Minggu, 28 Feb 2021 19:39

KAMI Menolak Keberadaan Judi Togel dan Tangkap Ikan di Taput

Taput (utamanews.com)
Oleh: W. Simanungkalit
Selasa, 01 Sep 2020 18:31
Istimewa
Kaum Milenial Indonesia(KAMI) Wilayah Tapanuli Utara (Taput) menyampaikan penolakan terhadap judi togel dan tangkap ikan di Taput.

Pada Selasa (01/09), Doni Rahmadi Butarbutar selaku Direktur KAMI Wilayah Taput menyampaikan kepada awak media, Praktek Judi Togel sudah lama merajarela di Taput. "Kehadiran Judi Togel dan Tangkap Ikan menjadi keresahan kita bersama. KAMI mengajak Milenial Taput juga berperan menghimbau kepada masyarakat agar tak membeli togel dan bermain tangkap ikan", terang Doni.

Bersamaan dengan itu, Riyan Salomo Parapat mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jurusan Teologi Filsafat Keilahian yang juga tergabung dalam KAMI wilayah Taput menerangkan, "Togel adalah singkatan dari toto gelap yang artinya judi tebak angka rahasia. Banyak dari masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah mengikuti judi togel, berharap agar kemenangan dari judi togel dapat dijadikan modal usaha. Modal bertani dan bahkan ada yang berpikir untuk menambah kekayaan."


"Berbicara mengenai kota wisata rohani tentu kita berbicara tentang suatu yang religi dan membutuhkan refleksi iman, hal itu terlihat dari adanya salib kasih di siatas barita menandakan Taput merupakan salah satu Kabupaten yang menggambarkan religi tersebut. Adanya salib kasih untuk mengenang jasa apostel batak yaitu Pdt. Dr. I. L. Nommensen yang sekaligus ephorus pertama di HKBP. Iman dan pengharapan akan luntur karena praktek judi togel ini karena pelaku judi togel meletakkan nasib dan harapannya ke dalam perjudian tersebut. Kerjasama antara masyarakat, gereja, pemerintah dan pihak yang berwajib diharapkan untuk menghilangkan praktek judi togel di Taput", kata Riyan melanjutkannya, pada artikelnya argument KAMI akan larangan judi ini.

Sementara Yuzarni Boru Sitorus seorang mahasiswi Institut Agama Kristen Negeri Tarutung salah satu anggota KAMI wilayah Taput juga menyampaikan keresahannya terhadap judi togel yang marak di Taput. "Togel itu salah satu penyakit yang ada di masyarakat, secara sadar atau tidak sudah merusak moral dan karakter masyarakat. Kita berharap kepolisian tidak tebang pilih memberantas praktek judi di Taput. Praktek judi bisa hilang kalau kita semua bersatu untuk menolak kehadiran judi togel dan judi temak ikan tersebut karena kebenaran adalah yang utama (Habonaron do Bona)", imbuh Yuzarni.


Berikut ini tulisan Riyan Salomo Parapat, anggota KAMI sebagai tanggapan terhadap adanya Judi Togel di Kota Wisata Rohani Tarutung

INI ALASANNYA, MELANGGAR!!!
JUDI DALAM PANDANGAN HUKUM NEGARA DAN TATA PENGGEMBALAAN GEREJA

Berbicara mengenai judi togel tentu tidak hal yang baru lagi dalam diri kita, bahkan menurut sebuah artikel judi togel itu sudah ada di Indonesia sejak zaman Kolonial Belanda. Banyak orang yang menikmati keuntungannya, dan banyak pula orang yang merasa dirugikan.

Berbicara mengenai judi togel, judi togel merupakan sebuah permainan yang cara mainnya menebak angka yang keluar di pemutaran angka. "Togel" adalah sebuah singkatan dari "toto gelap" yang artinya   judi tebak angka rahasia. Banyak dari masyarakat yang berekonomi lemah tertarik mengikuti perjudihan ini, dengan harapan dapat merubah nasib dan apabila menang akan menjadikan keuntungan tersebut menjadi modal usaha. Dan, bahkan mereka yang berekonomi berkecukupan dengan tujuan menambah kekayaan.

Ternyata dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu  Undang-Undang (UU) nomor 7 pasal 1 Tahun 1947 Tentang Penertiban Perjudian, jelas di paparkan bahwa "Semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan". Dan togel adalah salah satu bagian dari praktek perjudian itu sendiri, yang mana praktik semacam ini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan menjadi hal yang tidak asing lagi di Kota Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara, yaitu kota Wisata Rohani yang pada bulan Agustus kemarin dalam postingan berita utamanews.com pada Rabu (5/8) pukul 16.35 WIB  mengisahkan maraknya praktik perjudihan di berbagai lapo (kedai) tuak, kopi, dll.


Melihat situasi ini perlu diperkuat pelayanan pihak yang berwajib untuk preventif dalam menangani penyebaran judi togel di Tarutung yang kita cintai ini.

Berbicara mengenai kota wisata rohani tentu kita berbicara tentang religi, dan juga tentu disana ada sebuah refleksi iman. Melalui historis perkembangan religi itu sendiri dan itu disimbolkan dengan adanya Salib Kasih di bukit Siatas Barita yang menjadi destinasi pariwisata di Taput. Tentu penduduk kabupaten Taput terkhusus masyarakat Tarutung bersyukur tentang hal tersebut. Salib kasih dibuat untuk mengenang jasa Apostel Batak, yaitu Pdt Dr. I.L Nomensen yang sekaligus Ephorus pertama di Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang mungkin kita sudah memahami bahwa beliau dari bukit Siatas Barita memandang ke Rura Silindung dengan iman kepada Tuhan Yesus Kristus dan dari sana dapat pencerahan bahwa Rura Silindung akan keluar dari kegelapan menuju terang Ilahi. 

Dan pengalaman itulah yang membangkitkan semangat Pdt Dr. I.L Nomensen untuk intensif mengabarkan sukacita kepada masyarakat Tarutung.
Setelah melihat hal tersebut, apakah sungguh layak dan sepantasnya bahwa sebahagian dari kita masih hidup didalam perjudian? Tentu jawabnya "Tidak". 

Berbicara mengenai iman tentu kita harus berbicara mengenai tekat pribadi kita untuk hidup didalam kasih dan cinta. Apakah judi togel hidup didalam kasih dan cinta? Tentu "Tidak". Dengan alasan, disaat kita menang dalam permainan itu, maka ada yang dirugikan. 


Di dalam Ruhut Parmahanion Paminsangion (RPP) HKBP, dijelaskan dalam bab V beberapa tindakan yang harus dijauhi agar pribadi umat tidak tercela, yaitu: Judi, pembunuh, pemabuk dan pengguna ganja. Dan dari hal tersebut dikatakan juga penjudi itu harus dijauhi oleh umat. Dan dari pemaparan tersebut terlihat pandangan yang sama antara hukum negara dan penggembalaan Gereja memandang judi. Bahwasannya hal itu adalah perbuatan kejahatan dan yang membawa hidup pelakunya menjadi tercela, mungkin pandangan seperti ini bukan hanya pandangan gereja HKBP saja, namun semua Gereja dan Agama mana juga mungkin memandang hal yang sama.

Iman dan pengharapan akan luntur karena praktek judi togel ini, karena pelaku judi togel tersebut meletakkan nasib dan pengharapannya ke dalam sebuah  kesuksesan ataupun kegagalan dalam perputaran nomor tersebut. Praktik iman yang keliru juga ditakutkan terjadi apabila judi togel ini masih terpelihara dalam masyarakat Kristen khususnya pada semua lapisan masyarakat Tarutung. 

Seperti halnya menggantungkan pengharapannya kepada dukun dan peramal, kepada setan dan iblis untuk memenuhi kemenangan bermain togel. Iman Kristen menentang hal seperti itu, dan iman kita sudah dikuatkan melalui Sabda Allah pada Minggu XII setelah Trinitatis (30/8) kemarin, yang mengharapkan umat percaya menang atas kuasa kegelapan (Occultisme) sesuai dengan Sabda Allah dalam Ulangan 18: 9-14. Memang kita tidak bisa terlepas dari dosa karena dalam diri kita terdapat kelemahan baik dari pikiran maupun tindakan, tetapi kita dapat berusaha untuk jauh dari hal tercela terbut dengan memohon tuntunan Roh Kudus untuk senantiasa hidup didalam jalan yang benar, dan mengasihi sesama kita. Apabila kita melakukan judi, dan kita menang maka kita merugikan orang lain dan sebaliknya, berarti tidak ada lagi kasih dalam hidup kita.

Kerjasama antara pihak gereja dan pihak yang berwajib diharapkan untuk mematahkan permainan judi togel ini. Gereja melalui para pelayannya diharapkan harus bekerja keras dalam menggembalakan umat. Apabila ada yang diketahui sebagai bandar ataupun pelaku judi tersebut, hendaknya memberlakukan penggembalaan sesuai dengan yang tertulis dalam RPP HKBP.

Sudah selayaknya gereja senantiasa memelihara iman dengan bantuan Roh Kudus untuk mengajak umat menjauhi hal tersebut. Pihak yang berwajib juga senantiasa hadir dalam pemecahan masalah ini dengan prosedur hukum yang berlaku, tanpa memandang bulu. Apabila kerjasama yang seperti ini terbangun, maka terciptalah kota Wisata Rohani Tarutung bersih dari Judi Togel.

Semoga kita semua dikuatkan dalam memelihara pengharapan melalui kerja keras kita, dan hidup di jalan yang baik dan benar seturut cinta kasih Tuhan dalam hidup kita, agar terciptalah kota wisata rohani Tarutung yang penduduknya hidup didalam kasih dan pekerja keras di dalam kedamaian.

Katakan "No" kepada judi,
katakan "Yes" kepada kerja keras.

Salatiga, 1 September 2020
Editor: Robi

T#g:HKBPjudiKAMI
Berita Terkait
  • Minggu, 28 Feb 2021 18:18

    Informasi Ada Lokasi Judi di Pancur Batu, AKBP MP Nainggolan: Setelah Kita Cek Ternyata Kosong

    Polda Sumut mendapat laporan dari warga terkait adanya lokasi judi kartu dan dadu di jalan Gereja, Dusun Satu, Desa Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang.Direktorat Kriminal Umum lan

  • Kamis, 25 Feb 2021 09:25

    Guru Besar USU Hingga Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI Isi Webinar Kaum Milenial Indonesia

    24 Februari 2021, Kaum Milenial Indonesia Wilayah Tapanuli Utara menggelar Webinar yang bertajuk "Surat Usul Pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya Telah Diterima Oleh Presiden, Bagaimana Langkah

  • Selasa, 23 Feb 2021 16:53

    Bobol lemari warga jalan Pandega Binjai, maling ini curi Rp6 juta dan habiskan di meja judi

    Petugas Kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Binjai Selatan, Polres Binjai, berhasil mengamankan seorang Pria (Terlapor) dalam kasus pencurian, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUH Pidana, Senin (2

  • Senin, 15 Feb 2021 18:55

    Judi Ketangkasan Tembak Ikan-Ikan Marak di Asahan, Aparat Tutup Mata?

    Perjudian jenis ketangkasan meja tembak ikan-ikan kian hari makin mengkhawatirkan, seakan-akan tidak ada habis, yang selalu marak di Kabupaten Asahan.Seperti yang terpantau awak media di Kisaran diant

  • Kamis, 04 Feb 2021 14:24

    Polsek Tanjung Morawa Grebek Mesin Tembak Ikan & Meja Bola Billiard

    Polsek Tanjung Morawa Polresta Deli Serdang menggerebek lokasi Judi Tembak ikan di Jalan Pancasila Dusun II, Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (2/2/2021) se

  • Selasa, 02 Feb 2021 18:02

    Sah! Provinsi Jabar Lahirkan Perda Pesantren Pertama di Indonesia

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jabar dengan agenda Laporan Panitia Khusus (pansus) dan Persetujuan DPRD terhadap Keputusan DPRD Perihal Penetapan Emp

  • Senin, 25 Jan 2021 14:45

    Jaga Perdamaian, Kaum Milenial Indonesia Menolak Rasisme

    Isu rasisme yang baru-baru ini terjadi dan ramai diperbincangkan dan beredar luas di media sosial, membuat aktivis muda asal Tapanuli Utara Doni Rahmadi Butarbutar juga angkat bicara.Kepada media, Don

  • Selasa, 19 Jan 2021 08:09

    Kaum Milenial Berharap Kapolres Segera Berantas Perjudian di Taput

    Maraknya perjudian di kabupaten Tapanuli Utara (Taput) membuat aktivis muda Taput Doni Rahmadi Butarbutar angkat bicara soal pemberantasan judi di Taput.Selasa,19 Januari 2021, Doni Rahmadi Butarbutar

  • Selasa, 19 Jan 2021 08:09

    GMNI Tagih Janji Kapoldasu Ihwal Pemberantasan kejahatan di Sumut

    Akhir-akhir ini berbagai tindak pidana kejahatan semakin marak di Sumut. Pencurian, peredaran narkoba hingga perjudian seakan tak terbendung, bahkan di tengah pandemic Covid-19 ini. Berbagai daerah d

  • Rabu, 13 Jan 2021 12:33

    Jabar Bersatu Sukseskan Program Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar memimpin konferensi video terkait rencana vaksinasi, bersama o

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak