Rabu, 18 Sep 2019 03:01

AJI: Terapkan Jurnalisme Damai dalam Peristiwa Papua

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 20 Agu 2019 11:50
Istimewa
AJI
Media massa dalam beberapa hari ini memberitakan peristiwa pengepungan organisasi massa, satuan polisi pamong praja Kota Surabaya, polisi dan tentara terhadap asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No 10, Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 2019. Pemicunya adalah kabar tentang adanya pengrusakan tiang bendera, informasi yang dibantah mahasiswa Papua. Selama pengepungan itulah terlontar umpatan bernada rasis, menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua.

Ketua Umum AJI, Abdul Manan, menyatakan, "Peristiwa itu disusul sejumlah insiden lain di kota Malang dan Semarang. Puncaknya, Senin, 19 Agustus 2019, ratusan orang di Papua dan Papua Barat memblokade sejumlah jalan dengan merobohkan pohon. Salah satunya terjadi di Jalan Yos Sudarso, Manokwari, Papua Barat, 19 Agustus 2019. Massa juga membakar Gedung DPRD di Kota Manokwari, 19 Agustus 2019. Protes serupa juga terjadi di Jayapura. Massa turun ke jalan dan memblokir jalan utama menuju Bandara Sentani."

"Dalam memberitakan peristiwa itu, ada media yang menggunakan istilah yang terkesan memberi stigma negatif. Misalnya, menulis judul berita yang antara lain menyebut soal mahasiswa Papua "keras kepala", "melakukan aksi anarkis", "membuat rusuh", dengan tanpa dukungan data dan informasi yang memadai. Ada juga yang informasinya tak berimbang, dengan tak meminta pihak yang dituduh berbuat rusuh tersebut menyampaikan versinya," ujar Abdul Manan, didampingi Ketua Bidang Pendidikan, Etik dan Profesi, Dandy Koswaraputra, Selasa 20 Agustus 2019.


"Saat memberitakan peristiwa di Papua ini, ada media massa yang tak cukup sensitif atas keadaan, yaitu dengan mengangkat dampaknya terhadap etnis tertentu. Secara tak sengaja, pemilihan sudut pandang seperti ini mengabaikan prinsip jurnalisme damai dalam pemberitaan bernuansa konflik karena bisa memicu dampak susulan", tukasnya.

Menyikapi pemberitaan media tentang peristiwa di Surabaya, Malang, Semarang dan Papua tersebut kami menyatakan sikap:

1. Mengimbau jurnalis dan media menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam pemberitaan peristiwa bernuansa konflik seperti ini. Jurnalisme damai tak berpretensi untuk menghilangkan fakta. Tapi yang lebih diutamakan adalah memilih atau menonjolkan fakta yang bisa mendorong turunnya tensi konflik dan ditemukannya penyelesaiannya secara segera.


2. Mengimbau jurnalis dan media mematuhi kode etik jurnalistik dalam peliputan dan pemberitaannya. Pasal 8 Kode Etik Jurnalistik mengingatkan jurnalis dan media untuk "tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras...". Sikap itu ditunjukkan antara lain dengan tidak mudah mempercayai informasi, apalagi sekadar tuduhan, dari ormas, TNI atau Polri. Dalam membuat berita juga hendaknya jangan mengesankan membenarkan tindakan yang rasis itu, baik oleh ormas mauapun aparat keamanan.

3. Mengimbau jurnalis dan media memberitakan peristiwa di Manokwari dan Jayapura sesuai kaidah Kode Etik Jurnalistik. Sikap itu antara lain dengan melakukan verifikasi sebelum melansir berita, menghindari memuat berita dari sumber yang tidak jelas, dan menuliskannya seakurat mungkin berdasarkan fakta. Media hendaknya tidak tergoda untuk memuat berita sensasional, meski itu mengundang jumlah pembaca yang tinggi.

4. Meminta pemerintah melakukan proses hukum terhadap massa organisasi massa, TNI atau Polri, yang bersikap rasis karena itu merupakan pidana menurut Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Aparat keamanan harus menghormati aspirasi yang disampaikan warga Papua, yang disampaikan secara damai dan memenuhi ketentuan hukum, karena itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi Konstitusi. 

Editor: Iman

T#g:AJIPapua
Berita Terkait
  • Selasa, 10 Sep 2019 18:20

    Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Gelar Aksi Dukung Pemerintah Ciptakan Papua yang Damai

    Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Relawan Jokowi menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2019).Mereka mengibark

  • Selasa, 10 Sep 2019 14:00

    Bersama Tokoh Bangsa Lintas Agama, PBNU Deklarasi Papua Damai

    Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, NU dan sejumlah lembaga serta perorangan memiliki perhatian terhadap situasi sosial-politik di tanah Papua. Semuanya, menurut dia, ingin Papua, dan Indon

  • Selasa, 10 Sep 2019 13:40

    Jokowi Didampingi Kepala BIN Budi Gunawan Saat Temui Tokoh Papua di Istana

    Presiden Joko Widodo bertemu dengan para tokoh dari Papua dan Papua Barat. Pertemuan dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9/2019) siang. Sebanyak 61 tokoh Papua dan Papua Barat hadir ke

  • Sabtu, 07 Sep 2019 19:57

    Keluarga Besar Mahasiswa Papua di Batam Serukan Papua Tetap NKRI

    Puluhan Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur di Batam yang tergabung dalam perkumpulan mahasiswa se-Batam menggelar aksi unjukrasa di bundaran BP Batam dan di kantor DPRD Batam, Rabu (4/9) pagi. Mereka

  • Sabtu, 07 Sep 2019 08:37

    Di KRI Oswald Siahaan-354, Panglima TNI ajak Kepala Daerah memandang Papua dari laut

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof H.M. Tito Karnavian, P.hD., bersama para tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Forkopimda Papua, berlay

  • Jumat, 06 Sep 2019 16:26

    Sejumlah Komponen Masyarakat Papua Bersama Gubernur dan Panglima TNI serta Kapolri Tandatangani Deklarasi Papua Damai

    Di hadapan Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Papua, 34 komponen masyarakat bersama Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Ketua DPR Papua menandatangani kesepakatan deklarasi damai pascakerusuhan di Ko

  • Kamis, 05 Sep 2019 12:45

    Panglima TNI: Latihan PPRC Tingkatkan Profesionalitas Prajurit

    Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) adalah untuk meningkatan profesionalitas dari prajurit TNI, dan latihan tahun ini di bawah pembinaan Divisi-2 Kostrad yang berada di Malang, Jawa Timur.Demi

  • Rabu, 04 Sep 2019 18:54

    Masyarakat Bersatu Dukung Presiden RI Ungkap Campur Tangan Jaringan Asing Provokasi Papua

    Ungkap dan tindak tegas jaringan "asing" di dalam negeri yang telah mengcau dan membuat rusuh Papua. Berbagai elemen masyarakat seperti Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, DPP. BIMA d

  • Selasa, 03 Sep 2019 20:43

    FUIB Sulsel Tolak Upaya Pemisahan Papua dari NKRI

    Kegiatan Semarak Pawai Muharram 1441 Hijriyah yang digelar Forum Ummat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan di depan Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (3/9), jug

  • Selasa, 03 Sep 2019 08:53

    "Aksi Papua Damai" Serentak Di Berbagai Kota Guna Lawan Maraknya Konten Provokatif Di Media Sosial

    Kian maraknya isu yang tersebar secara masif melalui posting-postingan konten provokatif di dunia maya, membuat masyarakat melakukan aksi solidaritas untuk masyarakat Papua dalam rangka melawan penyeb

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak