Minggu, 21 Jul 2019 10:28
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Kepala Dusun Minta Kapolres Labuhanbatu Periksa Kades Negeri Lama Seberang

Kepala Dusun Minta Kapolres Labuhanbatu Periksa Kades Negeri Lama Seberang

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Moratua Tanjung
Kamis, 27 Sep 2018 15:17
Moratua Tanjung
Kades Negeri Lama Seberang Kec Bilah Hilir Labuhanbatu Ahmat Ahyar Ritonga beserta ibu Kades sebagai ibu PKK Desa.
Oknum pejabat Kepala Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu Ahmat Ahyar Ritonga, telah melakukan "Penipuan" dan "Pembohongan" kepada para Guru mengaji dan Kepala Dusun di Desa Negeri Lama Seberang. Pasalnya, menurut hasil konfirmasi oknum pejabat Kepala Desa Negeri Lama Seberang kepada awak media Utamanews.com di dalam ruangan kantor Kadis Pemerintah Masyarakat Desa dan Kelurahan (PMDK) Kabupaten Labuhanbatu Zaid Harahap SoS, Rabu (26/09/2018) mengatakan, bahwa terkait Pernyataan dua orang Guru mengaji Muhammad Qomeri dan Darno tersebut, tidak benar. "Tidak benar gaji guru mengaji saya Pungli dan Korupsi ", kata Kades Ahmat Ahyar, kepada Utamanews.com yang disaksikan dan didengarkan Kadis PMDK Zaid Harahap.

Selanjutnya, menurut Kades Ahyar, bahwa gaji honor guru mengaji telah dibayar untuk pak Qomeri. "Rp 1juta perbulannya untuk honor guru mengaji sebanyak 4 orang. Dan, tidak benar Rp1 juta honor guru mengaji itu satu bulan dan itu ada daftarnya di kantor sama Bendahara kita. Daftarnya pembayaran dan kuitansi pembayaran honor gaji tidak saya bawak, lupa", ucap Ahyar.

Dan, Kades Ahyar tetap membantah telah memotong gaji Guru Honor Guru mengaji Muhammad Qomeri tersebut bersama Guru mengaji Darno. "Kalau guru mengaji Darno memang saya Ganti orang. Dan, masalah surat pemberhentian Darno sebagai Guru mengaji di Desa, besok besok bisa kita buat surat pemberhentiannya di Kantor. Dan, masalah gaji pak Darno untuk bulan Juni-Juli sebagai guru mengaji memang tidak ada lagi, sudah kita ganti kepada orang lain", ujar Kades Ahyar arogan.

"Sedangkan masalah Kepala Dusun saya berhentikan ada suratnya dan itu adalah hak saya sebagaj pejabat Kepala Desa di Desa Negeri Lama Seberang", terang Kades Ahyar, terlihat emosi pada awak media Utamanews.com.

Dan, sewaktu awak media Utamanews.com bertanya tentang adanya Kuitansi pembayaran gaji honor guru mengaji Rp 4 juta dan ditanda tangani oleh pak Qomeri, atas perintah Kades Ahyar dan Bendhara Novika Fusanti. Namun tidak ditanda tangani oleh Kades Ahyar dan Bendhara Novika Fusanti. Dan, anehnya, ada juga pak Qomeri menanda tangani uang Rp 1 juta rupiah terhitung bulan Juni dan Juli honor guru mengaji. Jadi, yang Rp 4 juta rupiah itu uang apa pak Kades Ahyar dan didaftar pembayaran itu diketik tulisan sumber dana ADD TA 2018 dan begitu juga yang lainnya. Tapi, pak Kades Ahyar membantah tidak ada mensunat uang.


Langsung dengan Arogannya, di depan Kadis PMDK Zaid Harahap, melotot kepada awak media Utamanews.com dan berucapkan, "Bukan kau saja wartawan ya, banyak kawan dekat ku wartawan di Kecamatan Bilah Hilir, biar tau kau. Mau kemana pun ok, saya hadapi, buat lah", ucap Kades Ahmat Ahyar terlihat marah dan emosi kepada Utamanews.com.

Karena, situasi tidak mengizinkan untuk dilanjutkan konfirmasi, awak media, minta izin permisi kepada Kadis PMDK Zaid Harahap yang hanya tertawa terbahak bahak melihat persoalan dan permasalahan masyarakat di Desa Negeri Lama Seberang tersebut. 

Zaid Harahap, terkesan tidak peduli dan hanya tetap terpantau membela keberadaan Kades Ahyar, yang jelas dan terungkap melakukan "Penipuan" dan "Pembohongan" kepada Guru agama mengaji dan juga kepada Kepala Dusun tersebut.

Sehingga, dua orang warga masyarakat sebagai Guru mengaji anak anak dari Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu, bernama Muhammad Qomeri 63 tahun bersama rekannya bernama Darno juga berprofesi sebagai Guru mengaji di Desa yang sama, meminta serta berharap kepada Bapak Kapolres Kabupaten Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH MH, agar melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap oknum Kepala Desa Negeri Ssberang Lama Kecamatan Bilah Hilir Kabupaten Labuhanbatu bernama Ahmad Ahyar Ritonga 50 tahun.

Pasalnya, menurut keterangan dari Muhammad Qomeri dan Darno kepada awak media Utamanews, Rabu (26/09/2018) di kantor Kepala Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa dan Kelurahan (PMDK) Kabupaten Labuhanbatu, melalui HP selularnya mengatakan, bahwsanya, oknum Kepala Desa Ahmat Ahyar Ritonga sebagai pejabat Kepala Desa di Desa Negeri Lama Seberang Kecamatan Bilah Hilir, telah nyata dan terbukti melakukan, penipuan dan melakukan pembohongan kepada Muhammad Qomeri dan Darno. "Ini kan sudah jelas secara nyata, Kepdes Ahmad Ahyar telah berbohong untuk menipu kami berdua ssbagai Guru Mengaji di Desa Negeri Lama Seberang", kata Qomeri dan Darno. 


Sebab, sambung Qomeri dan Darno, mendengarkan keterangan oknum Kepala Desa Negeri Lama Seberang Ahmad Ahyar Ritonga, yang mengatakan kepada Kepala Dinas PMDK Kabupaten Labuhanbatu Zaid Harahap dan juga kepada awak media Utamanews.com, bahwasanya, besarnya uang gaji perbulannya sebagai honor Guru Mengaji di Desa Negeri Lama Seberang yaitu satu bulannya sebesar Rp 1 juta rupiah. "Kalau honor guru mengaji per bulannya sebesar Rp 1 juta tersebut dibagi untuk Empat orang honor guru mengaji, di Desa Negeri Lama Seberang dan ia, memang sebegitu dari Anggaran Dana Desa (ADD) kita, 1 juta untuk dibayarkan sebanyak 4 orang Guru Mengaji. Kalau katanya, honor Guru mengaji di Desa sebesar Rp 1 juta untuk per satu orang Guru mengaji. Itu tidak benar dan itu ada daftar Kuitansi pembayarannya ADD," ucap Kades Ahmad Ahyar.

Sehingga membuat terkejut Guru mengaji Muhammad Qomeri dan Darno. Sebab, menurut Qomeri dan Darno yang sudah sejak 31 Januari 2013 ianya diangkat sebagai Guru mengaji sesuai surat Sertifikat dari mantan Bupati Kabupaten Labuhanbatu Dr H Tigor Panusunan Siregar Sp.PD, bahwasanya selama ini, uang honor Qomeri sebagai Guru mengaji dibayar Pemkab Labuhanbatu (APBD-ADD) melalui Kepala Desa Ahmad Ahyar dan Bendhara Desa bernama Novika Fusanti, sesuai daftar gaji honor guru mengaji dan Kuitansi pembayaran tertera Rp 1 juta perbulannya. "Aneh Kades kami ini, koq honor aku 1juta perbulannya disuruh Kades dan bendhara aku teken serta ada kuitansi lagi tertera Rp 4 juta terhitung bulan Juni-Juli atas nama aku Muhammad Qomeri. Dan, 4 juta itu sebenarnya untuk Dua orang kami Guru mengaji yaitu pak Darno, tapi saya yang teken 4 juta itu dikuitansi pengeluaran ADD. Namun, yang aku terima Rp 1 juta sedangkan,  Rp 1 juta lagi tidak ada aku terima sampai saat ini. Begitu juga honor gaji bulan Januari sampai mei 2018 Rp 5 juta, saya terima Rp 3.750.000,- sisanya Rp 1.250.000,- rupiah, disunat Kades," jelas Qomeri.

Sama halnya, guru mengaji Darno, ianya selama ini mendapat honor sebagai guru mengaji dari Pemkab Labuhanbatu (Program mengaji Pemkab Labuhanbatu) satu bulannya Rp 1 juta rupiah. "Saya dua bulan tidak dibayar gaji saya, Juni dan Juli Rp 2 juta. Alasan pak Kades saya diberhentikan dari guru mengaji. Tapi, surat pemberhentian tidak ada saya terima. Sementara, honor saya dari ADD sebagai hak saya, dikeluarkan didaftar gaji. Nah, siapa yang mengambil hak honor saya itu sebagai guru mengaji, saya tidak tau pak. Kata Kades saya sudah diberhentikan", ucap Darno kesal.

Sama juga halnya yang dialami, Kepala Dusun Sei Bunga Desa Negeri Lama Seberang Abdul Rahman Nst. Ianya diberhentikan dari Jabatan Kepala Dusun Sei Bunga pada tanggal 08 Juni 2018. Alasannya, Abdul Rahman tidak mempunyai Tamatan Pendidikan minimal ijazah SD sederajat. Namun ironis, Abdul Rahman menuntut Kepada Kepala Desa Ahmat Ahyar, supaya Kepala Desa Ahyar mau membayar anggaran biaya pembuatan pembangunan Pos Siskamling sebesar Rp 5 juta rupiah. Karena, sewaktu Abdul Rahman masih menjabat sebagai Kepdus Sei Bunga, Kepala Desa memerintahkan untuk pembuatan Pos Siskamling di setiap Dusun. Dan, anggarannya dari anggaran ADD TA 2018. 

"Sudah siap saya bangun Pos Siskamlingnya di Dusun Sei Bunga, Saya dah dipecatnya dan biaya pembangunan Pos Siskamling dari ADD tidak dibayarnya sama saya Rp 5 juta. Dan, malah Kades mengatakan kepada wartawan dan kepada Kadis PMDK Labuhanbatu, bahwa dana pembangunan Pos Siskamling adalah Dana dari Kepdus itu sendiri yang menanggungnya. Inikan aneh Kades Ahmat Ahyar kami ini", sebut Abdul Rahman Nst.

Editor: Boraspati

T#g:ADDuneg2
Iklan lumba2
Berita Terkait
  • Rabu, 17 Jul 2019 14:47

    PAC dan 12 Pimpinan Ranting Bosar Maligas Tolak RPP MPC Pemuda Pancasila Simalungun

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 12 Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Bosar Maligas melakukan penolakan terhadap keputusan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun y

  • Senin, 15 Jul 2019 18:15

    Air MCK keruh dan berkarat, masyarakat Sioldengan duga pembangunan tidak sesuai RAB

    Bangunan MCK (mandi cuci kakus)  yang berasal dari anggaran DAK teralokasi sebesar Rp.395.000.000,00 pada tahun anggaran 2018, dikritik oleh masyarakat lingkungan Sioldengan Kelurahan Urung Kompa

  • Rabu, 10 Jul 2019 10:10

    Sering Absen, Kadis PMPTSP Provsu Terima Tunjangan Rp 50 Juta Setiap Bulannya

    Beginilah nasib bawahan, yang walau tidak mempunyai kesalahan, bisa saja sewaktu-waktu dicopot, tergantung kapan si pimpinan merasa masih suka atau sudah tidak suka (like or dislike), namun kalau Kepa

  • Jumat, 05 Jul 2019 13:35

    Terkait Antony Sinaga, Sekda Akan Panggil Kepala Dinas PMPTSP Ir Arief Trinugroho

    Setelah mencuatnya pemberitaan tentang adanya Pejabat eselon III yang dicopot bernama Antony Sinaga yang diduga dilakukan sewenang-wenang oleh atasannya, Dr Ir Hj R Sabrina MSi  Sekretaris Daerah

  • Kamis, 04 Jul 2019 19:24

    Jadwal sidang di PN Rantauprapat Molor, Dikarenakan Anggaran Makan Tahanan Menipis

    Jadwal sidang di Pengadilan Negri (PN) Rantauprapat, Kamis (4/7/19) molor, disebut dikarenakan anggaran makan tahanan menipis. Seharusnya sidang dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB namun diundur hingga

  • Kamis, 04 Jul 2019 18:04

    Merasa Tak Bersalah, Antony Sinaga Pertanyakan Pencopotan Jabatannya Pada Gubernur Sumut

    Pelantikan 7 pejabat eselon III dan pencopotan 2 orang pejabat eselon III yang dilakukan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada tanggal 17 Juni 2019 lalu, berbuntut panjang. Seorang Pejabat eselon III

  • Rabu, 26 Jun 2019 18:36

    Kinerja PUPR Tak Baik, Anggaran Pemeliharaan Jalan Rp200 Juta Dipertanyakan

    Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dinilai kurang baik. Pasalnya realisasi anggaran kegiatan pemeliharaan Jalan Ruas Gunting Saga-Teluk Binjai APBD t

  • Minggu, 26 Mei 2019 20:26

    Sebabkan jalan rusak, DPRD Labura sarankan masyarakat minta pertanggungjawaban pemilik excavator

    Drs. H. Azwan Hutapea, Ketua komisi C DPRD Labura dari fraksi PKB menyarankan masyarakat agar membuat pengaduan  terkait jalan cor batu yang berada di simpang tiga arah ke Blok Lima Kelurahan Tan

  • Kamis, 07 Mar 2019 10:27

    Sita Eksekusi Hak Tanggungan Di Gunungsitoli Dinilai Menyalahi Prosedur

    Hak tanggungan berupa tanah seluas 280 M2 bersama bangunan di atasnya di jalan Sirao, Kelurahan Pasar, Kota Gunungsitoli dilakukan sita eksekusi oleh Jurusita Pengadilan Negeri Gunungsitoli, Rabu (06/

  • Jumat, 01 Mar 2019 16:11

    Rp148,4 Milyar, Total Dana Pemerintah untuk 82 Desa se-Kabupaten Labura

    Kadis PMD Labuhanbatu Utara (Labura) menegaskan bahwa pagu dana desa se-Labura tahun anggaran 2019 sebesar Rp 79,123 milyar.Ketetapan ini dituangkan dalam Surat Kepala Dinas PMD Kabupaten Labuhanbatu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak