Apr 2021 22:49

    Safari Ramadhan di Polres Taput, Kapoldasu Beri Sembako kepada Anak Yatim

    Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi melakukan Safari Ramadhan di Polres Tapanuli Utara (Taput), Jalan Letjend Soeprapro No. 2, Tarutung.

  • Jumat, 23 Apr 2021 20:53

    Bangun Sinergitas dengan Pemkab, KAMI Taput Siap Promosikan Destinasi Wisata dan Kuliner

    Menilik pengertian destinasi wisata secara umum adalah tempat/ tujuan kita melakukan perjalanan dimana dapat memperluas pengetahuan, bersenang-senang dan menambah pengalaman.

  • Kamis, 22 Apr 2021 10:22

    Satgas Yonif 512 ajarkan berhitung sejak dini di perbatasan Papua

    Demi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalipay memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di Pos Kalipay Kampung Pund, Distrik Wari

  • Rabu, 21 Apr 2021 16:51

    Sosok Saut Simanungkalit SE MM Ikut Pilkada Bupati Tahun 2024 Di Taput

    Dalam permainan Pilkada (pemilihan kepala daerah) Tahun 2024 mendatang di Kabupaten Taput (Tapanuli Utara), Saut Simanungkalit SE MM siap ikut bertarung dalam Pilkada tersebut.

  • Minggu, 18 Apr 2021 12:48

    Satgas Yonif 512 Ajarkan Cara Berhitung Sejak Dini Di Perbatasan Papua

    Untuk membantu pemerintah dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu bersaing di era globaliasi, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalibom mengunjungi kampung bin

  • Kamis, 15 Apr 2021 20:05

    Persiapan Sekolah Tatap Muka di Tebing Tinggi, Guru Divaksin

    Dinas Kesehatan Kota Tebingtinggi bersama Dinas Pendidikan setempat menggelar vaksinasi kepada tenaga pendidik (guru), Kamis (15/4/2021) di Ruang Laboratorium Terpadu Dinas Pendidikan Jalan Gunung Lou

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak