Rabu, 13 Nov 2019 08:42
  • Home
  • Sosial Budaya
  • LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut Desak Polisi Sikat Habis Dalang dan Pelaku Pembunuh 2 Wartawan Labuhanbatu

LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut Desak Polisi Sikat Habis Dalang dan Pelaku Pembunuh 2 Wartawan Labuhanbatu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Senin, 11 Nov 2019 08:01
Junaidi
Menyoroti kejadian pembunuhan sadis 2 wartawan yang tewas mengenaskan dengan luka bacokan di sekujur tubuh korban, Ketua LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut, Haris Nixson Tambunan, SH, meminta pihak kepolisian segera menuntaskan dan menangkap pelaku yang masih buron yang terlibat dalam aksi pembunuhan di PT SAB/KSU Amelia kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu.

Hal itu dikatakannya, melalui seluler kepada wartawan, Minggu (10/11/19) saat dimintai tanggapannya terkait tertangkapnya lima pelaku dan pemilik PT SAB/KSU Amelia dusun Wonosari desa Wonosari kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara.

Selain itu Haris Nixson menegaskan agar para pelaku pembunuhan diberikan hukuman yang seberat- beratnya, dan dalam hal ini, pihak Polres Labuhanbatu agar serius untuk membongkar permasalahan ini, dan memberikan rasa keadilan bagi korban dengan menetapkan pasal terberat pembunuhan berencana.

"Di samping itu atas tertangkapnya beberapa pelaku pembunuh wartawan tersebut, kita juga mengapresiasi kinerja aparat kepolisian, tetapi kita juga meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang masih buron agar mempertanggung jawabkan perbuatannya", tegas Haris Nixson. 


Informasi yang dihimpum wartawan sebelumya dari Bid Humas Polda Sumatera Utara dalam Press Release tentang "Dengan Sengaja Menghilangkan Orang Lain atau Pembunuhan Berencana", menerangkan, Pihak  Perkebunan PT.  Amelia sudah  berkali-kali mengusir dan memperingatkan para penggarap dari kelompok/ group MARADEN SIAPIAR dan siapa saja yang menggarap di perkebunan tersebut.

Karena sering terjadi cekcok dengan para penggarap, HARRY sebagai pemilik Perkebunan PT. Amelia pernah menyuruh JOSHUA SITUMORANG untuk menghabisi RANJO SIALLAGAN, dengan upah Rp15.000.000,- namun RANJO SIALLAGAN tidak mati. Dan ketika kelompok/ group MARADEN SIAPIAR cekcok dan mengancam pihak Perkebunan PT. Amelia, HARRY kembali memerintahkan JANTI KATIMIN HUTAHEAN Alias JAMPI HUTAHEAN. "Kalau group SIANIPAR (korban) ada disana, usir dan kalau melawan habisi dan akan diberi upah kalau sudah menghabisi group MARADEN SIAPIAR."

Pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 yang lalu, sekira pukul 13.00 WIB, MARADEN SIANIPAR dan MARTUA P SIREGAR alias PAK SANJAI datang ke Perkebunan PT. Amelia. Di perkebunan kedua korban ditemui oleh HENDRIK SIMORANGKIR (membawa 1 bilah Klewang), RIKI PRANATA Als RIKI (membawa 1 bilah Klewang), JOSUA SITUMORANG Als JOS (membawa 1 bilah Parang dan mengendarai Sp. Motor), DANIEL SIANTURI Als NIEL (membawa 1 bilah Klewang), SABAR HUTAPEA (mengendarai Sp. Motor) dan VICKTOR SITUMORANG dengan 2 (dua) unit Sepeda Motor dari rumah SABAR HUTAPEA.

HENDRIK SIMORANGKIR  menanyakan  kepada 2 (dua) korban untuk apa datang ke perkebunan, sehingga terjadi cekcok. MARADEN SIANIPAR mengatakan kepada HENDRIK SIMORANGKIR bahwa di perkebunan tersebut banyak pencuri, sementara ke 2 (dua) korban bukan pemilik kebun.


Adapun kronologis penangkapan, pada hari Selasa, tanggal 05 November 2019, Reskrim Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir mengamankan 2 (dua) orang tersangka, atas nama VICTOR  SITUMORANG alias PAK  REVI, diamankan  sekira pukul 01.00 WIB dari kediaman tersangka, sedangkan SABAR HUTAPEA alias PAK TATI, diamankan sekira pukul 01.30 WIB dari rumah tersangka di Sei Berombang Panai Hilir.

Pada hari Selasa, tanggal 05 November 2019, sekira pukul 19.30 WIB, Tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, mengamankan tersangka DANIEL SIANTURI, di rumah saudaranya di Desa Janji Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas, dan pada hari Rabu, tanggal 06 November 2019 sekira pukul pukul 22.30 WIB, Tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak bersama Tim Reskrim Polres Tanah Karo, kembali mengamankan tersangka JAMPI HUTAHEAN, di kos-kosan Jalan Jamin Ginting Kabanjahe.

Lalu pada hari Kamis, tanggal  07  November 2019, sekira pukul 14.00 WIB, mengamankan tersangka WIBHARRY PADMOASMOLO Als HARRY di Komp. Perumahan CBD Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

Dalam hal ini, JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN Alias JAMTI HUTAHEAN (42) ditetapkan sebagai tersangka, peran otak pelaku yang merencanakan pembunuhan di rumah tersangka JAMPI HUTAHEAN bersama tersangka JOSUA SITUMORANG, RIKKY dan HENDRIK SIMORANGKIR, menerima intruksi dari HARRY pemilik PT. Amalia. Perintahnya, "Kalau group SIANIPAR (korban) ada disana usir dan kalau melawan habisi".

"Merekrut dan mengarahkan eksekutor   DANIEL SIANTURI Als NIEL, JOSUA SITUMORANG, RIKKY dan  HENDRIK SIMORANGKIR untuk menjaga kebun dari para penggarap, jika ada yang melawan dan tidak mau diusir, dibunuh terutama MARADEN SIANIPAR".

Memberikan dana operasional sebesar Rp1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah kepada DANIEL SIANTURI Als NIEL untuk berangkat dari Perdagangan- Siantar ke Berombang. Setelah  melakukan pembunuhan, menerima kiriman uang dari WATI bendahara PT. Amelia sebesar Rp40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) dan membagikannya kepada tersangka JOSUA SITUMORANG sebesar Rp7.000.000,-, DANIEL SIANTURI Als NIEL sebesar Rp17.000.000,-, HENDRIK SIMORANGKIR sebesar Rp9.000.000, JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN Alias JAMTI HUTAHEAN, mendapat bagian Rp7.000.000.


VICTOR SITUMORANG alias PAK REVI, laki-laki, 55 Tahun, Security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia, perannya memukul korban MARADEN SIANIPAR dengan menggunakan kayu bulat panjang sekitar 1 meter yang didapatkan tersangka dari sekitar lokasi kejadian, menarik korban dan memasukkan korban ke dalam parit Bekoan.

SABAR HUTAPEA alias PAK TATI, laki-laki, 55 Tahun, Security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia, alamat Sei Siali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, perannya memukul korban MARADEN SIANIPAR dengan menggunakan kayu bulat panjang sekitar 1 meter diperoleh dari sekitar lokasi kejadian bersama dengan VICTOR  SITUMORANG alias  PAK  REVI menyeret  korban dan memasukkannya ke dalam parit Bekoan, mempersiapkan alat-alat berupa Klewang dan Parang di rumah SABAR HUTAPEA, mengendari Sepeda Motor, membuangkan Sepeda Motor Honda Supra yang digunakan korban ke dalam Parit.

DANIEL SIANTURI Als NIEL, 40 tahun, Kristen, Security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia, alamat Desa Pardomuan Kasindir Kel. Nagori Kasindir Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, perannya menerima perintah untuk menghabisi group MARADEN SIANIPAR dari JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN Alias JAMTI HUTAHEAN, mencari/merekrut RIKKI untuk ikut menghabisi group MARADEN SIANIPAR, membacok kepala HENDRIK  SIMORANGKIR sebanyak 2 (dua) kali  dan membacok telapak tangan kiri sebanyak 1 (satu) kali, Membawa 1 (satu) bilah Klewang, Ada mencekik leher MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI, Mendapat bagian Rp10.000.000- (sepuluh juta rupiah), Memberikan uang operasional kepada RIKKI sebesar Rp7.000.000,-

Dijelaskan ,HARRY PADMOASMOLO Als HARRY, 40 Tahun, Wiraswasta, Budha, Alamat Jalan I.R. H.Juanda Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun Kota Medan peranya sesuai dengan keterangan bahwa HARRY PADMOASMOLO Als HARRY tidak ada berperan dalam peristiwa pembunuhan dan HARRY PADMOASMOLO Als HARRY bukan pemilik kebun.

Salah satu pemilik Kebun Kelapa Sawit  KSU Amelia adalah Mertua dari HARRY PADMOASMOLO Als HARRY bernama YOHANA RAME SITORUS, kenal dengan JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN sebagai Humas/ Security
Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia,  sedangkan untuk JOSUA SITUMORANG dan HENDRIK SIMORANGKIR tidak kenal.

JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN sudah bekerja selama 5 Tahun dan digaji oleh Mertuanya melalui Admin bernama WITA, Tidak pernah menyuruh JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN untuk melakukan pembunuhan atau mencari pembunuh, Tidak pernah  mengetahui bahwa WITA ada  menstransfer uang senilai Rp40.000.000,- ke rekening tersangka JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN, Tidak kenal dengan  MARADEN SIANIPAR dan MARTUA  PARASIAN SIREGAR  Als SANJAI.

Sebelum terjadi pembunuhan terhadap kedua korban, pada pertengahan bulan Oktober 2019, HARRY PADMOASMOLO  Als HARRY ada menghubungi JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN menanyakan mengapa JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN tidak menjaga Kebun milik mertuanya, bukan memerintahkan mencari teman pengganti si MANIK, Tidak benar ada menyuruh JOSUA melakukan pembunuhan terhadap RANJO SIALLAGAN dan tidak benar memberikan uang sebesar Rp15.000.000,- kepada RANJO SIALLAGAN, Tidak ada membayar dan menyuruh JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN untuk melakukan pembunuhan terhadap MARADEN SIANIPAR dan MARTUA PARASIAN SIREGAR Als SANJAI.

Tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang mengklaim dan menyatakan bahwa Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia adalah milik mereka, Tidak kenal dengan DANIEL SIANTURI Als NIEL, hanya namanya yang dikenal oleh HARRY PADMOASMOLO Als HARRY.

DPO JOSHUA SITUMORANG Als JOS, laki-laki, 20 Tahun, Kristen, Wiraswasta, alamat Dusun Enam Sei Siali Desa Wonosari Kec. Panai Hilir Kab. Labuhanbatu, perannya, membawa, mengejar MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI dan menikam bagian perut sebanyak 1 (satu) kali  Mengendarai Sp. Motor dan membawa 1 (satu) bilah Parang, mengangkat dan membuang mayat ke 2 (dua) korban kedalam Parit Bekoan, mendapat bagian Rp7.000.000,- (tujuh juta rupiah).

RIKKY, 20 Tahun, Kristen, alamat Kasindir Tiga Balata Pematang Siantar, membawa 1 (satu) bilah Klewang, menusuk perut korban MARADEN di SIANIPAR sebanyak 4 (empat) kali, membacok bagian punggung korban MARADEN SIANIPAR sebanyak 3 (tiga) kali, menusuk bagian bokong korban MARADENdi SIANIPAR 1 (satu) kali, menusuk perut korban MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI sebanyak 4 (empat) kali, membacok bagian punggung korban MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI sebanyak 3 (tiga) kali, mendapat bagian Rp7.000.000,- (tujuh juta rupiah).

HENDRIK SIMORANGKIR, 38 Tahun, Security Perkebunan PT. Amelia, alamat Perdagangan, membacok Korban sampai meninggal dunia, mendapat bagian Rp9.000.000,- (sembilan juta rupiah).

Barang Bukti yang diamankan 1 (Satu) unit Honda Revo warna hitam liris biru BK 5158 VAB, 1 (satu) Unit sepeda motor Merk Honda Supra X dengan nomor polisi BK 2220 IO, 1 (Satu) Potong kaos dalam berlumuran darah, 1 (Satu) Potong kaos warna hitam, 1 (satu) buah sepeda warna coklat sebelah kiri, 5 (Lima) Unit Handphone yang digunakan tersangka.

Atas perbuatan yang dilakukan para tersangka dikenakan Pasal 340 Jo. Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana  (hukuman mati atau penjara seumur
Hidup dan atau selama-lamanya 20 Tahun).

Editor: Budi

T#g:tewas
Berita Terkait
  • Selasa, 05 Nov 2019 21:15

    Pria Bertato Kupu-Kupu Tewas di Sungai Deli

    Masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Deli, digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang tersangkut di tungkul kayu di Sungai Deli Jalan LK.Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Keca

  • Selasa, 05 Nov 2019 17:05

    Kurir Narkoba Jaringan Internasional Tewas Ditembus Timah Panas

    Satres Narkoba Polrestabes Medan tembak mati seorang kurir Narkoba jenis sabu jaringan Malaysia- Aceh dalam suatu penyergapan dari kawasan Tol Helvetia di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Medan Helve

  • Sabtu, 02 Nov 2019 15:12

    Suami Istri Ditemukan Tidak Bernyawa Tergantung Di Bawah Jembatan

    Masyarakat Labuhanbatu kembali lagi dihebohkan adanya temuan mayat sepasang suami istri yang sudah tidak bernyawa tergantung di bawah jembatan sungai Kaludang, persisnya dekat perbatasan lahan toko Ro

  • Kamis, 31 Okt 2019 21:21

    Mantan Caleg Partai Nasdem Diduga Korban Pembunuhan di PT SAB/KSU Amelia

    Salah seorang yang diduga korban pembunuhan yang dilakukan orang tidak dikenal di areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU, Ir.Maraden Sianipar (55) pernah berkompetisi dalam pemilihan calon legislati

  • Kamis, 31 Okt 2019 13:51

    Sadis.. Mayat Dua Wartawan Labuhanbatu Ditemukan Dengan Kondisi Tubuh Luka Bacokan

    Mayat Maratua P. Siregar (Sanjai) ditemukan di semak-semak dengan kondisi luka bacokan beserta sepeda motor yang dipinjam dari Burhan Nasution rekan korban, penemuan korban sekitar 200 meter dari pene

  • Kamis, 31 Okt 2019 09:31

    Ditemukan Tidak Bernyawa, Raden Sianipar Diduga Dibunuh

    Warga kecamatan Panai Hilir dihebohkan adanya temuan mayat di PT SAB/ KSU Amelia Dusun VI Desa Wonosari kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (30/10/19) sekira pukul 16.00 Wib, persisnya d

  • Sabtu, 19 Okt 2019 18:09

    Brakkk !!! Tubuh Silaen Terpental 'Dihajar' Kereta Api

    Nyawa Julian Silaen melayang setelah tubuhnya terpental sejauh 5 Meter akibat dihantam kereta api yang melintas di Jalan Tirtosari Ujung, Kelurahan Bantam, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, Jumat (

  • Sabtu, 12 Okt 2019 15:32

    Tragis, Ayah dan anak tewas terbawa arus banjir sungai Na'ai, Idanogawo, Nias

    Talinasokhi Lombu (48) dan Liana Lombu (16) akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa setelah hanyut diduga terbawa arus banjir sungai Na'ai.Informasi dihimpun, kedua korban merupakan ayah dan anak

  • Minggu, 06 Okt 2019 13:26

    Polrestabes Medan Tembak Mati DPO Kasus Begal Sadis

    Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan akhirnya terpaksa tembak mati pelaku begal sadis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial TS alias Tongat (25), warga Jalan Griya II Martubung Kelur

  • Sabtu, 14 Sep 2019 17:04

    Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah Korban Laka Dari Kota Pinang

    Kecelakaan bus PMM yang masuk jurang di Kota Pinang Labuhan Batu Selatan Sabtu (14/09) sekitar pukul 01.00 wib tadi malam menyebabkan dua orang meninggal dunia, yakni Bernat Lumban Raja (38 tahun) dan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak