Minggu, 18 Apr 2021 23:51
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Puluhan Elemen Masyarakat Sumut Kirim Karangan Bunga Dukung Pembubaran FPI

Puluhan Elemen Masyarakat Sumut Kirim Karangan Bunga Dukung Pembubaran FPI

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Rabu, 30 Des 2020 11:50
Istimewa
Karangan bunga dari masyarakat untuk mengapresiasi pembubaran FPI, Kamis (31/12).
Puluhan karangan bunga dukung pembubaran Ormas FPI terpajang di sejumlah titik Kota Medan, diantaranya Kantor DPRD Sumut, DPRD Medan dan Lapangan Merdeka, Kamis pagi (31/12/2020).

Amatan media ini, Karangan bunga tersebut berisi ucapan terima kasih, selamat dan dukungan terhadap pemerintah atas upaya menjaga NKRI dari rongrongan Ormas FPI. Tampak antara lain,

"Turut Bersukacita Atas Pemakaman FPI, dari Gerakan Anti Radikal" - "Selamat Sukses Pada Pemerintah, Kami Kawal Pembubaran FPI, dari Laskar Pemersatu Umat" - "Mantap Atas Penetapan FPI Sebagai Ormas Terlarang, dari PARBADA" - "Syukron. Mantap Bah FPI Bubar dari Komunitas Medan Bung" - Selamat Bahagia Kepada Rakyat Indonesia Atas Pembubaran FPI, dari Front Pembela Pancasila" - "Bravo TNI-Polri. Kami Dukung Pembubaran FPI, dari Gerakan Persatuan Bangsa."

Sebelumnya, Pemerintah telah mengeluarkan SKB 6 Menteri tentang larangan kegiatan penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan Front Pembela Islam (FPI).


Terdapat tujuh poin penting dalam penandatanganan SKB tersebut. Pertama pemerintah menyatakan Front Pembela Islam adalah organisasi yang tidak terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan sehingga secara de jure telah bubar sebagai organisasi kemasyarakatan.

Kedua, meski Front Pembela Islam sebagai organisasi kemasyarakatan telah bubar namun pada kenyataannya masih terus melakukan berbagai kegiatan yang mengganggu ketenteraman, ketertiban umum, dan bertentangan dengan hukum.

Ketiga, melarang setiap bentuk kegiatan dan penggunaan simbol, serta atribut Front Pembela Islam dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Keempat, apabila terjadi pelanggaran sebagaimana diuraikan dalam diktum ketiga di atas, aparat penegak hukum akan menghentikan seluruh kegiatan yang sedang dilaksanakan oleh Front Pembela Islam.

Kelima, meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dan terlibat dalam kegiatan penggunaan simbol dan atribut Front Pembela Islam dan juga untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum setiap kegiatan penggunaan simbol dan atribut Front Pembela Islam

Keenam, Kementerian dan Lembaga yang menandatangi Surat Keputusan Bersama ini agar melakukan koordinasi dan memgambil langkah-langkah penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ketujuh, Keputusan bersama ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 30 Desember 2020.

Editor: Budi

T#g:medsos
Berita Terkait
  • Senin, 29 Mar 2021 21:29

    Ferdinand Hutahaean Kecam Pernyataan Veronica Koman di Medsos

    Politisi Ferdinand Hutahaean mengecam pernyataan Veronica Koman yang mengatakan bahwa anak-anak di Papua Barat di "paksa nasionalis" oleh pemerintah.Dalam pernyataannya itu, Veronica Koman menuding pe

  • Jumat, 26 Mar 2021 22:46

    Di Makodim 0206/Dairi, Mayjen TNI Hassanuddin Pesan Ibu-ibu Persit Bijak Ber-Medsos

    Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanuddin, SIP, MM didampingi Ketua Persit KCK PD I/BB, Ny Dessy Hassanudin beserta Asintel Kasdam I/BB Kol inf A Panjaitan, Asops Kasdam I/BB Kol inf K Sianturi beserta Ibu,

  • Rabu, 24 Feb 2021 20:54

    Akun Medsos posting material terindikasi pidana akan terima 'DM dari virtual police'

    Sesuai dengan 16 program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nomor lima, yakni pemantapan kinerja pemeliharaan Kamtibmas, maka Virtual Police hadir sebagai bagian dari pemeliharaan Kamtibm

  • Selasa, 16 Feb 2021 14:56

    Panglima TNI Buka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. membuka Rapat Pimpinan TNI Tahun 2021 yang diikuti 333 peserta dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19, bert

  • Jumat, 12 Feb 2021 09:12

    Pangdam XVII/Cenderawasih Kunjungi Kabupaten Biak dan Yapen

    Untuk lebih dekat dan mengenal anggota Satuan Jajaran, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. beserta rombongan melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Biak dan Yapen, Kami

  • Selasa, 12 Jan 2021 20:12

    Pangdam Cenderawasih Minta Prajuritnya Bijak Dalam Bermedia Sosial

    Setelah meresmikan pergantian nama Kodim 1705/Paniai menjadi Kodim 1705/Nabire, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. didampingi Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, S.

  • Minggu, 06 Des 2020 02:06

    Waspada Propaganda Separatis Papua di Media Sosial

    OPM dan KKB sebagai kelompok separatis Papua melakukan berbagai cara agar mereka bisa berpisah dari NKRI. Jika cara gerilya gagal, maka saat ini mereka menggunakan media sosial seperti Facebook untuk

  • Sabtu, 28 Nov 2020 11:18

    Tokoh Jayawijaya Minta Polisi Usut Fitnah Pengganggu NKRI

    Tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Hengky Heselo meminta polisi mengusut kelompok berseberangan yang menyebarkan fitnah pengganggu kesatuan NKRI melalui media sosial Papua.Hengky

  • Selasa, 17 Nov 2020 21:17

    Kapuspen TNI: Perang Saat Ini Adalah Peperangan Informasi Media Sosial

    Perkembangan teknologi media sosial saat ini menjadi wadah yang bisa digunakan untuk apa saja. Perang saat ini lebih banyak kepada peperangan informasi media sosial, tetapi yang jelas kondisi saat ini

  • Senin, 09 Nov 2020 15:29

    Personel TNI Wilayah Kodim 0209/LB Terima Penyuluhan Hukum Dari Kumdam I/BB

    Penegakan hukum dimulai dari penyuluhan hukum yang bertujuan mencegah dan meminimalisasi terjadinya pelanggaran hukum. Ini adalah tema kegiatan penyuluhan hukum yang digelar Kodim 0209/LB di Aula Abdi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak