Sejumlah mahasiswa di Kota Medan melaksanakan konsolidasi untuk membahas dukungan serta sektor-sektor yang perlu dibenahi guna memaksimalkan kualitas lingkungan hidup. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap kondisi lingkungan di tengah pesatnya pembangunan kota.
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan Kota Medan menyatakan komitmennya untuk mendorong perubahan nyata. Mereka menilai bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga harus aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan.
Dalam konsolidasi tersebut, para peserta sepakat untuk memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dengan berbagai pihak terkait. Sinergi ini dianggap penting agar upaya perbaikan lingkungan hidup dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan di Kota Medan.
Boby Wahyudi Lubis sebagai aktivis lingkungan hidup Sumatera Utara menegaskan pentingnya kualitas lingkungan dalam sebuah kota metropolitan. Ia menilai bahwa Medan sebagai pusat aktivitas di Sumatera Utara harus mampu menjadi contoh dalam pengelolaan lingkungan yang baik.
"Ciri dari Kota Metropolitan adalah seimbangnya pembangunan pada infrastruktur dan Lingkungan hidup yang baik. Semua itu bisa berbentuk tata kota yang maksimal maupun semakin banyaknya Ruang Terbuka Hijau yang dibuka di Kota Medan sebagai jantungnya Sumatera Utara. Hari ini Kota Medan sudah mengarah ke arah yang lebih baik untuk hal ini," ungkap Boby Wahyudi, Selasa (14/4).
Menurut Boby, keseimbangan antara pembangunan fisik dan kelestarian lingkungan merupakan indikator utama kemajuan sebuah kota. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan hidup.
Konsolidasi ini juga dihadiri oleh perwakilan Ketua IMM Kota Medan Bidang Lingkungan Hidup, Fatrul Rahman Hutasuhut. Ia menegaskan bahwa gerakan mahasiswa terus berupaya membangun kolaborasi lintas sektor demi terciptanya lingkungan hidup yang optimal.
"Kami berupaya berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait pada sektor lingkungan hidup yang ada di Kota Medan. Baik pada dinas lingkungan hidup maupun lembaga sosial yang bergerak di lingkungan hidup," ucapnya.
Fatrul juga menekankan bahwa kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan hidup merupakan bagian dari kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.
Dalam diskusi tersebut, para mahasiswa menyoroti sejumlah aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius, khususnya terkait pengelolaan aliran sungai di Kota Medan. Sungai dinilai sebagai elemen vital yang mencerminkan kualitas lingkungan suatu kota.
Adapun beberapa poin penting yang menjadi fokus konsolidasi meliputi penegasan aturan terhadap bangunan di bantaran sungai. Pemerintah diharapkan tegas dalam menertibkan bangunan demi menjaga ketersediaan ruang terbuka hijau di sepanjang aliran sungai.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang masih membuang limbah ke sungai. Mereka juga menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah serta mendorong penghijauan kembali ruang terbuka hijau di Kota Medan sebagai langkah konkret menjaga keseimbangan lingkungan.