Pekerjaan proyek lapisan penetrasi (Lapen) yang berlokasi di Desa Simanampang Kecamatan Siatasbarita, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) kasat mata tampak buruk. Hal ini diduga ruas jalan tersebut tidak seluruhnya dihampar agregat pengunci.
Dari pantauan di lokasi kegiatan ini Sabtu, (11/6), batu fundasi di bagian pinggir juga terlihat seperti tidak digilas alat berat, bahkan mudah terlepas jika didorong pakai kaki.
Proyek pengaspalan jalan yang dikelola Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) ini menelan biaya ratusan juta dari APBD Taput anggaran 2022 dengan volume 250M x 3M dikerjakan CV Ngolu Mulia Karya.
Dari sumber warga Desa setempat mengatakan, para pekerja sudah tidak beraktivitas lagi.
“Semua peralatan juga sudah tidak ada di sini sejak saat selesai dua pekan lalu,” ujarnya saat ditemui beberapa awak media ini Sabtu (11/6) siang.
Warga tersebut mengungkapkan, permukaan Lapen memang tampak tidak rata dan terdapat beberapa agregat pokok maupun pengunci yang masih muncul di permukaan, yang tampak tidak digilas.
Sumber juga menjelaskan bahwa pihaknya berencana akan melaporkan pekerjaan itu secara resmi ke pihak penegak hukum.
“Kita menduga proyek itu dikerjakan asal jadi dan banyak kejanggalan. Kami sudah melakukan monitoring ke lokasi. Siapa yang mengawasi pelaksanaannya, dan rekanan tidak jelas diketahui, dan dalam waktu dekat akan kami adukan ke penegak hukum agar proyek itu segera diusut,” terangnya.
Namun demikian, diharapkan proyek pengaspalan jalan Simanampang - Gottingpege yang baru berumur beberapa hari ini selesai dikerjakan segera dilakukan perbaikan lagi mengingat masih ada waktu.