Sabtu, 25 Jan 2020 14:58
  • Home
  • Sosial Budaya
  • LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut Desak Polisi Sikat Habis Dalang dan Pelaku Pembunuh 2 Wartawan Labuhanbatu

LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut Desak Polisi Sikat Habis Dalang dan Pelaku Pembunuh 2 Wartawan Labuhanbatu

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Senin, 11 Nov 2019 08:01
Junaidi
Menyoroti kejadian pembunuhan sadis 2 wartawan yang tewas mengenaskan dengan luka bacokan di sekujur tubuh korban, Ketua LBH Pilar Advokasi Rakyat Sumut, Haris Nixson Tambunan, SH, meminta pihak kepolisian segera menuntaskan dan menangkap pelaku yang masih buron yang terlibat dalam aksi pembunuhan di PT SAB/KSU Amelia kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu.

Hal itu dikatakannya, melalui seluler kepada wartawan, Minggu (10/11/19) saat dimintai tanggapannya terkait tertangkapnya lima pelaku dan pemilik PT SAB/KSU Amelia dusun Wonosari desa Wonosari kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara.

Selain itu Haris Nixson menegaskan agar para pelaku pembunuhan diberikan hukuman yang seberat- beratnya, dan dalam hal ini, pihak Polres Labuhanbatu agar serius untuk membongkar permasalahan ini, dan memberikan rasa keadilan bagi korban dengan menetapkan pasal terberat pembunuhan berencana.

"Di samping itu atas tertangkapnya beberapa pelaku pembunuh wartawan tersebut, kita juga mengapresiasi kinerja aparat kepolisian, tetapi kita juga meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang masih buron agar mempertanggung jawabkan perbuatannya", tegas Haris Nixson. 


Informasi yang dihimpum wartawan sebelumya dari Bid Humas Polda Sumatera Utara dalam Press Release tentang "Dengan Sengaja Menghilangkan Orang Lain atau Pembunuhan Berencana", menerangkan, Pihak  Perkebunan PT.  Amelia sudah  berkali-kali mengusir dan memperingatkan para penggarap dari kelompok/ group MARADEN SIAPIAR dan siapa saja yang menggarap di perkebunan tersebut.

Karena sering terjadi cekcok dengan para penggarap, HARRY sebagai pemilik Perkebunan PT. Amelia pernah menyuruh JOSHUA SITUMORANG untuk menghabisi RANJO SIALLAGAN, dengan upah Rp15.000.000,- namun RANJO SIALLAGAN tidak mati. Dan ketika kelompok/ group MARADEN SIAPIAR cekcok dan mengancam pihak Perkebunan PT. Amelia, HARRY kembali memerintahkan JANTI KATIMIN HUTAHEAN Alias JAMPI HUTAHEAN. "Kalau group SIANIPAR (korban) ada disana, usir dan kalau melawan habisi dan akan diberi upah kalau sudah menghabisi group MARADEN SIAPIAR."

Pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2019 yang lalu, sekira pukul 13.00 WIB, MARADEN SIANIPAR dan MARTUA P SIREGAR alias PAK SANJAI datang ke Perkebunan PT. Amelia. Di perkebunan kedua korban ditemui oleh HENDRIK SIMORANGKIR (membawa 1 bilah Klewang), RIKI PRANATA Als RIKI (membawa 1 bilah Klewang), JOSUA SITUMORANG Als JOS (membawa 1 bilah Parang dan mengendarai Sp. Motor), DANIEL SIANTURI Als NIEL (membawa 1 bilah Klewang), SABAR HUTAPEA (mengendarai Sp. Motor) dan VICKTOR SITUMORANG dengan 2 (dua) unit Sepeda Motor dari rumah SABAR HUTAPEA.

HENDRIK SIMORANGKIR  menanyakan  kepada 2 (dua) korban untuk apa datang ke perkebunan, sehingga terjadi cekcok. MARADEN SIANIPAR mengatakan kepada HENDRIK SIMORANGKIR bahwa di perkebunan tersebut banyak pencuri, sementara ke 2 (dua) korban bukan pemilik kebun.


Adapun kronologis penangkapan, pada hari Selasa, tanggal 05 November 2019, Reskrim Labuhanbatu dan Reskrim Polsek Panai Hilir mengamankan 2 (dua) orang tersangka, atas nama VICTOR  SITUMORANG alias PAK  REVI, diamankan  sekira pukul 01.00 WIB dari kediaman tersangka, sedangkan SABAR HUTAPEA alias PAK TATI, diamankan sekira pukul 01.30 WIB dari rumah tersangka di Sei Berombang Panai Hilir.

Pada hari Selasa, tanggal 05 November 2019, sekira pukul 19.30 WIB, Tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak, mengamankan tersangka DANIEL SIANTURI, di rumah saudaranya di Desa Janji Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas, dan pada hari Rabu, tanggal 06 November 2019 sekira pukul pukul 22.30 WIB, Tim yang dipimpin Kasubdit III Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak bersama Tim Reskrim Polres Tanah Karo, kembali mengamankan tersangka JAMPI HUTAHEAN, di kos-kosan Jalan Jamin Ginting Kabanjahe.

Lalu pada hari Kamis, tanggal  07  November 2019, sekira pukul 14.00 WIB, mengamankan tersangka WIBHARRY PADMOASMOLO Als HARRY di Komp. Perumahan CBD Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

Dalam hal ini, JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN Alias JAMTI HUTAHEAN (42) ditetapkan sebagai tersangka, peran otak pelaku yang merencanakan pembunuhan di rumah tersangka JAMPI HUTAHEAN bersama tersangka JOSUA SITUMORANG, RIKKY dan HENDRIK SIMORANGKIR, menerima intruksi dari HARRY pemilik PT. Amalia. Perintahnya, "Kalau group SIANIPAR (korban) ada disana usir dan kalau melawan habisi".

"Merekrut dan mengarahkan eksekutor   DANIEL SIANTURI Als NIEL, JOSUA SITUMORANG, RIKKY dan  HENDRIK SIMORANGKIR untuk menjaga kebun dari para penggarap, jika ada yang melawan dan tidak mau diusir, dibunuh terutama MARADEN SIANIPAR".

Memberikan dana operasional sebesar Rp1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah kepada DANIEL SIANTURI Als NIEL untuk berangkat dari Perdagangan- Siantar ke Berombang. Setelah  melakukan pembunuhan, menerima kiriman uang dari WATI bendahara PT. Amelia sebesar Rp40.000.000,- (empat puluh juta rupiah) dan membagikannya kepada tersangka JOSUA SITUMORANG sebesar Rp7.000.000,-, DANIEL SIANTURI Als NIEL sebesar Rp17.000.000,-, HENDRIK SIMORANGKIR sebesar Rp9.000.000, JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN Alias JAMTI HUTAHEAN, mendapat bagian Rp7.000.000.


VICTOR SITUMORANG alias PAK REVI, laki-laki, 55 Tahun, Security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia, perannya memukul korban MARADEN SIANIPAR dengan menggunakan kayu bulat panjang sekitar 1 meter yang didapatkan tersangka dari sekitar lokasi kejadian, menarik korban dan memasukkan korban ke dalam parit Bekoan.

SABAR HUTAPEA alias PAK TATI, laki-laki, 55 Tahun, Security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia, alamat Sei Siali Desa Wonosari Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, perannya memukul korban MARADEN SIANIPAR dengan menggunakan kayu bulat panjang sekitar 1 meter diperoleh dari sekitar lokasi kejadian bersama dengan VICTOR  SITUMORANG alias  PAK  REVI menyeret  korban dan memasukkannya ke dalam parit Bekoan, mempersiapkan alat-alat berupa Klewang dan Parang di rumah SABAR HUTAPEA, mengendari Sepeda Motor, membuangkan Sepeda Motor Honda Supra yang digunakan korban ke dalam Parit.

DANIEL SIANTURI Als NIEL, 40 tahun, Kristen, Security Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia, alamat Desa Pardomuan Kasindir Kel. Nagori Kasindir Kecamatan Jorlang Hataran Kabupaten Simalungun, perannya menerima perintah untuk menghabisi group MARADEN SIANIPAR dari JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN Alias JAMTI HUTAHEAN, mencari/merekrut RIKKI untuk ikut menghabisi group MARADEN SIANIPAR, membacok kepala HENDRIK  SIMORANGKIR sebanyak 2 (dua) kali  dan membacok telapak tangan kiri sebanyak 1 (satu) kali, Membawa 1 (satu) bilah Klewang, Ada mencekik leher MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI, Mendapat bagian Rp10.000.000- (sepuluh juta rupiah), Memberikan uang operasional kepada RIKKI sebesar Rp7.000.000,-

Dijelaskan ,HARRY PADMOASMOLO Als HARRY, 40 Tahun, Wiraswasta, Budha, Alamat Jalan I.R. H.Juanda Kelurahan Jati Kecamatan Medan Maimun Kota Medan peranya sesuai dengan keterangan bahwa HARRY PADMOASMOLO Als HARRY tidak ada berperan dalam peristiwa pembunuhan dan HARRY PADMOASMOLO Als HARRY bukan pemilik kebun.

Salah satu pemilik Kebun Kelapa Sawit  KSU Amelia adalah Mertua dari HARRY PADMOASMOLO Als HARRY bernama YOHANA RAME SITORUS, kenal dengan JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN sebagai Humas/ Security
Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia,  sedangkan untuk JOSUA SITUMORANG dan HENDRIK SIMORANGKIR tidak kenal.

JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN sudah bekerja selama 5 Tahun dan digaji oleh Mertuanya melalui Admin bernama WITA, Tidak pernah menyuruh JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN untuk melakukan pembunuhan atau mencari pembunuh, Tidak pernah  mengetahui bahwa WITA ada  menstransfer uang senilai Rp40.000.000,- ke rekening tersangka JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN, Tidak kenal dengan  MARADEN SIANIPAR dan MARTUA  PARASIAN SIREGAR  Als SANJAI.

Sebelum terjadi pembunuhan terhadap kedua korban, pada pertengahan bulan Oktober 2019, HARRY PADMOASMOLO  Als HARRY ada menghubungi JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN menanyakan mengapa JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN tidak menjaga Kebun milik mertuanya, bukan memerintahkan mencari teman pengganti si MANIK, Tidak benar ada menyuruh JOSUA melakukan pembunuhan terhadap RANJO SIALLAGAN dan tidak benar memberikan uang sebesar Rp15.000.000,- kepada RANJO SIALLAGAN, Tidak ada membayar dan menyuruh JANTI KATIMIN HUTAHAEAN Als KATIMIN untuk melakukan pembunuhan terhadap MARADEN SIANIPAR dan MARTUA PARASIAN SIREGAR Als SANJAI.

Tidak mengetahui secara pasti siapa orang yang mengklaim dan menyatakan bahwa Kebun Kelapa Sawit KSU Amelia adalah milik mereka, Tidak kenal dengan DANIEL SIANTURI Als NIEL, hanya namanya yang dikenal oleh HARRY PADMOASMOLO Als HARRY.

DPO JOSHUA SITUMORANG Als JOS, laki-laki, 20 Tahun, Kristen, Wiraswasta, alamat Dusun Enam Sei Siali Desa Wonosari Kec. Panai Hilir Kab. Labuhanbatu, perannya, membawa, mengejar MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI dan menikam bagian perut sebanyak 1 (satu) kali  Mengendarai Sp. Motor dan membawa 1 (satu) bilah Parang, mengangkat dan membuang mayat ke 2 (dua) korban kedalam Parit Bekoan, mendapat bagian Rp7.000.000,- (tujuh juta rupiah).

RIKKY, 20 Tahun, Kristen, alamat Kasindir Tiga Balata Pematang Siantar, membawa 1 (satu) bilah Klewang, menusuk perut korban MARADEN di SIANIPAR sebanyak 4 (empat) kali, membacok bagian punggung korban MARADEN SIANIPAR sebanyak 3 (tiga) kali, menusuk bagian bokong korban MARADENdi SIANIPAR 1 (satu) kali, menusuk perut korban MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI sebanyak 4 (empat) kali, membacok bagian punggung korban MARTUA PARASIAN SIREGAR Als PAK SANJAI sebanyak 3 (tiga) kali, mendapat bagian Rp7.000.000,- (tujuh juta rupiah).

HENDRIK SIMORANGKIR, 38 Tahun, Security Perkebunan PT. Amelia, alamat Perdagangan, membacok Korban sampai meninggal dunia, mendapat bagian Rp9.000.000,- (sembilan juta rupiah).

Barang Bukti yang diamankan 1 (Satu) unit Honda Revo warna hitam liris biru BK 5158 VAB, 1 (satu) Unit sepeda motor Merk Honda Supra X dengan nomor polisi BK 2220 IO, 1 (Satu) Potong kaos dalam berlumuran darah, 1 (Satu) Potong kaos warna hitam, 1 (satu) buah sepeda warna coklat sebelah kiri, 5 (Lima) Unit Handphone yang digunakan tersangka.

Atas perbuatan yang dilakukan para tersangka dikenakan Pasal 340 Jo. Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana  (hukuman mati atau penjara seumur
Hidup dan atau selama-lamanya 20 Tahun).

Editor: Budi

T#g:tewas
Berita Terkait
  • Sabtu, 04 Jan 2020 11:24

    Tiga Hari Dikabarkan Hilang, Laspri Ditemukan Meninggal Di Aliran Sungai Siumpat Paluta

    Tiga hari setelah dilakukan pencarian, Laspri, 57, warga Dusun Sukamulya, Desa Huta Raja, Kec. Ujung Batu, Kab. Padang Lawas Utara, yang diduga terseret arus banjir Sungai Siumpat akhirnya ditemukan d

  • Kamis, 02 Jan 2020 19:12

    Suniah Menjerit Histeris, Suaminya Tewas Tergantung Di Pohon Mangga

    Diduga akibat terhimpit ekonomi, seorang laki-laki, warga Dsn. III Desa. Benteng Jaya Kec. Sei Balai Kab. Batu Bara, yang sehari-harinya mocok-mocok nekad mengakhiri hidupnya di pohon mangga milik tet

  • Rabu, 25 Des 2019 17:15

    Polda Sumut Tembak Mati Pengendali 10 Kilogram Sabu di Lubuk Pakam

    Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) mengamankan tiga orang terduga kurir 10 kilo narkoba jenis sabu Jaringan Internasional dari tiga lokasi yang berbeda. Satu dari mereka

  • Minggu, 22 Des 2019 16:32

    Laporan OPM Tentang Korban TNI Dalam Kontak Tembak Adalah Propaganda Gaya Primitif

    Menanggapi pernyataan Gusby Waker sebagaimana diberitakan oleh media online rakyatku.com, Rabu (18/12/2019), yang mengklaim bahwa KKB telah membunuh 13 anggota TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di

  • Sabtu, 21 Des 2019 12:01

    Warga Sei Gelam, Bandar Kalifah Geger, Juminah Histeris Temukan Suaminya Gantung Diri

    Warga Dusun I Desa Sei Gelam Kec. Bandar Kalifah Kab. Serdang Bedagai geger dengan teriakan histeris dari salah seorang warga yang menjerit minta tolong sebab melihat suaminya tergantung dengan terjer

  • Rabu, 18 Des 2019 14:08

    Dua Prajurit TNI Gugur dalam menjamin keamanan warga Papua yang akan merayakan Natal

    Jelang perayaan Natal terjadi kontak tembak antara Satgas Penegakan Hukum (Gakum) TNI bersama Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Kontak tem

  • Selasa, 10 Des 2019 11:40

    Hutagalung, Warga Aek Nabara Ditemukan Sudah Jadi Mayat di SPBU By Pass Rantauprapat

    Seorang laki- laki paruh baya ditemukan tergeletak tidak bernyawa di teras SPBU jalan by pass H. Adam Malik lingkungan Al- Huda Kelurahan Sirandorung Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, Sela

  • Jumat, 29 Nov 2019 16:59

    Wahyudi tewas di kebun Pisang, diduga akibat dikeroyok anjing

    Bapak tiga anak ditemukan tewas di sebuah kebun di dusun 17 desa Sei Bamban kec Sei Bamban kab Sergai.Menurut pemilik kebun, Akiong (52) warga desa Pon, korban ditemukan sekitar pukul 07.00 wib. Akion

  • Selasa, 05 Nov 2019 21:15

    Pria Bertato Kupu-Kupu Tewas di Sungai Deli

    Masyarakat yang bermukim di bantaran Sungai Deli, digegerkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki yang tersangkut di tungkul kayu di Sungai Deli Jalan LK.Yos Sudarso, Kelurahan Mabar, Keca

  • Selasa, 05 Nov 2019 17:05

    Kurir Narkoba Jaringan Internasional Tewas Ditembus Timah Panas

    Satres Narkoba Polrestabes Medan tembak mati seorang kurir Narkoba jenis sabu jaringan Malaysia- Aceh dalam suatu penyergapan dari kawasan Tol Helvetia di Jalan Kapten Sumarsono, Kecamatan Medan Helve

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak