Gelombang unjukrasa mahasiswa marak terjadi di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Hal itu sebagai respons atas berbagai persoalan nasional yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Dalam aksi itu, umumnya para pengunjukrasa menuntut Pemerintah mengambil kebijakan konkret untuk memulihkan daya beli masyarakat dan menstabilkan perekonomian.
Di Kota Binjai, Provinsi Sumatera Utara, Kelompok Mahasiswa dan Pemuda Kota Binjai akan menggelar unjukrasa di sekitar Tugu Kota Binjai pada Rabu (17/6) siang, sekira pukul 13.00 Wib.
Dalam video yang banyak beredar di media sosial, sekelompok pemuda dan mahasiswa Kota Binjai mengajak elemen masyarakat agar bersama sama dengan mereka untuk menggelar unjukrasa.
"Kami dari kelompok Mahasiswa dan pemuda Kota Binjai, mengajak mahasiswa dan pemuda Kota Binjai agar membersamai kami dalam Indonesia Bangkrut, Binjai Memanggil," ungkap Oza Hasibuan didalam video yang berdurasi sekitar 1 menit 36 tersebut didampingi beberapa mahasiswa dan pemuda Kota Binjai.
Dalam video tersebut, mereka juga meneriakkan yel yel "Hidup mahasiswa, hidup Masyarakat Indonesia, hidup perempuan yang melawan".
"Adapun tema tuntutan kami adalah menyorot kenaikan Dollar dan melemahnya rupiah, kedua Kenaikan BBM, ketiga meminta pemerintah agar menghapus program MBG dan menghentikan Koperasi merah putih, keempat merivisi Undang Undang Polri, dan yang kelima terkait permasalahan listrik yang ada di Indonesia, khususnya di Sumatera, agar melakukan evaluasi terhadap PT. PLN (Persero), dan yang terakhir kami mendesak dari Kota Binjai, agar Prabowo Gibran mundur dari jabatannya," sambung Oza dalam videonya.
Akan digelarnya unjukrasa di sekitar Tugu Binjai dibenarkan oleh Oza Hasibuan. Menurut pria yang dipercaya sebagai penanggungjawab, aksi tersebut digelar sebagai respons dari berbagai persoalan yang melanda negara kita akhir akhir ini.
"Aksi yang akan kita gelar besok di Tugu Binjai, lahir dari keresahan yang sama di kalangan mahasiswa maupun masyarakat terhadap kondisi bangsa yang kami nilai sedang menghadapi berbagai persoalan serius. Artinya, keresahan terhadap kondisi negara tidak hanya dirasakan segelintir kelompok, tetapi juga dirasakan oleh banyak elemen masyarakat," ujar Oza saat dikonfirmasi asak media, Selasa (16/6) siang.
Meski akan menyuarakan kritik untuk memprotes rentetan kebijakan Pemerintah Pusat yang dinilai mencekik ekonomi rakyat, Oza berjanji akan menggelar unjukrasa dengan tertib dan damai.
"Aksi unjukrasa ini mengkritisi berbagai isu krusial di era Kabinet Prabowo Subianto, mulai dari kenaikan harga BBM, hingga ancaman kemunduran demokrasi akibat RUU Polri," tegasnya.
Guna menghadapi situasi yang semakin kritis ini, sambung Oza, pihaknya pun mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya yang ada di Kota Binjai, untuk bersama sama mendesak Prabowo-Gibran mundur dari jabatannya.
"Sebab dampak berantai dari berbagai kebijakan tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat kelas bawah. Kami juga merasa prihatin melihat jeritan para ibu rumah tangga yang kini harus memutar otak lebih keras hanya untuk menyajikan makanan di meja makan untuk suami dan anaknya," demikian ungkap Oza Hasibuan yang dipercaya sebagai penanggungjawab dalam aksi yang akan digelar besok seraya mengatakan, ada ratusan orang yang akan ikut dalam aksi tersebut.