Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), mengklarifikasi polemik terkait pelaksanaan festival keagamaan, di daerahnya, Minggu (24/5/2026).
Polemik muncul dari penunjukan Jonnedy Marbun, seorang non muslim, sebagai ketua panitia MTQ ke 51, di Tapteng.
Penunjukan Jonnedy ditetapkan oleh keputusan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, untuk kepentingan menyukseskan kegiatan tahunan itu.
Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis, menjelaskan penunjukkan Jonnedy didasari penerapan birokrasi pemerintahan.
Dikarenakan Jonnedy Marbun menjabat Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekdakab Tapteng, yang bertanggung jawab terhadap urusan kemasyarakatan termasuk festival keagamaan.
Hak ex officio itu secara otomatis membebani Jonnedy sebagai ketua panitia MTQ tingkat kabupaten, tahun 2026.
Wabup Tapteng Mahmud juga menegaskan MTQ diselenggarakan oleh pemerintah secara nasional.
Dan ia mengimbau warga untuk mendepankan sikap moderasi beragama dalam menanggapi kebijakan pemerintah daerah pada pelaksanaan festival keagamaan tersebut.
"Jangan mudah terprovokasi dengan isu negatif, yang bisa memecah belah persatuan, persaudaraan, dan kerukunan beragama warga Tapanuli Tengah," pesan Mahmud.