Minggu, 19 Sep 2021 09:11

Kerap Timbulkan Konflik di Masyarakat, PGK PP PMKRI: Tutup TPL!

Toba (utamanews.com)
Oleh: Sam
Kamis, 03 Jun 2021 19:13
Istimewa
Konflik masyarakat adat yang terjadi di Sumatera Utara kembali menyeruak. Seperti diketahui, pada tanggal 18 Mei 2021 terjadi konflik antara Masyarakat Adat Natumingka dengan pegawai perusahaan Toba Pulp Lestari. Kejadian ini bermula saat ratusan warga adat menghadang sekitar 400 pekerja dan petugas keamanan perusahaan akan masuk wilayah adat yang diklaim masuk konsesi perusahaan yang berelasi dengan Sukanto Tanoto ini.

Konflik yang dialami Masyarakat Adat Natumingka ini mengulang kembali kejadian yag dialami oleh Masyarakat Adat Sihaporas pada akhir tahun 2019, di mana konflik ini mengakibatkan dua warga Sihaporas mengalami kriminalisasi, yakni Jhonny Ambarita dan Thomson Ambarita yang dijatuhkan putusan 9 bulan penjara.


Menanggapi kejadian tersebut, Alboin Samosir selaku Presidium Gerakan Kemasyarakatan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PGK PP PMKRI) mengatakan konflik yang terjadi tidak terlepas dari kelambanan pemerintah merespon konflik dan cenderung abai terhadap permasalahan yang dialami masyarakat adat yang ada di Sumatera Utara. Hal itu ia sampaikan saat silaturahmi dengan warga Sihaporas, Rabu (02/06/2021).

"Melihat dari berbagai konflik yang dialami masyarakat adat di Sumatera Utara dapat disimpulkan bahwa kehadiran perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL) lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Sebab telah mengakibatkan tersingkirnya masyarakat adat, memicu permasalahan ekologis, dan rusaknya tatanan sosial budaya," ungkapnya.

Ia menambahkan, kerusakan ekologis yang terjadi akhir-akhir ini, seperti mengurangnya debit air Danau Toba, banjir dan longsor yang terjadi di beberapa daerah sekitaran Danau Toba tidak terlepas dari aktivitas perusahaan yang melakukan alih fungsi lahan secara eksploitatif dan tidak adanya batasan yang sesuai dengan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup, ditambah pengelolan limbah yang merusak kualitas air di danau Toba.


"Tercatat 23 komunitas masyarakat adat yang tersebar di 5 kabupaten sekitaran Danau Toba beririsan dengan Toba Pulp Lestari. Total wilayah adat yang diklaim, yakni 20.754 Hektar. Sejak tahun 2013 hingga saat ini sudah ada 50  orang masyarakat adat dari komunitas adat mengalami kriminalisasi oleh PT TPL," ungkapnya.

Alboin menambahkan, selain permasalahan di atas, dilansir dari majalah.tempo.co melalui Forum Pajak Berkeadilan (FPB) mengungkapkan dugaan praktik pengalihan keuntungan oleh TPL. Dugaan praktik profit shifting untuk menghindari kewajiban pajak. Aksi profit shifting sepanjang 2007-2016 telah menyebabkan pendapatan perseroan lebih rendah US$ 426 juta atau senilai Rp 4,23 Triliun dari angka sebenarnya, dan pastinya ini sangat merugikan Indonesia selaku pemberi ijin konsesi.

"Berangkat dari serangkain kisah pilu dan hilangnya kesejahteraan masyarakat di sekitar Danau Toba yang beririsan dengan TPL, sudah saatnya episode menyedihkan yang dimulai sejak hadirnya TPL tiga dekade yang lalu segera diakhiri. Satu-satunya solusi konkret yang dapat dilakukan pemerintah dalam hal ini Kementerian Linngkungan Hidup dan Kehutanan segera mencabut ijin konsesi TPL. Tutup TPL!", pungkasnya.
Editor: Budi

T#g:PMKRI
Berita Terkait
  • Senin, 31 Mei 2021 16:11

    PMKRI Pematangsiantar Sukses Laksanakan Kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader

    Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi sukses melaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) untuk membentuk kader yang ma

  • Senin, 10 Mei 2021 22:30

    Wakapolres Simalungun Terima Audiensi Panitia LKK dan DPC PMKRI

    Beberapa perwakilan Panitia Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Siantar-Simalungun berkunjung ke Polres Simalungun

  • Sabtu, 24 Apr 2021 11:14

    Aksi Peduli Lingkungan PMKRI Cabang Pematangsiantar dan OMK di Hari Bumi

    Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Gereja Katolik Santo Yosef Jalan Kain Batik dan OMK Gereja

  • Selasa, 20 Apr 2021 09:50

    PMKRI Cabang Pematangsiantar Sukses Gelar Masa Bimbingan Dengan Menaati Protokol Kesehatan

    Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi melaksanakan kegiatan Masa Bimbingan (Mabim) untuk membentuk kader yang berdaya dan memberdayakan.

  • Minggu, 18 Apr 2021 20:18

    PMKRI Minta Polisi Tangkap Joseph Paul Zhang

    Di media sosial seseorang bernama Joseph Paul Zhang mendadak viral karena menentang warga untuk melaporkannya ke polisi karena mengaku sebagai nabi ke-26. Dalam video yang berdurasi sekitar 3 menit ya

  • Jumat, 16 Apr 2021 18:46

    PP PMKRI Minta Pemerintah Segara Batalkan PP Nomor 57 Tahun 2021

    Pada tanggal 31 Maret 2021, Pemerintah melalui Mendikbud mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standart Pendidikan Nasional. Dalam PP tersebut ternyata Pancasila tidak lagi men

  • Minggu, 28 Mar 2021 15:48

    PMKRI Pematangsiantar Sikapi Teror Di Gereja Katedral Makassar

    Saat ini kita kembali diuji dengan kejadian bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Paroki Katedral Hati Yesus Yang Maha Kudus, Keuskupan Agung Makassar.

  • Kamis, 25 Mar 2021 14:15

    PP PMKRI menolak rencana impor garam

    Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan untuk masalah impor garam, telah diputuskan dalam rapat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi beberapa waktu la

  • Selasa, 02 Mar 2021 10:52

    PP PMKRI: Jangan Ada Lagi Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat

    Tiga pejuang adat Dayak Modang Long Wai di Desa Long Bentuq Kecamatan Kutai Timur, Kalimantan Timur telah ditangkap aparat polisi pada Sabtu (27/02/2021) pukul 18:28 WITA. Mereka adalah Daud Luwing (K

  • Jumat, 26 Feb 2021 16:26

    Ini Pesan GMKI dan PMKRI Pada Bobby-Aulia, Walikota dan Wakil Walikota Medan

    Kepala Pemerintahan Kota Medan yang baru saja dilantik menjadi salah satu momentum yang baik untuk kebaikan kota Medan dalam Kepemimpinan Bobby - Aulia, khususnya dalam menjalankan amanah dan visi mis

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak