Kamis, 13 Des 2018 00:43

Neta Pane Harap Prabowo Tidak Terjebak Skenario Reuni 212

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Sabtu, 01 Des 2018 09:01
Istimewa
Sikap Polda Metro Jaya yang mengijinkan Reuni 212 di Monas, Jakarta patut diapresiasi. Pemberian ijin tersebut menunjukkan bahwa Polri melihat situasi Jakarta sangat kondusif dan tidak ada yang harus dikhawatirkan dan dicemaskan menjelang dan saat Reuni 212 berlangsung.

Demikian dinyatakan Neta S Pane, Ketua Presidium Ind Police Watch, dalam siaran persnya, Sabtu (1/12/2018).

Dari pantauan Indonesia Police Watch (IPW) hingga Sabtu pagi, Jakarta sangat kondusif dan pergerakan massa tidak semasif seperti Aksi 212 tahun lalu, dimana Ahok dianggap sebagai musuh bersama. "Artinya, sikap antusias untuk mengikuti Reuni 212 Sabtu ini memudar total. Namun elit elit tertentu tetap bersikap bombastis dengan mengatakan reuni akan diikuti 1 juta orang, padahal dari pantauan IPW diperkirakan massa yang akan hadir tidak sampai 20.000", ungkapnya.

Melihat memudarnya antusias masyarakat ini IPW menilai, ada empat kerugian besar jika Prabowo-Sandi hadir dalam reuni tersebut. Pertama, dengan minimnya jumlah peserta reuni, kredibilitas Prabowo Sandi akan melorot karena dianggap tidak mampu mengumpulkan massa dan tidak punya pendukung maksimal. 

Kedua, jika unsur elit partai pendukung tidak hadir dalam reuni akan muncul kesan bahwa Prabowo Sandi sudah ditinggal elit partai pendukungnya. Ketiga, jika Reuni 212 itu didominasi kalangan radikal, Prabowo akan dicap sebagai figur pemimpin radikal dan bukan mustahil para pendukungnya akan meninggalkannya atau takut memilihnya di Pilpres 2019.

Keempat, jika terjadi kericuhan dalam acara Reuni 212, publik akan menuding, bagaimana Prabowo bisa memimpin negeri ini wong memimpin reuni saja ricuh. Untuk itu IPW berharap, Prabowo Sandi berpikir ulang untuk hadir dalam acara Reuni 212. Kasus Ratna Sarumpaet harus jadi pelajaran penting bagi Prabowo. Kasus Ratna menunjukkan betapa lemahnya tim sukses dan tim intelijen Prabowo dalam menyikapi sebuah keadaan. Kasus Ratna juga menunjukkan betapa emosionalnya Prabowo dalam menanggapi sebuah isu dan situasi. Semua itu membuat pasangan Prabowo Sandi menjadi blunder, kedodoran dan terlihat tidak profesional.

Terlepas dari semua itu, sebagai pasangan Capres Cawapres di Pilpres 2019, IPW justru berharap, Prabowo Sandi bisa menjadi pionir dalam menjaga keamanan dan situasi Jakarta yang kondusif. Figur jenderalnya harus identik sebagai figur pencipta keamanan. Jika Prabowo Sandi kembali bersikap blunder, salah perhitungan dan larut dalam belenggu elit elit yang radikal, masyarakat akan takut memilihnya di Pilpres 2019, apalagi cap sebagai figur "yang kalah" dan Orba masih menancap dalam figurnya. Prabowo Sandi memang harus cermat jika tidak mau kembali keok di Pilpres 2019.

Editor: Erickson

T#g:212
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 09 Des 2018 15:09

    Wajah BPN Sembunyi dibalik Panitia Reuni Akbar 212

    Pelaksanaan Reuni Akbar 212 di Monumen Nasional Jakarta pada 2 Desember 2018 telah berlangsung dengan lancar. Acara yang dimulai pada Minggu dini hari ini berjalan dengan tertib. Selama acara dilaksan

  • Sabtu, 08 Des 2018 03:08

    Reuni 212 Masih Menyisakan Imbas yang Sama

    Dari tahun lalu, aksi 212 selalu diwarnai perdebatan di tanah air. Berbagai pihak seringkali mengulik sisi buruk maupun sisi positif imbas dari gerakan ini. Jika ia merupakan kubu pro, maka mereka aka

  • Jumat, 07 Des 2018 03:07

    Respon Terhadap Reuni 212 dari Tahun ke Tahun

    Reuni 212 masih menimbulkan polemik di kalangan tokoh-tokoh negara dan masyarakat umum. Salah satu tokoh yang memberikan pendapatnya terhadap acara yang digelar setiap tahun itu adalah Ketum MUI. Dila

  • Selasa, 04 Des 2018 03:04

    Tanda Tanya di Balik Pengunduran Diri Beberapa Tokoh Alumni 212

    Usamah Hisyam menuturkan bahwa dia kecewa dengan aksi 212 yang kini semangatnya luntur untuk membela Islam.

  • Senin, 03 Des 2018 11:03

    Hilangnya esensi Aksi 212, reuni yang 'unfaedah'

    Kegiatan Reuni 212, tanggal 2 Desember 2018 telah berakhir. Aksi yang sebelumnya mendapat sorotan dari berbagai pihak tersebut berlangsung dengan aman dan damai. Umat Islam dari berbagai daerah berkum

  • Jumat, 30 Nov 2018 12:40

    Pengamat: Kapitalisasi Massa Aksi 212 Hanya Untuk Kepentingan Elit

    Rencana reuni aksi 212 telah menggambarkan secara nyata bahwa aksi yang digagas oleh sejumlah elit Islam politik pada 2016 lalu dan coba direpetisi pada 2 Desember 2018 adalah gerakan politik. Sebagai

  • Selasa, 27 Nov 2018 17:57

    Pengamat: Reuni 212 Sarat Dengan Kepentingan Politik

    Awal Desember nanti reuni alumni 212 akan kembali digelar. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, juga telah mengizinkan penggunaan Monas untuk agenda ini. Pengamat politik Ray Rangkuti menilai acara a

  • Sabtu, 01 Des 2018 03:01

    Gosip atau fakta, Aksi 212 berbalut politik?

    Dewasa ini, "gosip atau fakta, aksi 212 berbalut politik?", menjadi banyak pertanyaan di masyarakat. Mengapa? Pasalnya setelah ditelisik gerakan 212 ini seperti memiliki unsur politik dalam pelaksanaa

  • Rabu, 28 Nov 2018 03:28

    Reuni Aksi 212 Identik Dengan Kepentingan Politik

    Beberapa hari belakangan ini,  pemeberitaan di media soal gerakan 212 yang kabarnya akan kembali digelar sebagai ajang reuni, mulai mengalami peningkatan. Sepertinya mereka tetap akan menggelar a

  • Minggu, 25 Nov 2018 19:25

    Reuni 212, Agenda Politik Sarat Polemik

    Sadar atau tidak, aksi Reuni 212 yang rencananya hendak digelar 2 Desember 2018 telah menjadikan polemik di dunia politik Indonesia. Pasalnya, pro dan kontra terhadap acara reuni 212 ini terus saja be

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak