Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan meminta agar permasalahan yang terjadi di kampus Institut Teknologi Medan secepatnya segera diselesaikan. Permasalahan yang terjadi telah memberikan dampak yang sangat mengganggu aktivitas akademik di Institut Teknologi Medan.
Dalam diskusi khusus yang dilakukan dengan Thema "Sengketa yang terjadi di Kampus ITM" Nasib Ribuan Mahasiswa tak menentu" dengan harapan melalui diskusi ini seharusnya memberikan titik terang atas kejadian yang terjadi pada kampus tersebut.
Diskusi yang dilakukan bersama beberapa perwakilan mahasiswa yang ada di ITM mengeluhkan permasalahan ini sangat mengganggu aktivitas akademik terkhusus setelah dikeluarkannya sanksi administrasi berat oleh Dirjen Pendidikan Tinggi maka yudisium, wisuda, serta penerimaan mahasiswa baru tidak dapat dilakukan.
"Hal ini tentu sangat meresahkan mahasiswa-mahasiswa yang ada di kampus ITM," ujar Ketua Cabang GMKI Medan, Meliana Gultom, Rabu (2/6).
Ketua Komisariat GMKI ITM Roy Sinaga yang juga salah satu mahasiswa ITM menyampaikan konflik ini sangat merugikan ribuan mahasiswa yang kuliah di Institut Teknologi Medan dan ia sangat berharap segera ada solusi konkrit bagi keberlangsungan kampus Institut Teknologi Medan.
Sebagai langkah awal, GMKI Medan akan membuka posko pengaduan bagi mahasiswa-mahasiswa yang merasa dirugikan atas konflik yang terjadi di ITM.
Adapun tujuan Posko ini untuk menampung aspirasi mahasiswa atas kerugian yang mereka rasakan dan ruang aspirasi untuk menampung masukan dan harapan mahasiswa terhadap kampus ITM sehingga kita juga harus menerima harapan dan solusi yang diinginkan oleh mahasiswa ITM.
Adapun Posko akan dibuka di PKM GMKI Medan Jalan Iskandar Muda No. 107A dan juga dapat disampaikan secara online melalui contact person yang tertera.
Meliana Br Gultom selaku ketua GMKI Cabang meminta seluruh pihak yang berhubungan dengan permasalahan ini, baik pihak internal kampus dan LLDIKTI Wilayah I maupun Dirjen Pendidikan Tinggi untuk segera menyelesaikan dan memberikan solusi konkret terhadap keberlangsungan kampus ITM.
"Mari melihat nasib generasi penerus bangsa yang digantung dengan ketidakjelasan peraturan dan status kampus", pungkasnya.