Senin, 16 Sep 2019 12:06
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Petani Dusun I Kampung Mangga Sangat-sangat berterimakasih atas "sertifikat gratis" Jokowi

Petani Dusun I Kampung Mangga Sangat-sangat berterimakasih atas "sertifikat gratis" Jokowi

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 15 Apr 2018 02:15
Biro Setpres
Jokowi meresmikan peremajaan sawit rakyat dan menyerahkan 7000 sertifikat tanah di Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11/2017).

Program Jokowi berupa bagi-bagi sertifikat gratis yang dinilai politikus nasional Amien Rais sebagai suatu 'pengibulan', mendapat respon dari masyarakat petani dari Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Ditemui di tanah seluas kurang lebih dua hektar yang tampak ditanami bibit kelapa sawit, Jefri Barus, penerima sertifikat gratis dari Presiden Jokowi pada 27 Nopember 2017 lalu, menyatakan bahwa sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya, bahkan kini sudah digunakannya untuk mendapat kredit usaha rakyat (KUR) dari bank BRI. "Lahan tempat kita berdiri sekarang adalah lokasi pencanangan program sawit rakyat yang mana pada tanggal 27 Nopember lalu, pak Jokowi hadir di sini, dusun 1 kampung Mangga, desa Kota Tengah, kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumut. Lahan ini alhamdulilah sekarang sudah bersertifikat yang diperoleh dari program pemberian pengurusan sertifikat gratis untuk rakyat," tutur Jefri didampingi warga desa lainnya pada UTAMANEWS, Kamis (12/4/2018).

"Alhamdulilah dengan sertifikat ini banyak yang bisa kami lakukan, antara lain kami sudah mendapat kredit usaha rakyat yang mana bunganya hanya 7 persen setahun. Jadi sangat-sangat membantu sekali bagi petani. Terimakasih bapak Presiden. Kami sangat-sangat menghargainya Pak," tukasnya seolah berkata pada Jokowi.

Terpisah, Ahmad Ridho, mahasiswa FISIP USU menanggapi statemen Amien Rais yang menyatakan bahwa program pengurusan sertifikat gratis di era Jokowi adalah pengibulan dan ada pembiaran dari pemerintah sehingga 74% tanah dikuasai oleh segelintir orang, mengatakan bahwa sebetulnya, pembagian sertifikat tanah untuk rakyat ini sudah menjadi program pemerintah sejak era Presiden Soeharto, namun ketika itu program ini belum berjalan. Barulah pada era pemerintahan Presiden SBY program ini mulai direalisasikan kemudian dilanjutkan pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Tak usah bicara aspek politik dulu lah, mari lihat efek positifnya ke masyarakat saja. Dengan disertifikatkannya tanah rakyat, tentu akan mencegah konflik agraria. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketidakjelasan status kepemilikan suatu lahan akan rentan sekali menimbulkan konflik. Jadi kehadiran Negara dalam hal pemberian sertifikat gratis ini tidak dapat dimaknai hanya membagikan selembar kertas semata. Lebih dari itu, hal ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari adanya kemungkinan konflik agraria," ujarnya memberi penjelasan.

Selanjutnya, kalau rakyat sudah punya sertifikat untuk tanahnya, tentu mafia-mafia tanah tidak bisa lagi mempermainkan mereka. "Jadi saya melihat Jokowi ini justru bertujuan untuk memberikan rakyat sebuah posisi hukum yang sangat kuat, sehingga tidak mudah dipermainkan oleh mafia-mafia yang dapat melakukan perampasan tanah ber-kongkalingkong dengan oknum penegak hukum," ungkap Ridho.




Dikatakannya, jika melihat asas manfaat yang diberikan dari program pemerintah yang ingin mewujudkan reformasi agraria tersebut, rasanya tidak ada lagi hal yang perlu diperdebatkan. Program sertifikasi tanah memang belum seutuhnya mencerminkan keberhasilan program reforma agraria. Salah satu hal yang juga harus menjadi perhatian pemerintah adalah terkait redistribusi lahan dan penyediaan akses bagi masyarakat khususnya subyek reforma agraria berupa penyediaan sarana prasarana berupa infrastruktur, pendampingan, pasar, permodalan dan teknologi. 

"Namun kurang bijaksana juga kalau langsung menuding negatif terhadap upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Pernyataan 'sertifikasi tanah adalah pengibulan', saya kira tidak mencerminkan semangat persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Hanya buat gaduh dan tidak memberi solusi yang konkrit bagi masyarakat," pungkas mahasiswa berprestasi dari Binjai ini.

Editor: Herda

T#g:sergai
Berita Terkait
  • Sabtu, 14 Sep 2019 22:14

    DPD AMPI Sergai Laksanakan Musda Sekaligus Pelantikan Kepengurusan

    Setelah Sekian Lama Tidak Aktif, DPD AMPI Sergai Laksanakan Musda Sekaligus Pelantikan Kepengurusan

  • Sabtu, 14 Sep 2019 17:04

    Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah Korban Laka Dari Kota Pinang

    Kecelakaan bus PMM yang masuk jurang di Kota Pinang Labuhan Batu Selatan Sabtu (14/09) sekitar pukul 01.00 wib tadi malam menyebabkan dua orang meninggal dunia, yakni Bernat Lumban Raja (38 tahun) dan

  • Rabu, 28 Agu 2019 19:28

    Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sergai Hanya Dihadiri 34 Dari 45 Anggota

    34 dari 45 Anggota DPRD kab. Serdang Bedagai (Sergai) turut serta dalam rapat paripurna, Rabu (28/08) pukul 11.50 wib, di gedung paripurna DPRD kab. Sergai.Ketua DPRD H. Syahlan Siregar S.T menyampaik

  • Selasa, 27 Agu 2019 15:47

    Pembangunan Masjid Agung Di Eks Lahan PTPN III Afdeling IV, Di Sergai Senilai Rp49 Miliar, Perlu Pengawasan & Sosial Kontrol

    Pembangunan masjid agung yang sangat megah yang ada di kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dinilai sangat perlu perhatian dan pengawasan sosial kontrol, mengingat anggaran tersebut sangat besar hingga

  • Senin, 26 Agu 2019 20:26

    Program Pengadaan Air Minum Di Desa Pematang Terang Belum Efektif

    Program Pamsimas (Pengadaan Air Minum Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang berlokasi di dusun I desa Pematang Terang Kecamatan Tanjung Beringin T.A 2018 APBD Kabupaten Serdang Bedagai, diketahui belum j

  • Jumat, 23 Agu 2019 15:23

    Warga Sergai Resah Atas Ulah Oknum Sekdes Desa Firdaus dan Centeng Kebun Socfindo

    Berdasarkan kwitansi penerimaan uang bermeterai 6000, yang diterima dan ditandatangani kedua oknum, yaitu Sekdes Firdaus (PNS) yang bernama Jamhuri dan seorang kepala centeng kebun Socfindo Sukarman,

  • Kamis, 15 Agu 2019 16:05

    Polres Serdang Bedagai Terima Audensi DPD AMPI

    Panitia pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kabupaten Serdang Bedagai melakukan audiensi ke Polres Serdang Bedagai.Panitia diterima Kapolres Serdang Bedagai

  • Minggu, 28 Jul 2019 14:48

    AMPI Serdang Bedagai Segera Gelar Pelantikan

    Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Serdang Bedagai akan segera melakukan pelantikan.Demikian terungkap pada rapat panitia pelantikan DPD AMPI Serdang Bedagai yang dil

  • Rabu, 01 Mei 2019 18:21

    Peringati Hari Buruh Internasional, Massa Buruh Serdang Bedagai dan Deli Serdang ke Medan

    Ratusan massa dari elemen buruh di kabupaten Serdang Bedagai dan Deliserdang bergerak menuju Kota Medan untuk merayakan Mayday pada peringatan hari buruh sedunia hari ini, 1 Mei 2019.Tampak ratusan bu

  • Jumat, 15 Mar 2019 03:15

    Say No Hoax, Say Yes Pemilu Damai 2019

    Hoax merupakan salah satu masalah yang saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, apalagi saat sedang mendekati pemilu seperti ini. Tragisnya hoax tersebut dilakukan oleh para generasi penerus bangsa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak