Minggu, 20 Sep 2020 20:23

Hector Trade Tidak Patuhi Maklumat Kapolri

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tony
Senin, 23 Mar 2020 12:43
Istimewa
Keberadaan Hector Trade di kota Medan bukan saja patut untuk dicurigai tetapi penyelenggaran kegiatan yang diselenggarakannya di Hotel Grand Aston Medan dan diperkirakan dihadiri ribuan orang peserta yang berasal dari berbagai Provinsi dan Kabupaten/ Kota, diduga kuat jelas-jelas tidak mematuhi Maklumat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengeluarkan maklumat nomor : Mak/2/III/2020, pada tanggal 19 Maret 2020. Terkait wabah virus korona (Covid-19).

Dalam maklumat itu Kapolri meminta agar seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan dalam bentuk keramaian di tempat umum maupun di lingkungan sendiri. Maklumat dikeluarkan untuk menahan laju penyebaran virus korona agar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Maklumat ini juga bentuk kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus korona. Dengan keluarnya Maklumat tersebut pihak Kepolisian diseluruh Indonesia sudah tidak lagi mengeluarkan izin keramaian. "Dalam maklumat tersebut juga dijelaskan apabila ada perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian', ujar Hendra Hutagalung Ketua DPP  LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi, Senin (23/3).

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya kehadiran Hector Trade dikota Medan patut untuk dicurigai. Hector merupakan salah satu perusahaan online yang sangat tertutup. Beberapa wartawan yang mengetahui masuknya perusahaan tersebut dan menyelenggarakan kegiatan di Hotel Grand Aston Medan Sabtu (21/3). mencoba mencari tahu bagaimana sesungguhnya bentuk oprasional perusahaan ini. Mengingat sebelum-sebelumnya sudah banyak perusahaan online bermoduskan investasi melakukan penipuan. Sesampainya dilantai II Hotel Grand Aston, wartawan melihat banyak orang-orang berpakaian kaos putih bertuliskan label "H" di depan bajunya.

Namun anehnya  begitu melihat kehadiran wartawan, kemudian pintu ball room tempat acara yang sebelumnya terbuka dikarenakan memasuki masa jeda, langsung ditutup. Melihat situasi kurang nyaman wartawan yang berjumlah 3 personil yang berasal dari berbagai media memilih untuk tidak masuk ke tempat berjalannya acara. Sehingga tidak megetahui samasekali apapun yang mereka bicarakan di dalam. Kru media memilih, masuk keruang kaca khusus untuk merokok. Hanya di ruangan itu wartawan bertemu dengan beberapa orang berpakaian berlabel "H" tersebut. Sembari masing-masing menikmati sebatang  rokok, wartawan pun mencoba berinteraksi dan mempertanyakan darimana asal kota, kedatangan mereka yang kemudian diketahui ternyata para peserta yang  hadir berasal dari berbagai provinsi dan kabupaten kota.

Kemudian pembicaraan berlanjut tentang bagaimana tata-cara berinvestasi di Hektor ini. Namun tak seorangpun yang hadir diruang kaca itu berkenan menjawab, malah mereka mengatakan kalau pertemuan ini hanya bisa dihadiri oleh komunitas yang diundang saja.

Parahnya ternyata pertanyaan tentang bagaimana cara berinvestsi disini, membuat ketersinggungan. Sehingga salah seorang oknum yang diduga masuk didalam kepanitiaan, mengajak berdebat dan menuding wartawan telah mengintrogasi, karena  banyak bertanya kepada peserta. Anehnya oknum yang terkesan arogan tersebut mengatakan, kalau tamu yang tidak diundang dilarang masuk, padahal sioknum juga mengetahui kalau wartawan sama sekali tidak ada masuk, ketempat diselenggarakannya acara. Tetapi hanya duduk nongkrong diruang khusus "bisa merokok".

Ironisnya lagi tetap saja si oknum tadi  tidak senang dan memerintahkan security hotel untuk mengusir wartawan. Sehingga sempat terjadi adu debat dan wartawan pun melontarkan pertanyaan tentang mengapa pihak penyelenggara, begitu curiga dengan orang lain, apakah Hektor ini tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan?

Staf Humas OJK Regional V Sumbagut Edy Gunawan saat dikonfirmasi apakah Hektor terdaftar di OJK? Menurutnya mesti dicek dulu di center pelayanan untuk konsumen di kontac 157 , untuk bisa mengetahuinya, apakah Hektor telah memiliki izin.
Editor: Budi

T#g:Hector Trade
Berita Terkait
  • Sabtu, 21 Mar 2020 18:41

    Parah, Wartawan Diusir Security Hotel Aston Medan Saat Liput Acara 'Hector Trade'

    Patut dicurigai aktifitas perusahaan Hector Trade di kota Medan. Pasalnya, Hector Trade diduga merupakan perusahaan online yang sangat tertutup pada publik.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak