Rabu, 19 Sep 2018 09:22
  • Home
  • Sosial Budaya
  • 24 Mahasiswa KAMMI Demo di Medan, Tuntut Pemerintah Selamatkan Rupiah

24 Mahasiswa KAMMI Demo di Medan, Tuntut Pemerintah Selamatkan Rupiah

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Senin, 10 Sep 2018 11:30
Istimewa
Sejumlah mahasiswa KAMMI Medan unjuk rasa di Medan, terkait Rupiah, Senin (10/9).
24 Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Medan, dipimpin Ketua Umum Pengurus Daerah, Hadi Mansur Juhri Perangin-angin, melakukan aksi unjuk rasa di bundaran Tugu SIB, jalan Gatot Subroto Medan, Senin (10/9/2018).

Massa PD KAMMI menyatakan "Ekonomi Lemah, Pemerintah Pasrah, Rakyat Pun Gerah."

Aksi mahasiswa yang menggunakan mobil pick up berpengeras suara dan membawa bendera serta spanduk ini tampak mendapat pengawalan dari Aparat Kepolisian dan Prajurit TNI.

Adapun beberapa tuntutan yang disuarakan dalam selebaran antara lain menyebutkan, KAMMI mendesak pemerintah untuk stop produk impor dan wujudkan kedaulatan pangan lokal.

"Copot Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia, Wujudkan transparansi APBN 2018, Tolak kedatangan IMF dan World Bank, Selamatkan perekonomian Indonesia dari cengkeraman neoliberalisme dan kapitalisme serta stabilkan harga komoditas pangan," ujar orator membacakan pernyataan KAMMI.


Sementara itu, akademisi dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai, pemerintah perlu terus menjelaskan kepada masyarakat penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).  

Tujuannya, untuk menetralisir keadaan, sehingga masyarakat tidak waswas. Karena, kekhawatiran hanya akan menyebabkan kondisi semakin memburuk.

"Ya, satu-satunya alasan yang masuk akal (rupiah melemah) karena gejolak ekonomi global. Bukan karena fundamental ekonomi bangsa yang ambruk. Ini perlu dijelaskan secara terus menerus ke publik," ujar Adi seperti dikutip dari JPNN, Senin (10/9).

Menurutnya, ketika masyarakat mengetahui fundamental ekonomi bangsa cukup kuat, maka mereka akan tenang. Apalagi, jika pemerintah mampu membuktikan harga-harga kebutuhan pokok tidak melonjak naik, maka isu melemahnya rupiah tidak akan akan ampuh digunakan sebagai bahan kampanye di Pilpres 2019.

"Intinya, pemerintah harus membuat rakyat tenang dengan kondisi ekonomi global yang berdampak ke seluruh dunia ini. Kemudian, mengambil kebijakan yang melindungi kebutuhan rakyat kecil," katanya.

Akademisi ini optimistis, Indonesia bakal mampu menghadapi krisis yang ada jika semua pihak saling bergandengan tangan. Bukan malah memanfaatkan situasi demi kepentingan kelompok tertentu. 

Editor: Sam

T#g:KAMMIrupiah
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 16 Sep 2018 20:16

    Pemahaman Mahasiswa Patut Dipertanyakan

    Demonstrasi puluhan mahasiswa di Kementerian Keuangan sebagai bentuk protes terhadap merosotnya nilai tukar rupiah pada 14 September lalu hanya menandakan dua hal. Pertama masih lemahnya pengetahuan m

  • Senin, 10 Sep 2018 09:30

    Ekonomi Indonesia Masih Stabil Meski Rupiah Melemah

    Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan berita melemahnya nilai Rupiah bahkan hingga menginjak angka Rp 15.000. Bahkan beredar spekulasi-spekulasi yang meresahkan masyarakat yang menyangkutkan melema

  • Sabtu, 08 Sep 2018 20:08

    Akademisi: Meski Rupiah Lemah, Masyarakat Masih Sangat Percaya Jokowi

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Budyatna berpendapat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) masih sangat tinggi, meski nilai tukar rupiah terhadap dol

  • Jumat, 07 Sep 2018 04:07

    Agresifnya Pemerintah Stabilkan Rupiah

    Rupiah sempat melemah sampai Rp14.930 pada 4 September lalu. Pemerintah pun melakukan operasi penyelamatan rupiah yang direspon positif oleh pasar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil memandam

  • Kamis, 06 Sep 2018 14:36

    Kenaikan Dollar dan Momentum Persatuan Masyarakat

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) telah menembus 15.000 per dollar AS. Sebelumnya, rupiah masih berada di sekitaran Rp 14.950. Kondisi dolar yang terus menguat ini mengingat

  • Kamis, 06 Sep 2018 09:36

    Waspada, Harga Bitcoin Terkoreksi Menukik Tajam 11,2%

    Bitcoin adalah jenis alat tukar digital pada era masa kini. Banyak yang menganggap Bitcoin merupakan mata uang terbaru yang mempunyai market perdagangan tersendiri. Seiring waktu Crptocurency ini

  • Senin, 13 Agu 2018 04:13

    Jurus Pemerintah Antisipasi Pelemahan Rupiah

    Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi menjabat sebagai Presiden Indonesia dapat diakui bahwa infrastruktur Indonesia melesat jauh dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari kebijakannya untu

  • Minggu, 29 Jul 2018 05:29

    Bijak Menyikapi Isu Pelemahan Rupiah

    Akhir-akhir ini banyak isu yang tersebar di masyarakat terkait kegagalan Pemerintah dalam mengatasi pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), menurut data yang diungkapkan oleh BI dari Ja

  • Selasa, 26 Jun 2018 11:16

    Pernyataan Resmi Kelompok Cipayung Plus Sumut H-1 Pencoblosan, "Pemilih Pemula Harus Cerdas"

    Para pimpinan Kelompok Cipayung Plus Sumut menyerukan agar pemilih pemula lebih cerdas dalam menjatuhkan pilihannya pada Calon Gubernur Sumut 2018-2023.Di antaranya, Charles Munthe selalu KORDA GMNI S

  • Selasa, 05 Des 2017 06:05

    Cipayung Plus Sumut Tolak pengesahan R-APBD Sumut 2018

    Kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari HMI, PMII, GMKI, GMNI, dan KAMMI mengeluarkan pernyataan sikap mengenai kisruh pembahasan pengesahan R-APBD Sumut 2018 yang akan dilanjutkan pad

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak