Rabu, 17 Jun 2026
TNI Gelar Binkom di Makodim 0210/TU, Ajak Masyarakat Taput Aktif Cegah Konflik Sosial
Taput (utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit Rabu, 03 Jun 2026 13:43
Istimewa

Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara antusias mengikuti kegiatan Pembinaan Komunikasi (Binkom) yang digelar di Aula Mini Makodim 0210/TU, Rabu (3/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber langsung dari Mabes TNI dengan tujuan memperkuat peran masyarakat dalam mencegah konflik sosial sejak dini.

Kegiatan Binkom dipimpin Ketua Tim Binkom Letkol Inf Fernando Batubara, S.Sos., M.Han., yang menjabat sebagai Pabandya-1/Renproggar Spaban 1/Ren Sintelad. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan dari Dandim 0210/TU Letkol Kav Ronald Tampubolon, SH., M.Han.

Dalam sambutannya, Dandim mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat pemahaman terkait pencegahan konflik sosial di tengah masyarakat.

“Selamat datang di Mabes Kodim 0210/TU. Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu dan para narasumber. Semoga pada Binkom ini menambahkan wawasan kita dalam mencegah konflik sosial. Mari kita manfaatkan pertemuan ini agar dapat mencegah permasalahan konflik sosial yang akan terjadi di wilayah Kodim 0210/TU,” ujar Dandim.
Kegiatan Binkom tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Masyarakat dan Komponen Bangsa Dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 0210/TU”.

Selanjutnya, Ketua Tim Binkom membacakan sambutan Asisten Intelijen Staf Angkatan Darat yang menekankan pentingnya respons cepat terhadap potensi konflik sosial di tengah masyarakat.

Dalam sambutan tersebut, masyarakat diajak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta aktif memberikan informasi apabila terdapat potensi konflik agar dapat ditangani secara preventif sebelum berkembang lebih luas.

Materi pertama disampaikan perwakilan Polres Tapanuli Utara, AKP Jimi Charles Hutajulu Tofik, yang mewakili Kabag Ops Polres Taput. Ia memaparkan materi mengenai penegakan hukum dalam konflik sosial berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial.
produk kecantikan untuk pria wanita

Menurutnya, regulasi tersebut bertujuan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, damai, serta menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi manusia.

Materi berikutnya disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Erikson Siagian. Ia menjelaskan peran seluruh komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial.

Dalam paparannya, Erikson menyebut sejumlah dasar regulasi yang menjadi acuan penanganan konflik sosial, di antaranya UU Nomor 7 Tahun 2012, PP Nomor 2 Tahun 2015 tentang pelaksanaan penanganan konflik sosial, serta Keputusan Bupati Taput Nomor 100.3.3.2/187/IV/2026 tentang Pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Taput Tahun 2026.

iklan peninggi badan
Sementara itu, Ketua Tim Binkom Letkol Inf Fernando Batubara membawakan materi bertajuk “Wawasan Kebangsaan untuk Indonesia Emas”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa konflik kerap berawal dari perbedaan yang tidak dikelola dengan baik.

Ia menggambarkan bahwa masyarakat kerap dihadapkan pada “persimpangan jalan” antara rasa cinta dan kebencian terhadap perbedaan. Karena itu, nilai cinta kasih dinilai menjadi salah satu cara untuk meredam potensi konflik yang muncul di tengah masyarakat.

Melalui tayangan video dan berbagai contoh konflik sosial di dalam maupun luar negeri, Letkol Fernando memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia juga menekankan peran masyarakat sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila, penerus bangsa, agen perubahan, serta pengontrol sosial di lingkungan masing-masing.

“Harapan saya, untuk para peserta Bapak/Ibu untuk menjadi agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Letkol Fernando menutup pemaparannya.

Usai sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan terkait materi yang disampaikan para narasumber, hingga moderator harus membatasi jumlah penanya demi menjaga ketertiban jalannya diskusi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Binkom Letkol Inf Fernando Batubara, S.Sos., M.Han., Serka Ronald Prasetyo, Sertu Anggi Madixion Candra, Pasi Intel Dim Kapten Inf N. Tumangger, Sertu Yosbaine staf Intel Dim 0210/TU, serta 65 peserta Binkom cegah konflik sosial.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later