Kamis, 20 Jun 2019 23:28
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Petani Dusun I Kampung Mangga Sangat-sangat berterimakasih atas "sertifikat gratis" Jokowi

Petani Dusun I Kampung Mangga Sangat-sangat berterimakasih atas "sertifikat gratis" Jokowi

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 15 Apr 2018 02:15
Biro Setpres
Jokowi meresmikan peremajaan sawit rakyat dan menyerahkan 7000 sertifikat tanah di Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11/2017).

Program Jokowi berupa bagi-bagi sertifikat gratis yang dinilai politikus nasional Amien Rais sebagai suatu 'pengibulan', mendapat respon dari masyarakat petani dari Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Ditemui di tanah seluas kurang lebih dua hektar yang tampak ditanami bibit kelapa sawit, Jefri Barus, penerima sertifikat gratis dari Presiden Jokowi pada 27 Nopember 2017 lalu, menyatakan bahwa sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya, bahkan kini sudah digunakannya untuk mendapat kredit usaha rakyat (KUR) dari bank BRI. "Lahan tempat kita berdiri sekarang adalah lokasi pencanangan program sawit rakyat yang mana pada tanggal 27 Nopember lalu, pak Jokowi hadir di sini, dusun 1 kampung Mangga, desa Kota Tengah, kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumut. Lahan ini alhamdulilah sekarang sudah bersertifikat yang diperoleh dari program pemberian pengurusan sertifikat gratis untuk rakyat," tutur Jefri didampingi warga desa lainnya pada UTAMANEWS, Kamis (12/4/2018).

"Alhamdulilah dengan sertifikat ini banyak yang bisa kami lakukan, antara lain kami sudah mendapat kredit usaha rakyat yang mana bunganya hanya 7 persen setahun. Jadi sangat-sangat membantu sekali bagi petani. Terimakasih bapak Presiden. Kami sangat-sangat menghargainya Pak," tukasnya seolah berkata pada Jokowi.

Terpisah, Ahmad Ridho, mahasiswa FISIP USU menanggapi statemen Amien Rais yang menyatakan bahwa program pengurusan sertifikat gratis di era Jokowi adalah pengibulan dan ada pembiaran dari pemerintah sehingga 74% tanah dikuasai oleh segelintir orang, mengatakan bahwa sebetulnya, pembagian sertifikat tanah untuk rakyat ini sudah menjadi program pemerintah sejak era Presiden Soeharto, namun ketika itu program ini belum berjalan. Barulah pada era pemerintahan Presiden SBY program ini mulai direalisasikan kemudian dilanjutkan pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Tak usah bicara aspek politik dulu lah, mari lihat efek positifnya ke masyarakat saja. Dengan disertifikatkannya tanah rakyat, tentu akan mencegah konflik agraria. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketidakjelasan status kepemilikan suatu lahan akan rentan sekali menimbulkan konflik. Jadi kehadiran Negara dalam hal pemberian sertifikat gratis ini tidak dapat dimaknai hanya membagikan selembar kertas semata. Lebih dari itu, hal ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari adanya kemungkinan konflik agraria," ujarnya memberi penjelasan.

Selanjutnya, kalau rakyat sudah punya sertifikat untuk tanahnya, tentu mafia-mafia tanah tidak bisa lagi mempermainkan mereka. "Jadi saya melihat Jokowi ini justru bertujuan untuk memberikan rakyat sebuah posisi hukum yang sangat kuat, sehingga tidak mudah dipermainkan oleh mafia-mafia yang dapat melakukan perampasan tanah ber-kongkalingkong dengan oknum penegak hukum," ungkap Ridho.




Dikatakannya, jika melihat asas manfaat yang diberikan dari program pemerintah yang ingin mewujudkan reformasi agraria tersebut, rasanya tidak ada lagi hal yang perlu diperdebatkan. Program sertifikasi tanah memang belum seutuhnya mencerminkan keberhasilan program reforma agraria. Salah satu hal yang juga harus menjadi perhatian pemerintah adalah terkait redistribusi lahan dan penyediaan akses bagi masyarakat khususnya subyek reforma agraria berupa penyediaan sarana prasarana berupa infrastruktur, pendampingan, pasar, permodalan dan teknologi. 

"Namun kurang bijaksana juga kalau langsung menuding negatif terhadap upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Pernyataan 'sertifikasi tanah adalah pengibulan', saya kira tidak mencerminkan semangat persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Hanya buat gaduh dan tidak memberi solusi yang konkrit bagi masyarakat," pungkas mahasiswa berprestasi dari Binjai ini.

Editor: Herda

T#g:sergai
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Mei 2019 18:21

    Peringati Hari Buruh Internasional, Massa Buruh Serdang Bedagai dan Deli Serdang ke Medan

    Ratusan massa dari elemen buruh di kabupaten Serdang Bedagai dan Deliserdang bergerak menuju Kota Medan untuk merayakan Mayday pada peringatan hari buruh sedunia hari ini, 1 Mei 2019.Tampak ratusan bu

  • Jumat, 15 Mar 2019 03:15

    Say No Hoax, Say Yes Pemilu Damai 2019

    Hoax merupakan salah satu masalah yang saat ini sedang marak terjadi di Indonesia, apalagi saat sedang mendekati pemilu seperti ini. Tragisnya hoax tersebut dilakukan oleh para generasi penerus bangsa

  • Sabtu, 05 Jan 2019 22:15

    Wartawan Diancam Pemilik Galian C Di Kecamatan Sipispis Sergai

    Sarianto Damanik wartawan dari salah satu media Online yang bertugas di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara, nyaris dikeroyok oleh rekan-rekan pemilik Galian C di Desa Serbananti

  • Rabu, 19 Sep 2018 20:39

    Wabup Sematkan Pakaian Adat Melayu kepada Dandim 0204/DS

    Letkol Kav Syamsul Arifin SE MTr (Han) menjabat Komandan Kodim 0204/DS yang baru menggantikan Letkol Arm H Asep Hendra Budiana SH MM. Acara lepas sambut Dandim 0204/DS dilaksanakan di Aula Kodim Lubuk

  • Senin, 17 Sep 2018 08:17

    UMKM Sergai Gunakan Aplikasi 'Kekinian' Untuk Pembukuan Keuangan UMKM

    Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kabupaten Serdang Bedagai mulai masuk babak baru dalam menjalankan usaha. Usaha yang selama ini dilakukan secara konvensional dan hanya untuk membantu mencu

  • Jumat, 14 Sep 2018 16:14

    Ketua PKK Labuhanbatu, Hj. Rosmaidar Hasibuan dan Rombongan Hadiri Studi Banding ke Pemkab Serdang Bedagai

    Ketua PKK kabupaten Labuhanbatu, Hj. Rosmaidar Hasibuan Andi Suhaimi, beserta rombongan menghadiri dan melaksanakan kegiatan studi banding PKK Kabupaten Labuhanbatu ke Kabupaten Serdang Bedagai Provin

  • Selasa, 05 Jun 2018 14:05

    Tebing Tinggi Dan Serdang Bedagai Teken Kesepakatan Pengadaan Air Bersih

    Upaya pengadaan air bersih harus terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Mengingat, ketersediaan air bersih penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

  • Rabu, 30 Mei 2018 09:00

    Dukungan Masyarakat ke Eramas Kembali Susut

    Penarikan dukungan terhadap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Eramas terus bertambah. Kali ini, giliran eks relawan Primbana Eramas (Primer) Deliserdang dan Serdang Bedagai, ya

  • Rabu, 18 Apr 2018 08:38

    Bakamla RI Persiapkan Sosialisasi Keselamatan Laut di Medan

    Beberapa saat setelah tiba di Medan, Tim Sosialisasi Bakamla RI yang dipimpin oleh Kasubdit Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut Kombes Pol. Suharwiyono, S.H., M.H. langsung bertolak menuju Kantor Di

  • Selasa, 03 Apr 2018 04:03

    Tanggapi Dukungan JR Saragih, Djarot Inginkan Berjuang Secara Santun

    Menanggapi dukungan dari JR Saragih, Djarot Saiful Hidayat mengajak seluruh massa pendukung untuk berjuang bersama dengan santun guna memenangkan pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sit

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak