MAN Batu Bara menjalani Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Empat Tahunan sebagai bagian dari evaluasi terhadap kepemimpinan, tata kelola, dan pengembangan mutu pendidikan selama empat tahun terakhir, Senin, (31/8/2026).
Penilaian berlangsung di lokasi sementara kegiatan belajar mengajar MAN Batu Bara yakni di Aula SMPN I Lima Puluh. Saat ini, aktivitas pendidikan madrasah masih dilaksanakan di sekolah lain karena gedung MAN Batu Bara tengah menjalani proses rehabilitasi.
Kondisi tersebut tidak mengurangi keseriusan pelaksanaan PKKM. Pendidik dan tenaga kependidikan MAN Batu Bara tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari evaluasi perjalanan kepemimpinan madrasah.
Penilaian dilakukan oleh Tim Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Ketua Tim Tenaga Kependidikan Bidang Pendidikan Madrasah, Dr. Hj. Rifnatul Hasanah Harahap, S.Ag, M.H, bersama rombongan tim penilai.
Dr. Hj. Rifnatul Hasanah Harahap mengatakan PKKM mencakup sejumlah aspek utama, mulai dari usaha pengembangan madrasah, pelaksanaan tugas manajerial, pengembangan kewirausahaan, supervisi terhadap guru dan tenaga kependidikan, hingga hasil kinerja kepala madrasah.
Melalui penilaian tersebut, tim melakukan pemeriksaan terhadap dokumen dan berbagai bukti pendukung untuk memperoleh gambaran objektif mengenai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kepala madrasah selama satu periode kepemimpinan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Batu Bara, H. Syahri Maulidin, S.Pd., M.M., yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Batu Bara, Pengawas Madrasah Darni Kurnianingsih, M.Pd., serta Komite MAN Batu Bara.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperkuat posisi PKKM bukan sekadar agenda administratif, melainkan bagian dari proses pembinaan dan evaluasi bersama untuk meningkatkan profesionalisme kepemimpinan dan tata kelola pendidikan madrasah.
Dalam kesempatan itu, Kepala MAN Batu Bara Erwin Parlindungan Nst, S.Ag, M.M, memaparkan pelaksanaan program dan capaian madrasah selama empat tahun masa kepemimpinannya di hadapan tim penilai dan seluruh unsur yang hadir.
Paparan mencakup pengelolaan madrasah, peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, pembinaan peserta didik, kegiatan ekstrakurikuler, pengelolaan administrasi, serta berbagai langkah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Erwin juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi, termasuk proses rehabilitasi gedung yang menyebabkan kegiatan pembelajaran sementara harus dilaksanakan dengan menumpang di sekolah lain.
Menurutnya, keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan pendidikan. Dengan dukungan guru dan tenaga kependidikan, kegiatan belajar mengajar dan program-program madrasah tetap diupayakan berjalan sebagaimana mestinya.
“PKKM ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi juga menjadi momentum bagi kami untuk melakukan refleksi terhadap apa yang telah dilaksanakan selama empat tahun terakhir. Kami menyadari masih ada berbagai hal yang harus diperbaiki dan ditingkatkan,” kata Erwin.
Ia menegaskan, capaian yang diraih MAN Batu Bara tidak terlepas dari kerja bersama seluruh unsur madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite, orang tua, pengawas hingga jajaran Kementerian Agama yang terus memberikan dukungan dan pembinaan.
Bagi MAN Batu Bara, PKKM Empat Tahunan menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk melangkah ke periode berikutnya. Di tengah proses rehabilitasi gedung, madrasah tersebut menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu pendidikan, dan membangun budaya evaluasi serta perbaikan berkelanjutan demi mencetak peserta didik yang berprestasi dan berkarakter.