Rabu, 18 Sep 2019 03:09

Bersama Tokoh Bangsa Lintas Agama, PBNU Deklarasi Papua Damai

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Iman
Selasa, 10 Sep 2019 14:00
Istimewa
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, NU dan sejumlah lembaga serta perorangan memiliki perhatian terhadap situasi sosial-politik di tanah Papua. Semuanya, menurut dia, ingin Papua, dan Indonesia pada umumnya dalam keadaan damai.

"Semua merasa prihatin atas terjadinya serangkaian aksi kekerasan dan jatuhnya korban masyarakat dan aparat," katanya pada konferensi pers bersama para pemuka agama di Gedung PBNU, Jakarta, Senin, 9 September 2019.

Menurut Kiai Said, atas nama rasa kemanusiaan dan penghormatan terhadap martabat serta hak asasi manusia, meminta pemerintah dan aparat penegak hukum untuk lebih berhati-hati dalam mengambil langkah dan tindakan agar tidak menimbulkan gejolak dan permasalahan baru.

"Kami menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada jajaran pemerintah serta seluruh kalangan masyarakat di Papua khususnya tokoh agama dan tokoh adat yang dengan sungguh-sungguh berusaha menjaga situasi sosial agar tidak mengarah pada kerusuhan yang memperkeruh suasana dan mengganggu keamanan serta ketertiban," terangnya.


Para pemuka agama, kata dia, mengingatkan bahwa peristiwa yang terjadi di Surabaya, Malang serta beberapa titik lainnya, yang berdampak pada gejolak di Tanah Papua telah menodai upaya Pemerintah yang telah berusaha meningkatkan layanan kesejahteraan dasar bagi masyarakat Papua.

Hal itu, kata Kiai Said, harus menjadi pelajaran bersama bahwa segala bentuk aksi kekerasan dan perlakuan yang tidak manusiawi kepada siapa pun tidak dapat dibenarkan. Segala upaya pengabaian atau upaya memperlambat penyelesaian masalah hanya akan menjadi sumber permasalahan baru di masyarakat.

"Kami meminta jalinan dialog yang sudah dibangun sejak lama dan diinisiasi oleh Presiden RI Keempat, KH Abdurrahman Wahid, yang salah satunya mengembalikan nama Papua dari Irian Jaya, harus terus dirawat dan dijadikan bekal serta komitmen kebangsaan bersama menuju terciptanya masyarakat yang adil dan beradab. Papua adalah kita dan kita adalah manusia-manusia yang memiliki harkat dan martabat", ujar Kiai Said.


Para pemuka agama yang hadir di antaranya Pdt. Gomar Gultom (PGI), Romo Heri Wibowo, Pr (KWI) Rm. Franz Magnis Suseno, Ronald Rischardt (Biro Papua PGI), Antie Sulaiman (UKI), Alissa Wahid (Jaringan Gusdurian), dan Usman Hamid (Amnesty International).

Berikut ini lima pernyataan sikap yang dibacakan oleh tiap tokoh lintas agama. 

1. Mendorong pemerintah untuk menciptakan perdamaian yang abadi di Papua. Perdamaian harus diletakkan sebagai puncak dan tujuan dalam membangun kehidupan berbangsa dalam bingkai kebinekaan. 

2. Mendorong Pemerintah agar mengedepankan dialog dan pendekatan kemanusiaan dalam menciptakan perdamaian di Papua dan sejauh mungkin menghindari pendekatan militeristik yang justru cenderung membuat keadaan semakin buruk. 

3. Meminta kepada segenap tokoh bangsa, pemuka agama, tokoh adat dan segenap elemen bangsa untuk membantu bahu-membahu merajut dialog guna merekatkan bangunan kebersamaan antar masyarakat. 

4. Meminta kepada Pemerintah untuk menunaikan kewajiban-kewajiban yang belum dipenuhi berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus, yang antara lain pembentukan Komisi HAM, Pengadilan HAM, dan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang berkedudukan di Papua. Kelembagaan ini penting untuk digunakan semua pihak dalam menyelesaikan berbagai kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua. Selain itu, pemerintah juga perlu mengutamakan pendekatan musyawarah dalam menanggapi aspirasi-aspirasi masyarakat yang berkembang. 

5. Meminta segenap pihak dan seluruh komponen bangsa untuk menahan diri dari mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang dapat memperkeruh keadaan (di segala ruang publik, termasuk di media sosial) dan mari kita ciptakan suasana yang sejuk, tenang dan damai. Kepada aparat penegak hukum, kami juga mengingatkan agar lebih proporsional dalam merespon komentar-komentar warga masyarakat yang beredar terutama di media sosial.

Editor: Sam

T#g:PBNUPapua
Berita Terkait
  • Selasa, 10 Sep 2019 18:20

    Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Pemerintah Ciptakan Papua yang Damai

    Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Relawan Jokowi menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2019).Mereka mengibark

  • Selasa, 10 Sep 2019 13:40

    Jokowi Didampingi Kepala BIN Budi Gunawan Saat Temui Tokoh Papua di Istana

    Presiden Joko Widodo bertemu dengan para tokoh dari Papua dan Papua Barat. Pertemuan dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019) siang. Sebanyak 61 tokoh Papua dan Papua Barat hadir ke

  • Sabtu, 07 Sep 2019 19:57

    Keluarga Besar Mahasiswa Papua di Batam Serukan Papua Tetap NKRI

    Puluhan Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur di Batam yang tergabung dalam perkumpulan mahasiswa se-Batam menggelar aksi unjukrasa di bundaran BP Batam dan di kantor DPRD Batam, Rabu (4/9) pagi. Mereka

  • Sabtu, 07 Sep 2019 08:37

    Di KRI Oswald Siahaan-354, Panglima TNI ajak Kepala Daerah memandang Papua dari laut

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof H.M. Tito Karnavian, P.hD., bersama para tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Papua, berlay

  • Jumat, 06 Sep 2019 16:26

    Sejumlah Komponen Masyarakat Papua Bersama Gubernur dan Panglima TNI serta Kapolri Tandatangani Deklarasi Papua Damai

    Di hadapan Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Papua, 34 komponen masyarakat bersama Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Ketua DPR Papua menandatangani kesepakatan deklarasi damai pascakerusuhan di Ko

  • Kamis, 05 Sep 2019 12:45

    Panglima TNI: Latihan PPRC Tingkatkan Profesionalitas Prajurit

    Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) adalah untuk meningkatan profesionalitas dari prajurit TNI, dan latihan tahun ini di bawah pembinaan Divisi-2 Kostrad yang berada di Malang, Jawa Timur.Demi

  • Rabu, 04 Sep 2019 18:54

    Masyarakat Bersatu Dukung Presiden RI Ungkap Campur Tangan Jaringan Asing Provokasi Papua

    Ungkap dan tindak tegas jaringan "asing" di dalam negeri yang telah mengcau dan membuat rusuh Papua. Berbagai elemen masyarakat seperti Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, DPP. BIMA d

  • Selasa, 03 Sep 2019 20:43

    FUIB Sulsel Tolak Upaya Pemisahan Papua dari NKRI

    Kegiatan Semarak Pawai Muharram 1441 Hijriyah yang digelar Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan di depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (3/9), jug

  • Selasa, 03 Sep 2019 08:53

    "Aksi Papua Damai" Serentak Di Berbagai Kota Guna Lawan Maraknya Konten Provokatif Di Media Sosial

    Kian maraknya isu yang tersebar secara masif melalui posting-postingan konten provokatif di dunia maya, membuat masyarakat melakukan aksi solidaritas untuk masyarakat Papua dalam rangka melawan penyeb

  • Selasa, 03 Sep 2019 08:43

    7 Poin Deklarasi Damai untuk Papua dari Apel Kebangsaan di Makassar

    Pemerintah Kota Makassar bersama elemen masyarakat, menggelar Apel Kebangsaan, di depan Monumen Mandala, Jl Jenderal Sudirman, Kota Makassar, Senin (2/9/2019) siang.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak