Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumatera Utara menjalin kolaborasi dengan Universitas HKBP Nomensen dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba Internasional. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkoba, khususnya di lingkungan kampus.
Sumatera Utara saat ini menempati peringkat pertama secara nasional dalam hal peredaran dan penggunaan narkoba. Fakta ini menjadi perhatian serius bagi GAMKI Sumut, yang terus menyerukan pentingnya pemberantasan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satu bentuk upaya tersebut adalah menjalin sinergi dengan institusi pendidikan tinggi. Universitas HKBP Nomensen dipilih menjadi mitra strategis dalam menyuarakan bahaya narkoba kepada kalangan mahasiswa.
Dalam audiensi yang digelar pada Jumat (23/5), pihak GAMKI Sumut disambut langsung oleh Rektor Universitas HKBP Nomensen. Dalam sambutannya, Rektor menyatakan dukungannya terhadap upaya GAMKI Sumut dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Rektor menyampaikan bahwa universitas memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa. Ia menambahkan, setiap calon mahasiswa di Universitas HKBP Nomensen diwajibkan mengikuti tes bebas narkoba sebagai syarat pendaftaran. Bahkan, direncanakan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti sidang meja hijau juga harus menjalani tes serupa untuk memastikan integritas lulusan.
Ketua GAMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu menyambut baik kebijakan tersebut dan berharap kolaborasi ini dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap kehidupan bebas narkoba.
Pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan kerja sama dalam bentuk penyelenggaraan seminar, edukasi, dan sosialisasi bahaya narkoba yang akan dilaksanakan pada 26 Juni 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional. Acara direncanakan berlangsung di Aula Universitas HKBP Nomensen.
Melalui kemitraan ini, GAMKI Sumut berharap kesadaran kolektif terhadap ancaman narkoba semakin meningkat di kalangan civitas akademika dan masyarakat luas. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari narkoba.
Lihat postingan ini di Instagram