Rabu, 18 Sep 2019 03:06
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Dukung Revisi UU KPK, Teatrikal KAMPAK-MAS di DPRD Sumut: "KPK Rentan Digoda Iblis"

Dukung Revisi UU KPK, Teatrikal KAMPAK-MAS di DPRD Sumut: "KPK Rentan Digoda Iblis"

Medan (utamanews.com)
Oleh: Alfan Maulana
Rabu, 11 Sep 2019 17:11
Alfan Maulana
Aksi teatrikal KAMPAK MAS di DPRD Sumut, Rabu (11/9).
Komite Anti Mafia Politik, Anti Korupsi, Masyarakat Adil Sejahtera Republik Indonesia (KAMPAK-MAS) mendukung sepenuhnya revisi undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pernyataan ini disampaikan oleh Zulham selaku koordinator KAMPAK-MAS saat memimpin aksi damai ke DPRD Sumut, jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu siang (11/9/2019).

"Kami mendukung revisi undang-undang KPK untuk KPK yang lebih baik. Bukan berarti KPK saat ini tidak baik, tapi kami yakin dengan adanya revisi undang-undang KPK, maka KPK akan lebih baik lagi", ujar Zulham saat diwawancarai media.

Ditegaskan Zulham, revisi UU KPK bukan pelemahan, tapi Perbaikan dan penguatan  KPK itu sendiri. "Terdapat sejumlah permasalahan yang kini hadir di KPK. Bahkan potensi adanya penyimpangan kewenangan, pelanggaran hukum, pemerasan dan berkembangnya mafia kasus", ungkap Zulham.

"KPK bukan LSM, KPK bukan malaikat. KPK tidak kebal hukum", tukas Zulham.


Untuk mempertegas tujuannya, massa KAMPAK-MAS mempertunjukkan aksi teatrikal yang menurutnya menggambarkan situasi di internal KPK saat ini. Terlihat sejumlah mahasiswa berbusana hitam dan putih, dan di dadanya ada yang bertuliskan 'KPK', 'Iblis' dan 'rakyat'. Dijelaskan bahwa tanpa adanya dewan pengawas, maka Iblis akan dengan mudah merubah kinerja KPK, dan demikian sebaliknya.

Pertunjukan tersebut mengilustrasikan betapa rentannya KPK digoda oleh Iblis sehingga lebih memihak kepada kepentingan orang-orang kaya dan meninggalkan rakyat miskin.

Zulham menuturkan orang yang bertugas pada KPK bukan Malaikat dan sangat rawan digoda oleh Iblis. Karena itulah lembaga yang bertugas mengawasi KPK menjadi salah satu kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak.


"Banyak hal yang bisa membuat KPK tergoda, karena KPK bukan Malaikat jadi sangat rawan digoda Iblis. Dalam situasi seperti inilah perlu ada pihak yang mengawasi KPK," tuturnya.

Indikasi mudahnya KPK tergoda kepentingan lain saat ini menurutnya sudah mulai terlihat dari internal KPK sendiri. Pernyataan dari pimpinan KPK, Alexander Marwata yang menyebut sudah terjadi, ada penyidik yang menolak memberikan berita acara penyidikan kepada pimpinan KPK. Ini membuktikan ada sesuatu yang salah di tubuh KPK.

"Itu menunjukkan telah terjadi pelanggaran disiplin di kalangan pegawai penyidik KPK," tegasnya.

Massa KAMPAK-MAS juga tampak membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan, "Dukung revisi UU KPK dan Pansel Capim KPK- Revisi untuk penguatan dan perbaikan, bukan pelemahan", "Dewan Pengawas itu penting untuk meningkatkan kinerja dan profesionalitas KPK", OTT bukan prestasi, Revisi adalah solusi".

Aksi KAMPAK MAS di DPRD Sumut ini merupakan aksi damai masyarakat kota Medan yang kesekian kalinya untuk mendukung revisi undang-undang KPK dan mendukung panitia seleksi (Pansel) calon pimpinan (Capim) KPK.

Editor: Herda

T#g:Revisi UU KPK
Berita Terkait
  • Selasa, 17 Sep 2019 19:27

    DPR RI Sahkan Revisi UU KPK Menjadi UU KPK

    Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang memimpin Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Selasa (17/9/2019), resmi mengetok palu tanda disetujuinya hasil revisi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (K

  • Selasa, 17 Sep 2019 15:27

    Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi Sumut Ajak DPRD Baru Dukung Revisi UU KPK

    Baru sehari dilantik, Selasa (17/9/2019), DPRD Sumatera Utara (Sumut) langsung menerima aspirasi massa Solidaritas Mahasiswa Anti Korupsi (SMAK) untuk mendukung revisi Undang-undang nomor 30 tahun 200

  • Senin, 16 Sep 2019 16:16

    Aksi Long March Mahasiswa Di Medan Mendukung Revisi UU KPK

    Aksi dukung revisi Undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berlanjut di kota Medan, Sumatera Utara. Amatan media, setiap hari dalam dua minggu terakhir ini,

  • Minggu, 15 Sep 2019 10:25

    Ratusan Gadis Cantik Aksi Dukung Revisi UU KPK di CFD Kota Medan

    Seratusan gadis cantik mengaku tergabung dalam Srikandi Anti Korupsi Sumatera Utara melakukan aksi mendukung revisi UU KPK di Car Free Day (CFD) lapangan Merdeka kota Medan pada pagi ini. Mereka

  • Sabtu, 14 Sep 2019 16:04

    Dukung Hasil Pansel & Revisi UU KPK, Mahasiswa "Akustik-an" di Titik 0 Kota Medan

    Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Korupsi dan Birokrasi (MPKB) Sumut, dipimpin Ade Fitrian Hasibuan, menggelar aksi unjuk rasa mendukung revisi undang-undang nomor 30 tahun 2002

  • Sabtu, 14 Sep 2019 14:24

    Revisi UU KPK Dari Sudut Pandang Akademis

    Polemik revisi undang-undang nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi perbincangan publik. Akademisi pun pro dan kontra terhadap isu ini.Prof. Dr. Budiman Ginting,

  • Jumat, 13 Sep 2019 16:33

    Bubarkan Wadah Pegawai (WP) KPK

    Demikian salah satu isi spanduk massa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pendukung Revisi UU KPK Sumut, yang dibawa dalam aksi unjuk rasa mendukung revisi UU KPK di depan gedung DPRD Sumut, jalan Imam Bonjo

  • Jumat, 13 Sep 2019 06:43

    Pansel Capim KPK: Faktanya Irjen Firli konsisten dan terbaik dalam setiap tahapan tes

    Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) tidak menemukan adanya pelanggaran etik Kapolda Sumatra Selatan Irjen Firli Bahuri. Tak ada masalah dalam rekam jejak Fir

  • Selasa, 10 Sep 2019 16:30

    Dari DPRD Medan, KIMSU Kirim Pernyataan "Dukung Revisi UU KPK" Ke Presiden dan DPR RI

    Aksi unjuk rasa menyatakan dukungan pada revisi UU KPK masih terus berlangsung di kota Medan.

  • Senin, 09 Sep 2019 16:19

    Dukung Revisi UU KPK, KRBSU: Demi Perbaikan Kinerja, KPK Harus Ada Badan Pengawas

    Saat ini kewenangan KPK sifatnya sangat eksklusif, dan membuat KPK seperti lembaga superbody yang tidak dapat disentuh hukum.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak