Selasa, 20 Agu 2019 17:52
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Air MCK keruh dan berkarat, masyarakat Sioldengan duga pembangunan tidak sesuai RAB

Air MCK keruh dan berkarat, masyarakat Sioldengan duga pembangunan tidak sesuai RAB

Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Saddam Ritonga
Senin, 15 Jul 2019 18:15
Saddam Ritonga
MCK Lingkungan Sioldengan
Bangunan MCK (mandi cuci kakus)  yang berasal dari anggaran DAK teralokasi sebesar Rp.395.000.000,00 pada tahun anggaran 2018, dikritik oleh masyarakat lingkungan Sioldengan Kelurahan Urung Kompas Kecamatan Rantau Selatan, kabupaten Labuhanbatu.

Warga setempat berinisial NN, mengatakan bahwa pembangunan MCK tidak sesuai harapan masyarakat dimana hasil dari air MCK keruh dan berkarat. "Saya sudah melaporkan kepada Lurah Urung Kompas tapi belum adanya tindakan yang konkrit untuk menyelesaikan permasalahan ini agar MCK tersebut bisa dipergunakan sesuai dengan harapan masyarakat", ujarnya, Senin (15/7/2019). 

Ia juga mengatakan pada awak media bahwa bangunan MCK tersebut diduga banyak kejanggalan dari segi pembangunannya.

Ketua pembangunan MCK tersebut, Nasib Rimadi mengatakan bangunan MCK dengan kedalaman sumur bornya mencapai 60 meter, dan di dalam RAB disebut menggunakan alat Jet pump sebagai alat penyedot air.


Hal serupa dikatakan Kepala Lingkungan Sioldengan, Misran. "Sudah dilakukan perbaikan sebanyak dua kali", ujarnya.

Sementara menurut pantauan dan tinjauan lapangan aktivis muda Generasi Pemerhati Labuhanbatu dari divisi humas dan konsultan, Bung Fara, dengan anggaran sebesar itu, seharusnya hasil dari kinerja mereka bisa sangat optimal. "Tapi ini berbanding terbalik dengan pantauan kami di lapangan, dimana hasil dari air MCK tidak layak dipergunakan, dan airnya juga berkarat, dan air penyedotnya pun tidak menggunakan jet pump sesuai perkataan kepala KSM. Maka kami menduga adanya ketidak sesuaian dengan RAB dan  terkesan asal jadi", ujarnya.

"Kami meminta petugas PERKIM melakukan evaluasi atas pambangunan MCK di Lingkungan Sioldengan agar anggaran sebesar itu tepat sasaran dan masyarakat setempat bisa menikmati hasil pembangunan itu. Dan kita akan pelajari lebih lanjut, jika ada dugaan tindak pidananya maka kami akan melakukan tindakan untuk melaporkan pembangunan yang diduga asal jadi", tandas Bung Fara.

Editor: Budi

T#g:MCKuneg2
Berita Terkait
  • Sabtu, 03 Agu 2019 06:33

    Tembok PUDAM TIRTABINA Labuhanbatu Ambruk, Warga: Sudah Setahun Kami Keluhkan, Tidak Ada Perbaikan

    Tembok pagar pembatas belakang kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) TIRTABINA kabupaten Labuhanbatu, ambruk disertai tumpahan air bercampur lumpur yang menggenangi halaman dan teras salah s

  • Selasa, 30 Jul 2019 10:00

    Rumah Dinas Jabatan Ketua DPRD Labuhanbatu Tidak Dihuni, Anggaran Pemeliharaannya Diambil?

    Rumah dinas atau rumah yang merupakan harta negara dari uang rakyat disediakan untuk Ketua DPRD kabupaten labuhanbatu yang berada di jalan WR Supratman nomor 42, kecamatan Rantau Utara kabupaten Labuh

  • Minggu, 28 Jul 2019 15:08

    Oknum Bendahara SMAN 1 Kualuh Ledong Diduga Gelapkan Dana Sumbangan Orangtua Siswa

    Oknum Bendahara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kualuh Leidong, Kec.Tanjung Leidong, Kab.Labura diduga melakukan penggelapan dana sumbangan wali murid, gaji honor, komite, dan insentif.Demikian

  • Sabtu, 27 Jul 2019 19:07

    Danny Damanik: Kantor PU Medan Bagaikan Rumah Hantu, Diduga Ada Kantor Bayangan Bagi Para Petinggi

    Ketua Bara Api Sumatera Utara M Danny Damnik SE angkat bicara, soal Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan yang disebut bagaikan rumah hantu. Dimana masyarakat mengeluhkan sulitnya pelayanan publik at

  • Senin, 22 Jul 2019 20:42

    Rencana Kunker DPRD Labuhanbatu Keluar Pulau Sumatera, Biaya Per Anggota Rp20 Juta

    Tinggal hitungan hari masa jabatan, DPRD Labuhabatu masih jadwalkan Kunker (Studi Banding) keluar pulau Sumatera, warga pun menuding kegiatan itu termasuk penghamburan uang rakyat.Keberangkatan Kunker

  • Rabu, 17 Jul 2019 14:47

    PAC dan 12 Pimpinan Ranting Bosar Maligas Tolak RPP MPC Pemuda Pancasila Simalungun

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 12 Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Bosar Maligas melakukan penolakan terhadap keputusan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun y

  • Rabu, 10 Jul 2019 10:10

    Sering Absen, Kadis PMPTSP Provsu Terima Tunjangan Rp 50 Juta Setiap Bulannya

    Beginilah nasib bawahan, yang walau tidak mempunyai kesalahan, bisa saja sewaktu-waktu dicopot, tergantung kapan si pimpinan merasa masih suka atau sudah tidak suka (like or dislike), namun kalau Kepa

  • Jumat, 05 Jul 2019 13:35

    Terkait Antony Sinaga, Sekda Akan Panggil Kepala Dinas PMPTSP Ir Arief Trinugroho

    Setelah mencuatnya pemberitaan tentang adanya Pejabat eselon III yang dicopot bernama Antony Sinaga yang diduga dilakukan sewenang-wenang oleh atasannya, Dr Ir Hj R Sabrina MSi  Sekretaris Daerah

  • Kamis, 04 Jul 2019 19:24

    Jadwal sidang di PN Rantauprapat Molor, Dikarenakan Anggaran Makan Tahanan Menipis

    Jadwal sidang di Pengadilan Negri (PN) Rantauprapat, Kamis (4/7/19) molor, disebut dikarenakan anggaran makan tahanan menipis. Seharusnya sidang dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB namun diundur hingga

  • Kamis, 04 Jul 2019 18:04

    Merasa Tak Bersalah, Antony Sinaga Pertanyakan Pencopotan Jabatannya Pada Gubernur Sumut

    Pelantikan 7 pejabat eselon III dan pencopotan 2 orang pejabat eselon III yang dilakukan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada tanggal 17 Juni 2019 lalu, berbuntut panjang. Seorang Pejabat eselon III

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak