Senin, 27 Jan 2020 13:31

Dunia Internasional Percaya Indonesia Mampu Jaga Perdamaian Papua

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Iman
Sabtu, 07 Sep 2019 20:27
Dok Pribadi
Teguh Santosa saat mengikuti kegiatan internasional
Kepercayaan dunia pada kemampuan masyarakat dan pemerintah Indonesia menjaga perdamaian di Papua sangat tinggi. Kepercayaan itu didasarkan pada fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang memiliki peran besar dalam menjaga dan menegakkan perdamaian di banyak tempat di muka bumi.

Kepercayaan masyarakat dunia pada kemampuan kita menyelesaikan persoalan di Papua dan Papua Barat sangat tinggi. Bagaimanapun juga Indonesia adalah role model yang dalam berbagai kesempatan berhasil membuktikan bahwa demokrasi adalah formulasi terbaik untuk menyelesaikan benturan kepentingan.

Demikian antara lain pesan yang disampaikan dosen hubungan internasional dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Teguh Santosa, yang diterima redaksi, Sabtu (7/9/2019).

Pesan Teguh itu disampaikan sebagai respon atas pernyataan Komisioner Tinggi PBB untuk HAM (OHCHR) Michelle Bachelet. Menurut Teguh, pernyataan Bachelet yang disampaikan beberapa hari lalu dengan tegas memperlihatkan kepercayaan itu.


Dalam pernyataannya, Bachelet mengatakan terganggu dengan peningkatan kekerasan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Indonesia, sejak Desember 2018. Kekerasan itu telah menelan korban di kalangan masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Bachelet telah mendiskusikan persoalan ini dengan pihak otoritas di Indonesia dan mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan dialog dengan masyarakat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan mendengarkan aspirasi mereka.

Selain itu, Bachelet juga meminta agar akses internet di kedua Provinsi itu bisa segera dipulihkan kembali. "Saya bisa menangkap keprihatinan Bachelet dalam pernyataannya. Seperti Michele Bachelet, kita semua prihatin dan saat ini ikut berupaya memulihkan keadaan," ujar Teguh.

Mantan Ketua bidang Luar Negeri PP Pemuda Muhammadiyah ini pernah berinteraksi dengan Komisi IV PBB yang menangani Politik Khusus dan Dekolonisasi. Pada tahun 2011 dan 2012 Teguh diundang menjadi petisioner sengketa Sahara Barat yang masuk dalam daftar non-self governing territories.


"Tidak ada Papua dalam daftar non-self governing territories dari Resolusi Majelis Umum PBB 1514 (1960). Tapi upaya beberapa negara mengintervensi daftar itu dan memasukkan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Indonesia, ke dalamnya memang cukup serius," ujar Teguh.

Mantan Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini juga mengatakan, pemerintah Indonesia harus mampu memberikan bingkai umum yang pas. Perlu ada pesan kunci yang konsisten bahwa apa yang terjadi dengan Papua dan masyarakat Papua bukanlah rasialisme atau rasisme.

Buktinya, tidak ada satu pun produk hukum di Indonesia yang menempatkan masyarakat Papua sebagai kelompok masyarakat yang berbeda dari kelompok masyarakat lain di Indonesia.

Banyak tokoh Papua yang menempati posisi penting di lembaga eksekutif dan legislatif baik di tingkat nasional maupun lokal, juga di TNI dan di Polri.

Persoalan yang dihadapi masyarakat Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat secara umum sama dengan yang dialami masyarakat di tempat-tempat lain di Indonesia, yakni ketimpangan dan ketidakadilan pembangunan, mismanajemen pemerintahan, korupsi yang massif, dan sebagainya.

Teguh juga mengatakan perlu memberi kesempatan kepada tokoh-tokoh Papua untuk menjadi "juru bicara" yang menjelaskan situasi di Papua dan Papua Barat.

"Layar informasi jangan didominasi wajah-wajah yang bisa memunculkan keraguan di tengah masyarakat Indonesia, warga Papua, dan juga komunitas global," tutur Teguh.
Editor: Sam

T#g:doseninternasionalTeguh SantosaUIN
Berita Terkait
  • Minggu, 08 Des 2019 16:38

    KOPRI PKC PMII Sumut: Perempuan Berperan Penting Dalam Menangkal Paham Radikal

    Korps Putri Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (KOPRI PKC PMII) Sumut mengadakan dialog publik dengan tema, "Menanamkan  Paham Nasionalisme Dalam Menangkal Paham Rad

  • Sabtu, 31 Agu 2019 11:41

    Dosen ULB Arman Harahap Berhasil Raih Gelar Doktor Biologi di USU

    Arman Harahap, dosen yang mengajar di Universitas Labuhanbatu (ULB) Fakultas FKIP Prodi (Pendidikan Biologi) dan juga mahasiswa S3 program study Biologi di Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil lu

  • Jumat, 02 Agu 2019 16:52

    39 Dosen Muda UHN Medan Mendapat Pembinaan Dari Ephorus HKBP

    Universitas HKBP Nomensen Medan, sejak 31 Juli hingga 3 Agustus 2019, mengadakan pembinaan kepada 39 Dosen Muda yang mendedikasikan dirinya untuk mempersiapkan generasi intelektual bangsa melalui lemb

  • Minggu, 19 Mei 2019 15:19

    Sekretaris MUI Sumut: Sekarang saja masyarakat susah, kalau ada people power, pasti akan lebih runyam

    Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara (Sumut), DR H. Ardiansyah, Lc., MA., mengharapkan para pemimpin bangsa, khususnya yang terlibat dalam Pemilu 2019, baik Pemilihan Presiden

  • Senin, 29 Apr 2019 03:29

    Apapun Hasil Pemilu 2019, Masyarakat Harus Menghormatinya

    Keberhasilan demokrasi bukan hanya sekedar ketika rakyat bisa menyalurkan hak suaranya. Bukan pula pada saat hasil quick count diumumkan. Karena Demokrasi juga membutuhkan legitimasi. Di negara ini, s

  • Kamis, 18 Apr 2019 21:18

    Menunggu Hasil Penghitungan KPU, Cendikiawan Muslim Ajak Rakyat Tenang

    Cendekiawan Muslim Indonesia, Azyumardi Azra, mengajak seluruh masyarakat dan elit politik Indonesia untuk tetap tenang sambil menunggu hasil penghitungan suara pada pemilihan umum (pemilu) 2019 dari

  • Jumat, 22 Mar 2019 00:22

    Presiden Jokowi Buka Ruang Seluas-luasnya Bagi Anak Muda, Jemput Masa Depan di Era Revolusi Industri 4.0!

    "Didiklah anak-anak kalian tidak seperti yang dididikkan kepada kalian sendiri, oleh karena mereka itu, diciptakan untuk generasi zaman yang berbeda dengan generasi zaman kalian.Nasehat salahsatu saha

  • Kamis, 20 Des 2018 14:10

    Peran Pemuda, Mahasiswa dan Penegak Hukum dalam Pemberantasan Narkoba

    Ikatan Mahasiswa Sosiologi Agama (IMSA) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) menggelar dialog publik bertajuk "Peran Pemuda, Mahasiswa dan Penegak Hukum dalam Pe

  • Jumat, 28 Sep 2018 09:28

    Dosen Sisingamangaraja XII Isi Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Humbahas

    Mayor Holden Gultom (Pabung 0210/TU) Doloksanggul, Thomson Hutasoit (Kakan Kesbangpol Kab Humbahas), Dra. Ida L. Pasaribu, M. Pd (Nara sumber Dosen Sisingamangaraja XII Taput), Juan Sitorus (Kasi Inte

  • Kamis, 16 Agu 2018 10:46

    Teknik UMSU Dorong Dosen dan Mahasiswa untuk Mengurus HAKI

    Hak atas Kekayaan Intelektual penting bagi dosen, karena mengingat dosen identik dengan hasil penelitian. Workshop HAKI ini, diharapkan mampu memberi semangat untuk mendaftar karya-karya akademik ke K

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak