Sabtu, 11 Jul 2020 00:03
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Demi Mencegah Covid-19, Pemprov Papua dan Papua Barat Diminta Stop Seleksi ADEM & ADIK

Demi Mencegah Covid-19, Pemprov Papua dan Papua Barat Diminta Stop Seleksi ADEM & ADIK

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 07 Apr 2020 14:17
Dok Pribadi
Yance Emani
Dari Kota Studi, Mahasiswa ADIK Minta Pemprov Papua dan Papua Barat Lihat Kondisi Mereka Di Tengah Pandemi Covid-19.

Penyebaran virus corona secara global semakin luas. Sebanyak 152 lebih negara dunia termasuk Indonesia telah mengonfirmasi terjangkit virus corona, yang diketahui menyebar di Kota Wuhan, China tersebut. Indonesia nomor 40 dari 152 lebih negara di dunia terjangkit virus corona atau covid-19.

Ancaman Pandemik Covid-19 ini sangat serius bagi manusia karena bukan penyakit tapi virus, dengan demikian Indonesia membentuk Tim Gugus Depan Penanganan Virus Corona covid-19 dari pusat sampai daerah termasuk Provinsi Papua dan Papua Barat agar memutus rantai penyebaran covid-19 ini.

Seperti kita ketahui bersama, akibat adanya Covid-19, berhenti seluruh aktivitas dan untuk pencegahan virus corona atau covid-19 tersebut, seluruh aktivitas proses belajar mengajar dilaksanakan berbasis online dan tetap "Stay Home" (tetap di rumah) bagi Pelajar dan Mahasiswa, sesuai dengan himbauan pemerintah.

Di lain sisi, Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat, dalam mengejar ketertinggalan faktor Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah tersebut, pada tahun 2011 membentuk program Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) di masa SBY Presiden ke-6 Indonesia.


Pemerintah daerah bekerja sama dengan pemerintah Pusat dan program tesebut terus menerus sampai dengan saat ini disebut program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) tingkat SMA dan juga program Afirmasi Pendidikan Tinggi  (ADIK) bagi Mahasiswa untuk putra putri Orang Asli Papua.

Yance Emani, yang merupakan Alumni ADEM angkatan 2014 salahsatu SMA di Jawa Tengah, Asal Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua, dan saat ini melalui program yang sama, menempuh perguruan tinggi di Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2017, mengkonfirmasi kebijakan tersebut.


Dikatakannya, melalui program ADEM-ADIK, setiap tahun pemerintah daerah mengirim Pelajar dan Mahasiswa terbaik dan kompeten melalui jalur seleksi ke setiap sekolah ternama bagi ADEM, dan para Mahasiswa ke tingkat perguruan tinggi yang terbaik, menyebar ke seluruh Indonesia untuk mengejar cita-cita masa depan untuk membangun Papua.

"Berdasarkan program tersebut, kami ADEM dan ADIK tetap berjuang mengejar cita-cita masa depan untuk pembangun Papua, namun salah satu masalah sosial yang serius, kami, dan semua pihak/ golongan hadapi saat ini adalah Virus Corona atau Covid-19 yang terjangkit di Indonesia, bahkan dimana lingkungan tempat tinggal kami di seluruh Indonesia atau kota studi", tutur Yance, Selasa (7/4/2020).

Sehingga Yance meminta pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat membentuk tim khusus untuk mengontrol keberadaan pemuda-pemudi Papua yang menjadi peserta ADEM dan ADIK di seluruh Indonesia. "Kami minta diberi pelatihan khusus agar tetap optimis menghadapi covid-19 ini," ujarnya.

"Kemudian saya minta juga Dinas Pendidikan Papua dan Papua Barat untuk tidak mengadakan seleksi ADEM dan ADIK angkatan tahun 2020/2021 karena antisipasi Virus Corona atau Covid-19 yang mengerikan ini, yang dapat mengakibatkan ribuan kasus bahkan pertaruhan nyawa karena virus corona atau covid-19 di seluruh Indonesia," pungkasnya.
 
Editor: Budi

T#g:ADEMADIKmahasiswaYance Emani
Berita Terkait
  • Jumat, 10 Jul 2020 17:50

    Ini Kata Pengamat Politik & Ekonomi Sumut Soal Perkembangan Kemajuan Papua

    Pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur ekonomi di Papua membuktikan keseriusan pemerintah dalam membangun Papua. Bahkan pada Indonesia emas tahun 2045 nanti, Papua akan menjadi salah satu j

  • Selasa, 07 Jul 2020 08:07

    Aliansi Mahasiswa Simeulue Bersatu Lakukan Penggalangan Dana Untuk Rohingya

    Aliansi Mahasiswa Simeulue Bersatu melakukan penggalangan dana untuk Rohingya sebagai bentuk kepedulian yang digelar di Kabupaten Simeulue, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Senin (6/7/2020).Hengki W

  • Selasa, 30 Jun 2020 03:20

    Mewaspadai Kelas Online Disusupi Paham Radikal

    Pandemi Covid-19 telah membuat acara seminar ataupun workshop berubah menjadi pertemuan secara virtual. Acara ini kerap disebut webinar atau kelas online. Hal tersebut rupanya dimanfaatkan pula oleh k

  • Selasa, 09 Jun 2020 04:09

    Libatkan Mahasiswa, FSPMI Diskusi Konsolidasi Masyarakat dan Buruh

    Bertajuk menjalin ukhuwah islamiyah dan bingkai solidaritas terhadap perbaikan nasib dan masa depan bersama masyarakat dan buruh, Pengurus Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC

  • Senin, 08 Jun 2020 09:28

    Mengakomodir 3 Suku Besar Intan Jaya Pada Seleksi Penerimaan Siswa ADEM TA 2020/2021

    Pendidikan adalah suatu proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan membentuk karakter manusia untuk mengukur kehidupan bangsa dan juga kemajuan daerah di bidang sumber daya manusia (SDM) yang d

  • Rabu, 03 Jun 2020 08:03

    Dandim 0824/Jember: Waspadai Paham Radikal dan Separatisme

    Kodim 0824/Jember dalam Program Kerja Pembinaan Teritorial, pada Selasa (02/06/2020), melaksanakan Pembinaan Komunikasi Sosial bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat, dalam rangka Cegah Tang

  • Jumat, 15 Mei 2020 21:05

    GTTP Covid-19 Sumut Salurkan Bantuan 1.892 Paket Sembako untuk Mahasiswa

    Mahasiswa yang berasal dari luar Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menjadi perhatian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut. Pasalnya, banyak di antara mereka yang tidak bisa pulang ke

  • Minggu, 10 Mei 2020 03:10

    Tetap Waspada dan Siaga Akan Bahaya Radikalisme di Medsos Saat Pandemi

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan pandemi Covid-19 menjadi bencana nasional sehingga membutuhkan Gugus Tugas untuk Percepatan Penanganan. Namun kebijakan komprehensif pemerintah tampaknya masih me

  • Jumat, 08 Mei 2020 03:08

    Memutus Nalar Jahat Radikalisme

    Nalar radikalisme yang ingin mendirikan khilafah masih hidup di benak para anggotanya. Nalar sangat sulit dideteksi dan dibasmi kalau tidak dengan secara serius dan terus menerus. Kita boleh bergembir

  • Kamis, 07 Mei 2020 03:07

    Mewaspadai Radikalisme di Sekolah dan Kampus

    Radikalisme adalah paham berbahaya karena dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebarannya pun semakin canggih dengan memanfaatkan teknologi informasi dan menyasar kalangan terdidik

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak