Beberapa hari terakhir, dunia kesehatan di Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan publik. Kali ini perhatian masyarakat tertuju pada Puskesmas Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, yang videonya beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial serta memicu beragam reaksi dari warganet.
Kondisi ini muncul tak lama setelah RSUD Rantauprapat juga sempat menjadi sorotan terkait isu penanganan pasien yang kemudian diklarifikasi oleh pihak rumah sakit. Menyikapi kegaduhan terbaru ini, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Labuhanbatu Hj. Tuti Noprida Ritonga, S.Si., Apt., M.M., memberikan tanggapan singkat namun menenangkan, Jumat (17/7/2026).
"Saat ini saya belum mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi, karena saat peristiwa itu berlangsung saya sedang mengikuti kegiatan diklat pendidikan," ujar Tuti kepada Utamanews.
Meskipun belum mendapatkan laporan rinci di lapangan, ia meminta seluruh pihak, baik warga, tenaga kesehatan, maupun elemen masyarakat lainnya, untuk tidak terburu-buru membuat kesimpulan. Ia berharap suasana tetap kondusif.
"Untuk sementara waktu, saya berharap semua pihak menjaga ketenangan, tetap beraktivitas seperti biasa, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus terus berjalan dengan baik," tambahnya.
Kadiskes juga menegaskan bahwa saat ini tugas pemantauan langsung di lapangan sedang dijalankan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan. Pihaknya berjanji akan segera menelusuri kebenaran informasi, memproses segala hal yang ditemukan, dan akan memberikan klarifikasi resmi setelah mendapatkan laporan lengkap.
Sebelumnya, video berdurasi singkat yang berlokasi di lingkungan Puskesmas Tanjung Haloban sempat viral. Dalam tayangan tersebut, terlihat sejumlah pegawai kesehatan mendatangi Kepala Puskesmas yang masih berada di dalam mobil.
Dalam video tersebut, terdengar narasi yang menyebutkan bahwa Kepala Puskesmas Tanjung Haloban yang diketahui bernama Susyani, S.K.M., M.K.M., dituding melakukan pemotongan dana insentif yang tidak jelas. Namun hingga saat ini, kebenaran tuduhan tersebut masih belum terkonfirmasi.
Pihak Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengutamakan informasi yang terverifikasi dari instansi resmi, serta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut.