Minggu, 19 Apr 2026

LSM Ini Duga Manager Kebun Mambang Muda Tidak Profesional Bersihkan Gulma Pohon Karet

Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung Kamis, 25 Feb 2021 11:45
Kebun karet di wilayah Mambang Muda
 Istimewa

Kebun karet di wilayah Mambang Muda

Beberapa elemen masyarakat serta para pemerhati kebun di Aek Kanopan menilai bahwasanya Manager Kebun Yudha, SP serta para petinggi pelaku pengelola Kebun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perkebunan PN III Mambang Muda yang bergerada di Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhan Batu Utara diduga tidak profesional dalam mengelola sebuah Perkebunan Negara baik itu tanaman karet maupun Sawit.

Demikian disampaikan Sofyan Tan Aktivis Pemerhati Kebun dan Lahan kepada media ini pada hari Kamis (25/02) di Aek Kanopan. 

Dikatakannya, hal ini dapat ditinjau dari buruknya kondisi areal kebun yang hampir seluruh afdeling rata- rata dipenuhi oleh gulma gulma yang merupakan musuh bagi tanaman.
''Hasil pengecekan kami di lapangan dan dengan beberapa rekan wartawan dan LSM menemukan rumput rumput musuh tanaman yang begitu leluasa dan merajalela berkembang pesat memenuhi areal tanaman produktif karet dan Sawit. Bahkan di lokasi tersebut terlihat banyak gulma yang telah melilit batang pohon karet sadapan yang berdampak mengganggu perkembangan pohon. Belum lagi kondisi tanaman karet yang disangsikan akan menjadi persentasi kematian kulit pohon karet sadapan makin tinggi akibat pembiaran gulma dan dampak peracunan areal di cuaca panas yang tinggi'', cetusnya.
Hal buruknya perawatan kebun ini sangat berdampak pada kerugian Negara yang berkelanjutan.

Terkait hal ini, ketika dikonfirmasi kepada Manager Kebun PN II Mambang Muda bernama Yudha SP. melalui Asisten personalia kepala (APK) Khairil Anwar (Rabu 24/2) kemarin di ruangannya mengatakan bahwa, pihak kebun sudah melakukan perawatan secara rutinitas tapi memakai jangka semester dalam perawatan areal.
"Dan kendala yang kita hadapi adalah cuaca tahun lalu curah hujan begitu tinggi sehingga berpengaruh pada keadaan areal serta jalan produksi. Kalau boleh tahu areal mana yang disebut buruk kondisinya agar kita sampaikan kepada Askep agar kebenaran informasi ini dapat ditinjau di lapangan," ujar APK Khairil.

Dalam keterangannya kepada beberapa Media, Sekretaris Jendral LSM Sidik Perkara Labura Munir Nasution didampingi Bung Deny zimmy usai Audensi di kantor Kebun Rabu (24/2)2020, menyatakan, "Kita sangat kesal atas sikap para pelaku pengelola setarap Manager, ASKEP Lapangan hingga Asisten Afdeling yang sepatutnya turut hadir dalam Audensi hasil temuan di lapangan terkait buruknya kondisi areal kebun Negara Perkebunan PN III Mambang Muda."
produk kecantikan untuk pria wanita
''Sebab hal ini, mereka yang paling layak memberi masukan jawaban atas tudingan keteledoran para petinggi kebun dalam mengelola Anggaran perawatan kebun yang selalu digadang gadangkan sebagai kebun Raksasa milik Negara yang katanya selalu mendapat penghargaan dalam hal kelola perkebunan. Yang menerima kami dengan media untuk konfirmasi (audensi) hanya APK itu wajar, tapi Apk Khairil kan hanya sebatas bicara di atas meja, karena sekedar tahu dari bisikan bawahannya, sementara kondisi areal kebun yang sebenarnya sudah memburuk dan kita sudah berikan melalui Whatsapp foto-foto dokumentasi yang terjadi di lapangan," ucapnya.

"Yang pasti kami bukan saja sebagai Lembaga sosial kontrol tapi juga sebagai warga tetangga kebun akan terus memantau dan menindak lanjuti hal ini ke Distrik Delab III hingga ke Kandir Medan, agar Satuan Pemeriksa Internal (SPI) turun ke lapangan berdampingan dengan kami dan kawan-kawan Wartawan untuk memeriksa hasil- hasil temuan kami. Sebab hal ini kami nilai merupakan kerugian Negara yang berkelanjutan, yang tak bisa dibiarkan," sebut Munir dengan nada kesal.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️