Kamis, 06 Agu 2020 13:36
  • Home
  • Sosial Budaya
  • AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis Saat Munajat 212

AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis Saat Munajat 212

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Jumat, 22 Feb 2019 15:12
Istimewa
Ilustrasi
Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan persekusi oleh massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI).

Peristiwa itu terjadi di kawasan Monas, Jakarta, saat kegiatan Munajat 212 digelar pada Kamis malam (21/2/2019).

Koordinator Liputan CNN Indonesia TV, Joni Aswira yang berada di lokasi menjelaskan kejadian tersebut. "Malam itu, belasan jurnalis dari berbagai media berkumpul di sekitar pintu masuk VIP, dekat panggung acara. Mereka menanti sejumlah narasumber yang datang untuk diwawancarai", tuturnya dalam siaran pers yang diterima oleh UTAMANEWS, Jum'at (22/2).

Tiba-tiba di tengah selawatan sekitar pukul 21.00 WIB, terjadi keributan. Massa terlihat mengamankan orang. Saat itu, beredar kabar ada copet tertangkap. Para jurnalis yang berkumpul langsung mendekati lokasi kejadian. Beberapa di antaranya merekam, termasuk jurnalis foto (kamerawan) CNN Indonesia TV.

Kamera jurnalis CNN Indonesia TV cukup mencolok sehingga menjadi bahan buruan sejumlah orang. Massa yang mengerubungi bertambah banyak dan tak terkendali. Beberapa orang membentak dan memaksa jurnalis menghapus gambar kericuhan yang sempat terekam beberapa detik.

Saat sedang menghapus gambar, Joni mendengar ucapan bernada intimidasi dari arah massa. "Kalian dari media mana? Dibayar berapa?"

"Kalau rekam yang bagus-bagus aja, yang jelek enggak usah!"

Asnil Bambani Amri, Ketua AJI Jakarta, menyatakan, "Nasib serupa juga dialami wartawan Detikcom. Saat sedang merekam, dia dipiting oleh seseorang yang ingin menghapus gambar. Namun, dia tak mau menyerahkan ponselnya."

Massa kemudian menggiring wartawan Detikcom ke dalam tenda VIP sendirian. Meski telah mengaku sebagai wartawan, mereka tetap tak peduli. Di sana, dia juga dipukul dan dicakar, selain dipaksa jongkok di tengah kepungan belasan orang. 

Namun akhirnya ponsel wartawan tersebut diambil paksa. Semua foto dan video di ponsel tersebut dihapus. Bahkan aplikasi WhatsApp pun dihapus, diduga agar pemilik tak bisa berkomunikasi dengan orang lain. Usai kejadian itu, korban langsung melapor ke Polres Jakarta Pusat dan melakukan visum. 

Jurnalis CNNIndonesia.com yang meliput di lokasi kejadian ikut menjadi saksi kekerasan tersebut. Sementara jurnalis Suara.com yang berusaha melerai kekerasan dan intimidasi itu terpaksa kehilangan ponselnya.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengutuk aksi kekerasan dan intimidasi oleh massa FPI terhadap jurnalis yang sedang liputan. Kami menilai tindakan laskar FPI menghapus rekaman video maupun foto dari kamera jurnalis CNN Indonesia TV dan Detikcom adalah perbuatan melawan hukum. Mereka telah menghalang-halangi kerja jurnalis untuk memenuhi hak publik dalam memperoleh informasi.

Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menyatakan, dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. Kerja-kerja jurnalistik itu meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik. Selain itu, mereka juga bisa dijerat pasal pidana yang merujuk pada KUHP, serta Pasal 18 UU Pers, dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta.

Kasus intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang melibatkan massa FPI tidak hanya terjadi kali ini saja. Sebelumnya massa FPI pernah melakukan pemukulan terhadap jurnalis Tirto.id Reja Hidayat di Markas FPI, Petamburan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 30 November 2016 lalu. 

Erick Tanjung, Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, ‪menegaskan, Atas intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis tersebut, AJI Jakarta menyerukan dan menyatakan: 

1. Mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan yang dilakukan massa FPI terhadap para jurnalis yang sedang liputan Munajat 212.

2. Mendesak aparat kepolisian menangkap para pelaku dan diadili di pengadilan hingga mendapatkan hukuman seberat-beratnya agar ada efek jera. Sehingga kasus serupa tak terulang di masa mendatang.

3. Mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas kasus-kasus kekerasan terhadap jurnalis sebelumnya. Sebab, hingga kini belum ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang tuntas sampai pengadilan.

4. Mengimbau masyarakat agar tidak melakukan intimidasi, persekusi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang liputan.
Editor: Tommy

T#g:aniayafpijurnalis
Berita Terkait
  • Senin, 27 Jul 2020 23:27

    Aniaya Boru Marpaung, Siburian Diciduk Tekab Polsek Pantai Cermin Dari Kafe

    Jampiter Siburian alias Jampi (33) diciduk Tekab Polsek Pantai Cermin, Polres Serdang Bedagai, dari sebuah kafe di daerah Kuala Putri Kecamatan Pantai Cermin, Minggu (26/8/2020) sekira pukul 00.30 Wib

  • Selasa, 21 Jul 2020 14:01

    Kapolda Sumut Jenguk dan Beri Tali Asih Kepada 2 Polisi Korban Penganiayaan

    Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi didampingi Karumkit Bhayangkara TK II Medan menjenguk dua personel Mapolda Sumut yang menjadi korban penganiayaan yang terjadi pada Minggu dini hari, 19

  • Senin, 20 Jul 2020 21:20

    KS, Oknum DPRD Sumut Diduga Aniaya 2 Oknum Anggota Polri di Diskotik

    Oknum Anggota DPRD Sumut berinisial KS bersama rekannya diduga menganiaya 2 oknum anggota polisi di lokasi hiburan malam Retro, di Capital Building Jalan Putri Hijau Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan

  • Minggu, 05 Jul 2020 09:15

    FSPMI Pelalawan Gelar Pendidikan Dasar Jurnalistik dan Kukuhkan Perangkat MP Korda Pelalawan

    Mengusung tema besar, "Kata Adalah Senjata", perangkat Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (KC FSPMI) Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau menggelar Pendidikan Dasar Jurnalistik, be

  • Kamis, 02 Jul 2020 07:12

    SP2HP Kasus Pemukulan Anak Di Bawah Umur Tak Diterima Ortu Korban, AJH Kecewa

    Penganiayaan yang dialami anak dari Sri Wahyu Ningsih Warga Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara yang telah dilaporkan ke Polresta Deliserdang, hingg

  • Sabtu, 27 Jun 2020 20:37

    Atensi Kapolda Sumut, Kapolsek Medan Area Perintahkan Tindak Tegas Semua Pelaku Kejahatan

    Reza Wijaya alias Midun (30) warga Jalan Ismailiyah Kelurahan Komat, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, pelaku perampokan sadis yang membacok dua orang korbannya hingga kritis,

  • Kamis, 11 Jun 2020 14:11

    Aipda Daely Dibacok Massa Saat Tangkap DPO di Lorong Supir, Belawan

    Anggota Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Aipda Daely mengalami aksi kekerasan saat melaksanakan tugas kepolisian, tadi malam. Ia dibacok dengan senjata tajam di bagian kepala, bahu dan lengan sebe

  • Kamis, 11 Jun 2020 11:11

    Tekab Reskrim Polres Labuhanbatu Tangkap Beni Pelaku Pencurian Dengan Kekerasan

    Tim Khusus Anti Bandit Reserse dan Kriminal (Tekab Reskrim) Polres Labuhanbatu yang dipimpin oleh Kanit Pidum, melakukan penangkapan terhadap tersangka pelaku tindak pidana pencurian disertai kekerasa

  • Kamis, 11 Jun 2020 05:11

    Marlina Simanjuntak Minta Polres Deli Serdang Tangkap Pelaku Penganiaya Anak

    Laporan penganiayaan yang dialami anak di bawah umur berinisial NSBA (11) yang telah 2 bulan lebih dilaporkan ibu korban Sri Wahyu Ningsih ke Unit PPA (Perlindungan Perempuan Anak) Sat Reskrim Polrest

  • Senin, 08 Jun 2020 18:58

    Kapolres Labuhanbatu Jenguk Korban Penganiayaan di Rumah Sakit

    Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat S.I.K, MH bersama AKP Parikesit SiK MH menjenguk Mandor dan penjaga malam PT Aneka Sumatrindo, korban penganiayaan oleh pelaku pencurian burung sarang walet yang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak