Minggu, 19 Jan 2020 23:00
  • Home
  • Sosial Budaya
  • AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis Saat Munajat 212

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis Saat Munajat 212

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Jumat, 22 Feb 2019 15:12
Istimewa
Ilustrasi
Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan persekusi oleh massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI).

Peristiwa itu terjadi di kawasan Monas, Jakarta, saat kegiatan Munajat 212 digelar pada Kamis malam (21/2/2019).

Koordinator Liputan CNN Indonesia TV, Joni Aswira yang berada di lokasi menjelaskan kejadian tersebut. "Malam itu, belasan jurnalis dari berbagai media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP, dekat panggung acara. Mereka menanti sejumlah narasumber yang datang untuk diwawancarai", tuturnya dalam siaran pers yang diterima oleh UTAMANEWS, Jum'at (22/2).

Tiba-tiba di tengah selawatan sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi keributan. Massa terlihat mengamankan orang. Saat itu, beredar kabar ada copet tertangkap. Para jurnalis yang berkumpul langsung mendekati lokasi kejadian. Beberapa di antaranya merekam, termasuk jurnalis foto (kamerawan) CNN Indonesia TV.

Kamera jurnalis CNN Indonesia TV cukup mencolok sehingga menjadi bahan buruan sejumlah orang. Massa yang mengerubungi bertambah banyak dan tak terkendali. Beberapa orang membentak dan memaksa jurnalis menghapus gambar kericuhan yang sempat terekam beberapa detik.

Saat sedang menghapus gambar, Joni mendengar ucapan bernada intimidasi dari arah massa. "Kalian dari media mana? Dibayar berapa?"

"Kalau rekam yang bagus-bagus aja, yang jelek enggak usah!"

Asnil Bambani Amri, Ketua AJI Jakarta, menyatakan, "Nasib serupa juga dialami wartawan Detikcom. Saat sedang merekam, dia dipiting oleh seseorang yang ingin menghapus gambar. Namun, dia tak mau menyerahkan ponselnya."

Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang. 

Namun akhirnya ponsel wartawan tersebut diambil paksa. Semua foto dan video di ponsel tersebut dihapus. Bahkan aplikasi WhatsApp pun dihapus, diduga agar pemilik tak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Usai kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres Jakarta Pusat dan melakukan visum. 

Jurnalis CNNIndonesia.com yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara.com yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengutuk aksi kekerasan dan intimidasi oleh massa FPI terhadap jurnalis yang sedang liputan. Kami menilai tindakan laskar FPI menghapus rekaman video maupun foto dari kamera jurnalis CNN Indonesia TV dan Detikcom adalah perbuatan melawan hukum. Mereka telah menghalang-halangi kerja jurnalis untuk memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi.

Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyatakan, dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. Kerja-kerja jurnalistik itu meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik. Selain itu, mereka juga bisa dijerat pasal pidana yang merujuk pada KUHP, serta Pasal 18 UU Pers, dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan massa FPI tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya massa FPI pernah melakukan pemukulan terhadap jurnalis Tirto.id Reja Hidayat di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 30 November 2016 lalu. 

Erick Tanjung, Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, ‪menegaskan, Atas intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tersebut, AJI Jakarta menyerukan dan menyatakan: 

1. Mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan massa FPI terhadap para jurnalis yang sedang liputan Munajat 212.

2. Mendesak aparat kepolisian menangkap para pelaku dan diadili di pengadilan hingga mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar ada efek jera. Sehingga kasus serupa tak terulang di masa mendatang.

3. Mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya. Sebab, hingga kini belum ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang tuntas sampai pengadilan.

4. Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan intimidasi, persekusi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang liputan.
Editor: Tommy

T#g:aniayafpijurnalis
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jan 2020 11:52

    Batara Tampubolon Pimpin Media Unit Polresta Deli Serdang

    Batara Sidik Tampubolon dipercaya memimpin Media Unit Polresta Deli Serdang. Wartawan Sumut Pos ini telah mengantongi 18 suara wartawan dari berbagai Media cetak maupun elektronik yang aktif selalu me

  • Rabu, 01 Jan 2020 03:01

    FPI Menjadi Ormas Ilegal

    Front Pembela Islam (FPI) menyatakan tidak ingin memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) sebagai Ormas. Hal ini membuktikan bahwa FPI tetap ngotot ingin memasukkan khilafah dalam AD/ARTnya.&nbs

  • Minggu, 22 Des 2019 16:42

    Konflik Anggota DPRD Gerindra dan pemilik Cafe di Doloksanggul Humbahas

    Sebagai salah seorang anggota DPRD, harusnya memberikan teladan bagi masyarakat. Sebutan Anggota dewan terhormat itu seharusnya dijaga karena itu merupakan marwah sebagai wakil rakyat di parlemen. Tet

  • Kamis, 19 Des 2019 07:49

    Bubarkan Ormas Anti Pancasila

    Pancasila merupakan rumusan yang sudah final dan sudah disepakati sebagai ideologi negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Jika terdapat Ormas yang terbukti tidak berazaskan Pancasila, tentu pemeri

  • Senin, 02 Des 2019 03:02

    Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

    Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam videonya, HRS pun sepintas menunjukkan surat yang diduga sebagai rekomendasi pencekala

  • Rabu, 27 Nov 2019 22:27

    Pemberitaan media yang konstruktif dan solutif menentukan suksesnya kebijakan pembangunan Nasional

    Forum Jurnalis Pesantren (FJP) bersama media Kataindonesia, menggelar Diskusi Bareng insan Media bertajuk "Peran Media Mengawal Suksesnya Kebijakan dan Kerja Kabinet Indonesia Maju 5 Tahun Kedepan" di

  • Kamis, 07 Nov 2019 09:27

    Empat Dari Puluhan Pelaku Penganiayaan Anggota HTR Diamankan Polres Labuhan Batu

    Empat dari puluhan orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Anggota HTR Koptan Mandiri sudah diamankan oleh Unit IV Tipiter Polres Labuhan Batu.Adapun empat orang tersebut ialah Umar (47), Bagol

  • Senin, 21 Okt 2019 21:01

    Apresiasi Kinerja Media, Dandim 0209/LB Komsos Dengan Awak Media

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso didampingi Pasi Intel Lettu Inf Dedi M Sibarani, Pasiter Kapten Inf Bahdi Siagian, S.Ag, Bamin Unit Intel Sertu Rasyidin Berutu, Bati Komsos Serka Agus Winarko dan

  • Minggu, 20 Okt 2019 13:30

    Dandim dan Bupati Labuhanbatu Mengupah-upah Anak- Anak Kurang Mampu Peserta Sunat Massal

    Sebanyak 78 orang anak yang kurang mampu, yang berdomisili di kecamatan Rantau Utara mengikuti kegiatan sunat massal yang diadakan sekelompok wartawan yang tergabung dalam komunitas Jurnalis Peduli So

  • Kamis, 10 Okt 2019 17:10

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso Respon Baik Kegiatan Baksos Jurnalis Peduli Sosial Labuhanbatu

    Komandan Distrik Militer (Dandim) 0209/LB, Letkol Inf. Santoso, sangat merespon dengan baik kegiatan bakti sosial sunat massal dan santunan kaum dhuafa yang akan dilaksanakan panitia Jurnalis Peduli S

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak