Senin, 17 Feb 2020 16:38

AJI: Terapkan Jurnalisme Damai dalam Peristiwa Papua

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Sam
Selasa, 20 Agu 2019 11:50
Istimewa
AJI
Media massa dalam beberapa hari ini memberitakan peristiwa pengepungan organisasi massa, satuan polisi pamong praja Kota Surabaya, polisi dan tentara terhadap asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan No 10, Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 2019. Pemicunya adalah kabar tentang adanya pengrusakan tiang bendera, informasi yang dibantah mahasiswa Papua. Selama pengepungan itulah terlontar umpatan bernada rasis, menggunakan nama binatang kepada mahasiswa Papua.

Ketua Umum AJI, Abdul Manan, menyatakan, "Peristiwa itu disusul sejumlah insiden lain di kota Malang dan Semarang. Puncaknya, Senin, 19 Agustus 2019, ratusan orang di Papua dan Papua Barat memblokade sejumlah jalan dengan merobohkan pohon. Salah satunya terjadi di Jalan Yos Sudarso, Manokwari, Papua Barat, 19 Agustus 2019. Massa juga membakar Gedung DPRD di Kota Manokwari, 19 Agustus 2019. Protes serupa juga terjadi di Jayapura. Massa turun ke jalan dan memblokir jalan utama menuju Bandara Sentani."

"Dalam memberitakan peristiwa itu, ada media yang menggunakan istilah yang terkesan memberi stigma negatif. Misalnya, menulis judul berita yang antara lain menyebut soal mahasiswa Papua "keras kepala", "melakukan aksi anarkis", "membuat rusuh", dengan tanpa dukungan data dan informasi yang memadai. Ada juga yang informasinya tak berimbang, dengan tak meminta pihak yang dituduh berbuat rusuh tersebut menyampaikan versinya," ujar Abdul Manan, didampingi Ketua Bidang Pendidikan, Etik dan Profesi, Dandy Koswaraputra, Selasa 20 Agustus 2019.


"Saat memberitakan peristiwa di Papua ini, ada media massa yang tak cukup sensitif atas keadaan, yaitu dengan mengangkat dampaknya terhadap etnis tertentu. Secara tak sengaja, pemilihan sudut pandang seperti ini mengabaikan prinsip jurnalisme damai dalam pemberitaan bernuansa konflik karena bisa memicu dampak susulan", tukasnya.

Menyikapi pemberitaan media tentang peristiwa di Surabaya, Malang, Semarang dan Papua tersebut kami menyatakan sikap:

1. Mengimbau jurnalis dan media menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam pemberitaan peristiwa bernuansa konflik seperti ini. Jurnalisme damai tak berpretensi untuk menghilangkan fakta. Tapi yang lebih diutamakan adalah memilih atau menonjolkan fakta yang bisa mendorong turunnya tensi konflik dan ditemukannya penyelesaiannya secara segera.


2. Mengimbau jurnalis dan media mematuhi kode etik jurnalistik dalam peliputan dan pemberitaannya. Pasal 8 Kode Etik Jurnalistik mengingatkan jurnalis dan media untuk "tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras...". Sikap itu ditunjukkan antara lain dengan tidak mudah mempercayai informasi, apalagi sekadar tuduhan, dari ormas, TNI atau Polri. Dalam membuat berita juga hendaknya jangan mengesankan membenarkan tindakan yang rasis itu, baik oleh ormas mauapun aparat keamanan.

3. Mengimbau jurnalis dan media memberitakan peristiwa di Manokwari dan Jayapura sesuai kaidah Kode Etik Jurnalistik. Sikap itu antara lain dengan melakukan verifikasi sebelum melansir berita, menghindari memuat berita dari sumber yang tidak jelas, dan menuliskannya seakurat mungkin berdasarkan fakta. Media hendaknya tidak tergoda untuk memuat berita sensasional, meski itu mengundang jumlah pembaca yang tinggi.

4. Meminta pemerintah melakukan proses hukum terhadap massa organisasi massa, TNI atau Polri, yang bersikap rasis karena itu merupakan pidana menurut Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Aparat keamanan harus menghormati aspirasi yang disampaikan warga Papua, yang disampaikan secara damai dan memenuhi ketentuan hukum, karena itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi Konstitusi. 

Editor: Iman

T#g:AJIPapua
Berita Terkait
  • Selasa, 11 Feb 2020 12:21

    Terluka Kena Parang, Warga Papua Nugini Diobati Anggota Yonif 411 Kostrad

    Tim Kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, memberikan pertolongan medis kepada warga Papua Nugini bernama Simon Jack (44 th) yang meminta bantuan ke Pos Kout di Kampung Sota, Distrik

  • Minggu, 09 Feb 2020 09:09

    Penyelenggaraan PON XX di Papua Menjadi Bukti Bahwa Papua Damai, Maju dan Hebat

    Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang prestasi anak bangsa dari berbagai daerah dalam menunjukkan talenta olahraganya untuk negeri agar selanjutnya dapat berbicara di kancah internasional sert

  • Jumat, 07 Feb 2020 03:07

    Pelaksanaan PON Papua Berdampak Positif Bagi Masyarakat

    Pemerintah terus mengakselerasi berbagai persiapan guna mendukung kelancaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Papua. Pelaksanaan PON di Papua diyakini berdampak positif bagi masyarakat karena mampu

  • Minggu, 26 Jan 2020 18:26

    Satgas Yonif 755/Yalet/20/3 Kostrad Peduli Gizi dan Pendidikan Papua

    Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 755/Yalet/20/3 Kostrad yang sedang melaksanakan tugas di Papua di bawah pimpinan Letkol Inf Dodi Nur Hidayat, peduli terhadap kebutuhan gizi anak-anak da

  • Jumat, 24 Jan 2020 13:24

    Prajurit Penjaga Perbatasan RI-PNG Ajarkan Mama-Mama Papua Cara Membuat Kue

    Selain menjalankan tugas pokok menjaga keamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) dan dalam rangka pemberdayaan keterampilan masyarakat, Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yoni

  • Jumat, 10 Jan 2020 06:30

    Bersepeda Jelajah Nusantara, Rajip Disambut Satgas Yonif 411 Kostrad di Perbatasan RI-PNG

    Rajip (30 th) seorang pemuda asal Bandung, Jawa Barat, dalam misinya "Bersepeda Jelajah Nusantara", setelah menempuh perjalanan selama 7 bulan akhirnya tiba di perbatasan RI-PNG Kampung Sota, Distrik

  • Selasa, 31 Des 2019 03:31

    Mengutuk Aksi Keji KKSB Papua Jelang Natal 2019

    Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) (OPM) kembali berulah. Pada sabtu (21/12/2019) KKSB pimpinan Egianus Kogoya kembali membunuh warga asli Nduga bernama Hendrik Lokbere yang sedang melintas.

  • Minggu, 29 Des 2019 03:29

    Mengapresiasi Deklarasi Mahasiswa Papua di AS Demi Kemajuan dan Keutuhan NKRI

    Kepedulian terhadap bangsa Indonesia juga ditujukan oleh Diaspora asal Bumi Cenderawasih. Belum lama ini kelompok Mahasiswa asal Papua yang sedang mengenyam studi di Amerika serikat telah menggelar ko

  • Sabtu, 28 Des 2019 07:28

    Pertemuan Pengurus dan Keluarga Besar FAJI dengan Komandan Yonmarhanlan I Belawan

    Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman yang juga menjabat sebagai Ketua Federasi Arung Jeram (FAJI) Sumut, Wabup Sergai H Darma Wijaya SE, yang juga menjabat sebagai Pembina FAJI Sergai, Koman

  • Jumat, 27 Des 2019 06:27

    Wings Air akan Layani Rute Baru Nabire ke Manokwari

    Yuk ke Papua! Satu kota tujuan berlokasi ujung paling timur Papua di Teluk Cenderawasih mulai dikenal eksotis, sebab menyimpan panorama alam di setiap sudutnya. Tidak heran bila kabupaten beribukota d

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak