Jumat, 26 Apr 2019 19:43
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Deklarasi Melawan Hoax, Warganetizen Yogyakarta Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu 2019 yang Damai dan Bermartabat

Deklarasi Melawan Hoax, Warganetizen Yogyakarta Ajak Masyarakat Ciptakan Pemilu 2019 yang Damai dan Bermartabat

Yogyakarta (utamanews.com)
Oleh: Iman
Kamis, 21 Feb 2019 17:01
Iman
Kalangan Netizen, Blogger, Youtuber dan Seniman digital Yogjakarta bersama Forum Pemuda Kreatif menggelar Deklarasi Gerakan melawan hoax di Loco Coffe Shop Jalan Malioboro, Yogyakarta. Kamis siang (21/02/2019). Deklarasi warganet Yogjakarta ini dilakukan agar menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Yogyakarta pada Pemilu 2019. Gerakan melawan hoax dilakukan dengan cara mengedukasi Warganetizen Yogyakarta melalui kampanye kreatif di dunia maya.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Hafyz Marshal mengatakan bahwa terlaksananya kegiatan ini untuk mengedukasi seluruh masyarakat Yogyakarta melawan hoax dan isu SARA yang marak saat ini. Gerakan ini sebagai kontribusi kreatif warganet Yogjakarta untuk ikut aktif mensukseskan Pileg dan Pilpres 2019. "Warganetizen Yogyakarta bersama Forum Pemuda Kreatif mencoba ikut ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya pemilu 2019 yang damai, hal tersebut menjadi penting guna menjamin keberlanjutan pembangunan nasional manusia Indonesia seutuhnya yang saat ini gencar dilakukan", ujarnya saat didepan peserta kegiatan diskusi dan deklarasi, Kamis siang (21/02).
Menurutnya, acara ini diharapkan agar masyarakat luas memiliki pengetahuan untuk selektif memilih berbagai informasi yang tersebar di media sosial, sedangkan bagi kalangan warganet diharapkan dapat melawan hoax dengan aktif memproduksi konten konten positif yang membangkitkan optimisme bangsa menatap masa depan dengan ikut mensukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019.

Pada kesempatan selanjutnya, aktivis media sosial Prihadi Beny Waluyo mengatakan bahwa pesta demokrasi jangan menjadi momok bagi masyarakat dan juga jangan dijadikan momen pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan konten negatif mulai dari isu SARA hingga isu hoax terutama di kalangan penggiat media sosial. "Warganetizen khususnya kalangan blogger, youtuber dan content creator lainnya harusnya dapat memanfaatkan pesta demokrasi dengan gembira dan optimis melalui konten konten tulisan, grafis dan vlog serta bentuk kreatif lainnya yang mendidik dan menghibur guna menciptakan proses demokrasi yang berkualitas, bukannya justru mencari kesalahan apalagi memecah belah dengan konten konten berbau SARA. Jangan sampai isu agama dan informasi hoax menjadi alat kepentingan jangka pendek yaitu hanya untuk menang di pesta demokrasi dengqn cara tidak bermartabat", ujar Beny.

Senada dengan Beny, Ramaditya Domas Hariputro Jurnalis yang hadir sebagai pemateri selanjutnya berujar bahwa kampanye kreatif melawan hoax juga harus dilakukan oleh masyarakat netizen guna membendung gerakan-gerakan yang mengeksploitasi kabar berita hoax didunia maya pada kontestasi politik saat ini sehingga beresiko menggangu pelaksanaan Pemilu 2019. "Pemahaman terhadap fungsi media sosial merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan masyarakat terhadap tekanan isu-isu terkini yang berpeluang dipolitisasi menjadi hoax, apalagi menjelang pemilu 2019 yang semakin dekat ini", ungkap Ramaditya.

Acara Diskusi Warganet Yogjakarta bertema "Peran Warganet dan Media dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Demi Pemilu yang Damai, Berkualitas, dan Bermartabat", yang dilanjutkan dengan deklarasi gerakan warganet Yogjakarta melawan hoax juga menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, seniman seniman, akademisi dan kalangan penggiat media sosial serta jurnalis media lokal maupun nasional.

Gerakan melawan hoax untuk mensukseskan Pemilu 2019 tersebut juga diharapkan dapat dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya melslui berbagai cara kratif oleh kalangan warganet.
Editor: Budi

T#g:hoaxNetizen
Berita Terkait
  • Senin, 22 Apr 2019 10:22

    Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

    Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres sudah berlangsung lancar dan aman pada 17 April 2019 lalu, dimana sepanjang musim kampanye berlangsung, berita hoax dan fitnah marak di lini media sosial dan perd

  • Minggu, 21 Apr 2019 23:21

    Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tid

  • Jumat, 19 Apr 2019 15:09

    Anak Bantah Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

    Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia beredar lagi. Kabar itu dipastikan hoax.

  • Selasa, 16 Apr 2019 20:56

    Isu Surat Suara Tercoblos 01, KPU Medan: Surat Suara Belum Didistribusikan Ke Kelurahan

    Beredarnya rekaman percakapan yang menyebut terjadinya praktik kecurangan pencoblosan surat suara untuk Paslon 01 di Kecamatan Medan Amplas mengundang reaksi Ketua KPU Medan."Rekaman berisi percakapan

  • Minggu, 14 Apr 2019 17:14

    TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

    Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.Budaya Hoak

  • Kamis, 04 Apr 2019 08:54

    Milineal Warganet Harus Bersatu Melawan Hoax dan Intimidasi Agar Tidak Takut Memilih

    Akhir-akhir ini banyak muncul informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax di dunia maya. Hoax banyak dimunculkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepenti

  • Rabu, 03 Apr 2019 21:03

    Kominfo: [HOAKS] Pendukung Jokowi Di Acara Debat Memakai Pin Di Topi Lambang PKI

    Beredar foto seorang lelaki yang memakai jaket bertuliskan Jokowi-Ma'ruf yang menghadiri acara debat Capres ke empat pada tanggal 30 Maret 2019. Pria tersebut menggunakan topi hitam dan tampak pi

  • Rabu, 03 Apr 2019 05:03

    Kapuspen TNI: Penyebaran Berita Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan

    Penyebaran informasi dan berita-berita bohong atau hoax melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, serta ke-bhinneka tunggal ika-an.Demikian ditegaskan

  • Kamis, 28 Mar 2019 20:28

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso: Silahturahmi Sebagai Upaya Menyatukan Anak Bangsa

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso diwakili Pasiter Dim 0209/LB, Kapten Inf. Bahdi Siagian, Kamis (28/3/19) menghadiri acara Orientasi Kewaspadaan terhadap Bahaya Laten dengan tema "Lawan Hoak dan To

  • Kamis, 28 Mar 2019 17:28

    Panglima TNI: Jangan Mudah Terprovokasi Berita Hoax

    Saat ini bangsa Indonesia telah memasuki perkembangan baru, yaitu Revolusi Industri 4.0. yang memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya adalah mempermudah pekerjaan manusia dan negatifnya, semak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak