Rabu, 28 Jul 2021 01:29
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Pengendara Kecewa, Karyawan SPBU Jalan HM Said Perdamean Utamakan Pengisian BBM Pakai Wadah Jerigen

Pengendara Kecewa, Karyawan SPBU Jalan HM Said Perdamean Utamakan Pengisian BBM Pakai Wadah Jerigen

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Kamis, 15 Jul 2021 20:45
Istimewa
Salah seorang pengendara roda 4 mobil Toyota kijang Innova sangat kecewa serta kesal atas perlakuan yang tidak adil dan terkesan semena-mena yang dilakukan salah satu karyawan yang menjaga mesin pompa 2 untuk melayani konsumen mengisi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.214.235 yang berada di jalan Haji Muhammad Said Kelurahan Perdamean Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu.

Pasalnya, karyawan SPBU tersebut yang diketahui berinisial YI telah mengabaikan pengendara untuk mengisi BBM ke tangki mobil yang dikendarainya, dan lebih mengutamakan pembeli BBM yang menggunakan wadah jerigen.

Anehnya lagi, pembeli yang diutamakan karyawan SPBU tersebut, mengisi BBM pakai wadah jerigen lebih dari satu dengan menggunakan mobil dump truk. Dan perbuatan yang dilakukan karyawan SPBU tersebut diduga telah melanggar aturan serta tidak mengindahkan larangan.

Terkait hal tersebut sudah jelas bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang melayani konsumen yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen. Hal itu telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Sebelumnya, Utamanews mendapat informasi dari salah seorang pengendara mobil Innova yang mengaku menjadi korban ketidakadilan yang dilakukan salah satu karyawan SPBU tersebut. Karena lebih mengutamakan melayani pembeli yang mengisi BBM menggunakan wadah jerigen dan mengabaikannya saat hendak mengisi BBM jenis Pertalite dipompa 2 ke tangki mobil yang dikendarainya.

Pengendara mobil Toyota kijang Innova tersebut, yang tidak berkenan disebutkan namanya di pemberitaan kepada utamanews Rabu (14/7/2021) menjelaskan kronologinya.

"Sekitar pukul 14:00 Wib, Saya berangkat dari rumah bersama keluarga menggunakan kendaraan roda 4 jenis Inova menuju Pertamina depan pabrik Hokly di jalan HM Said Kelurahan Perdamean Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Kami tiba di SPBU jalan HM Said Perdamean sekitar pukul 14:30 Wib, parkir pas di belakang mobil dump truck Mitsubishi jenis Canter, nopol BK 9991 ER," terangnya.

"Kemudian, pada pukul 14:40 WIB, karena merasa terlalu lama menunggu dan baru sadar tidak mungkin mobil dump truck canter mengisi BBM Pertalite, Saya bergegas turun menanyakan kepada petugas SPBU, kenapa lama kali? Saat itu petugas Pertamina menjawab dengan menyuruh saya mengisi BBM dipompa tempat sepeda motor. Sementara saya lihat pada saat itu kendaraan roda dua sedang antri ramai mengisi BBM," ujarnya.

L"alu, Saya menjawab kenapa rupanya? petugas menjawab sedang ganti sip, karna saya tidak percaya lalu saya mengecek kedalam bak mobil truck, ternyata mobil dump truck yang didepan mobil saya sedang mengisi BBM Pertalite ke dalam jerigen yang ada di dalam bak belakang mobil dump truk tersebut", ungkapnya.

Melihat hal itu, Saya tanya lagi apa begini aturan Pertamina mengutamakan pengisian BBM di dalam jerigen dari pada mobil umum? petugas tidak ada yang menjawab malah meninggalkan saya masuk kedalam kantor." Tutur pengendara

Atas pelayanan yang buruk serta sikap kurang baik ditunjukan petugas SPBU yang pergi meninggalkan saya begitu saja membuat saya kesal dan kecewa sekali.

Lalu, saya beranjak pergi meninggalkan SPBU sekitar pukul 14:50 Wib, tidak jadi mengisi BBM ketangki mobil yang saya naiki," ungkap pengendara mobil roda 4 jenis toyota kijang Inova dengan nada kesal.

Pasca kejadian tersebut, Utamanews mencoba meminta konfirmasi Suhada selaku mandor yang bekerja di SPBU jalan HM Said Perdamean Rantau Selatan, Rabu malam (14/7) sekira pukul 20:48 Wib.

Kepada Utamanews Suhada menerangkan bahwa Ia mengetahui kejadian adanya komplain dari salah seorang pengendara yang hendak mengisi BBM di SPBU yang diawasinya dari anggotanya.

"Sebetulnya pas tadi mengisi, itu siapa tadi rupanya bang, kok apa kali, tadi kutanya anggota kenapa rupanya, tadi disuruh geser kesana enggak mau dia bang, jadi kalau kayak gitu konsumen semua gimana menurut abang," Kata Suhada coba bertanya dan meminta tanggapan Utamanews.

Tidak mau debat kusir, selanjutnya Utamanews langsung menanyakan kepada Suhada, "Apakah lebih diutamakan mengisi BBM pakai jerigen atau pengendara?

"Ia, sebetulnya yang diutamakan mengisi BBM pengendara dulu," Kata Suhada

Sekarang begini bang, timpal Suhada lagi, "Tadikan dia mengisi jerigen, dan jerigen itu lebih dari satu, aku enggak tahu katanya banyak. Kalau tadi abang itu maksudnya mau digeser mobil itu gitu, karna anggota tadi ngasi info, aku enggak tahu aku enggak disini tadi," Sebut Suhada sedikit berkilah

Utamanews menyinggung dan bertanya lagi "Apakah di SPBU ini lebih diutamakan pengisian BBM dengan mengunakan jerigen atau kepada pengendara yang datang membawa kendaraanya untuk mengisi BBM di SPBU ini?

Suhada dengan tegas mengatakan, "Sebetulnya kalau peraturannya, lebih diutamakan mengisi BBM ke pengendara daripada ke jerigen, dimana-mana SPBU itu pengendara yang diutamakan," Tutupnya.

Informasi dirangkum Utamanews, aturan dan syarat dilarangnya SPBU dan konsumen mengisi BBM di SPBU menggunakan jirigen.

Pertama, larangan pengisihan BBM gunakan jerigen diatur dalam Peraturan Presiden nomor 191/2014 agar SPBU dilarang untuk menjual premium dan solar kepada warga menggunakan jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.

Selain itu, diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pembelian Pertalite menggunakan jerigen yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu (pertanian, perikanan, usaha mikro/kecil).

"Pengisian BBM Premium oleh SPBU ke konsumen gunakan jerigen jelas melanggar peraturan yang sudah ditetapkan dan harus menjaga keselamatan bersama."

Kedua, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industry home atau rumahan dan industry untuk mobil-mobil galian C.

Ketiga, pembelian menggunakan jerigen juga termuat dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 bahwa telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna, SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

Keempat, konsumen membeli BBM di SPBU dilarang untuk dijual kembali, hal tersebut tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas.

Jika melihat Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 pasal 55, siapa saja yang menjual bensin eceran termasuk Pertamini dapat dikenakan sanksi pidana. Yakni 6 tahun atau denda maksimal Rp60 miliar.

Pada dasarnya kegiatan usaha Pertamini boleh dilakukan kalau punya izin dan jika tidak memiliki izin usaha, maka dapat dipidana dengan Pasal 53 UU 22/2001:

Setiap orang yang melakukan:
a. Pengolahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengolahan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling tinggi Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

b. Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah).

c. Penyimpanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Penyimpanan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

d. Niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp 30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

Sedangkan jika yang dijual adalah BBM bersubsidi, maka dapat dipidana dengan Pasal 55 UU 22/2001: Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp 60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).

Jika konsumen ingin membeli BBM menggunakan jerigen ada aturannya. Misalnya sudah punya surat izin dari pemerintah setempat.

Adapun jenis BBM lain diperbolehkan namun dengan ketentuan khusus. Misalnya, Pertalite dan Pertamax boleh pakai jeriken tapi harus bermaterial logam. Adapun untuk Dexlite boleh pakai jeriken plastik asalkan dengan spesifikasi khusus.

Berikut peraturan mengenai penggunaan jerigen di SPBU Pertamina:

SPBU hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.

Penjualan Bahan Bakar Khusus Jenis Gasoline Series (Pertalite, Pertamax, Petamax Turbo) dapat dilayani menggunakan wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari material dari unsur logam.

Serta, penjualan bahan Bakar Khusus Jenis Diesel Series (Pertamina Dex, Dexlite) dapat dilayani dalam wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari bahan/material dari unsur logam atau bahan HDPE (High Density polyethylene) sejenis thermoplastic khusus yang terdapat simbol HDPE2 pada kemasannya.
Editor: Budi

T#g:LabuhanbatuSPBU
Berita Terkait
  • Jumat, 23 Jul 2021 07:33

    Polisi Grebek Sarang Judi Jackpot Diduga Milik Keluarga Cawabup Labuhanbatu

    Setelah beroperasi beberapa tahun tidak tersentuh hukum, akhirnya sarang judi jenis jackpot yang diduga milik keluarga salah seorang tokoh politik yang juga calon Wakil Bupati Labuhanbatu berinisial E

  • Senin, 19 Jul 2021 07:39

    Personel Koramil 07/AKB Bantu Perbaiki Jembatan Rambin Yang Putus Di Desa Silumajang Labura

    Dengan menggunakan bantuan alat berat berupa ekskavator (Beko), Personel Koramil 07/AKB terdiri dari Bati Tuud, Babinsa, Kades dan Perangkat Desa Silumajang serta masyarakat, memperbaiki jembatan ramb

  • Sabtu, 17 Jul 2021 11:03

    Pandemi Covid-19, Polres Labuhanbatu Sinergi Dengan Kodim 0209/LB Salurkan Bantuan Sosial Bagi Masyarakat

    Polres Labuhanbatu bersinergi dengan Kodim 0209/LB, menyalurkan bantuan sosial sebanyak 1000 paket yang diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu menghadapi pandemi covid-19. Dimana bantuan sosial ter

  • Jumat, 16 Jul 2021 16:46

    Kodim 0209/LB Kembali Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama

    Kodim 0209/LB kembali menggelar vaksinasi covid-19 yang diperuntukkan bagi warga masyarakat yang dilaksanakan di aula Abdi Bina Manunggal Makodim 0209 - Labuhanbatu di jalan Pramuka kelurahan Padang M

  • Senin, 12 Jul 2021 20:42

    Bea Cukai Teluk Nibung Gelar Konferensi Pers Barang Bukti Ball Press Limpahan Dari Polres Labuhanbatu

    Bea Cukai Teluk Nibung Kota Tanjung Balai menggelar konferensi pers perihal barang bukti pakaian bekas (Ballpress) sebanyak 783 ball hasil tangkapan petugas gabungan Bea Cukai, Polairud Sei Berombang

  • Jumat, 09 Jul 2021 19:09

    Lihat Nenek Kasimi Ngutip Barang Bekas, Spontan IPTU Citrayani Beri Sembako

    Aksi spontanitas IPTU Citrayani, S.H.,M.H yang berdinas di Paurmin Bag Ops Polres Labuhanbatu beri sembako kepada seorang ibu lanjut usia (Lansia) Nenek Kasimi (70) pengais barang bekas warga aek sera

  • Kamis, 08 Jul 2021 16:58

    Polres Labuhanbatu Limpahkan BB Ball Pakaian Bekas Ke Bea Cukai Tanjung Balai

    Polres Labuhanbatu sebelumnya telah melakukan pemeriksaan barang bukti ball press pakaian bekas (Monza) di gudang ekspedisi dengan menggunakan anjing pelacak K9 yang didatangkan dari Polda Sumatera Ut

  • Kamis, 08 Jul 2021 14:08

    Pj. Bupati Labuhanbatu Pimpin Rapat Bahas Penutupan THM

    Senin lalu (5/7/2021) bertempat diruang rapat bupati, Pj. Bupati Labuhanbatu Mulyadi Simatupang, S.Pi, M.Si memimpin Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Penutupan Hiburan Malam.Dalam kesempatan itu Pj Bupa

  • Jumat, 02 Jul 2021 14:42

    Ditemukan, Polres Labuhanbatu TItipkan BB Ball Press Pakaian Bekas Di Gudang Ekspedisi

    Petugas gabungan terdiri dari Bea Cukai, Pol Airud dan Polsek Panai Tengah beberapa waktu lalu tepatnya, Sabtu (26/6) Sekira pukul 18:00 Wib berhasil menangkap dan mengamankan satu unit kapal boat ber

  • Kamis, 01 Jul 2021 18:11

    Pj. Bupati Labuhanbatu Terima Silaturahmi 4 Pemuda Calon Siswa Yang Menempuh Pendidikan Di PPLP

    Pj. Bupati Labuhanbatu Muliyadi Simatupang, S.Pi, M.Si menerima silaturahmi empat orang generasi muda Labuhanbatu yang hendak menempuh pendidikan Atlit di PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) S

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak