Selasa, 26 Mei 2020 12:55
  • Home
  • Ragam
  • Prajurit TNI Pamtas RI-PNG Yonif 411/Pandawa Berhasil Amankan 3.333 Botol Miras Ilegal

Prajurit TNI Pamtas RI-PNG Yonif 411/Pandawa Berhasil Amankan 3.333 Botol Miras Ilegal

Papua (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Selasa, 13 Agu 2019 19:13
Puspen TNI
Prajurit TNI saat menemukan Miras ilegal di trans Papua.
Prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider (Yonif MR) 411/Pandawa Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RepublikIndonesia- Papua Nugini (RI-PNG), berhasil mengamankan 3.333 botol Miras ilegal saat menggelar sweeping di Jalan Poros Trans Papua perbatasan RI-PNG, tepatnya di Kalimaro, Distrik Elikobel, Kab. Merauke, pada Senin malam 12 Agustus 2019.

Hal tersebut dikatakan Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad, Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., di Distrik Elikobel, Kab. Merauke, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut Mayor Inf Rizky Aditya menuturkan bahwa para pemasok Minuman Keras (Miras) yang tidak memiliki ijin (ilegal) dalam melancarkan aksinya selalu menggunakan berbagai macam cara agar dapat melewati jalur perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini dengan aman, salah satunya yakni melintas di malam hari.

"Seperti yang terjadi Senin malam, ketika menggelar sweeping di Jalan Poros Trans Papua, Pos Komando Taktis (Kotis) Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pandawa Kostrad yang dipimpin oleh Sertu Ismail, berhasil mengamankan 3.333 botol Miras ilegal berbagai jenis dan merk dari dua mobil Hilux warna hitam yang melintas," jelasnya.


Jumlah pelakunya adalah dua orang warga Kabupaten Boven Digoel, atas nama Akbar Baba (47 th) dan Antonius L. Biu (57 th). "Keduanya saat dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku tidak bisa menunjukan surat ijin atas ribuan botol miras yang di bawa tersebut," kata Mayor Inf Rizky Aditya.

"Ini sudah menjadi tugas kita, untuk menyelamatkan masyarakat dari pengaruh jahat Miras, kedepan di jalur Trans Papua ini akan kita perketat lagi ruang gerak para pelaku penyelundup Miras lintas batas negara ini, supaya setiap aksinya dapat kita gagalkan," tegas Dansatgas Pamtas RI-PNG.

Dansatgas juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pandawa Kostrad telah berkomitmen untuk memberantas segala macam peredaran miras di sektor selatan perbatasan wilayah Kabupaten Merauke, di samping tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI.

"Kami ingin suasana di perbatasan ini aman dan kondusif, sebab Miras ilegal ini tidak hanya berdampak kepada perorangan namun juga dalam kehidupan sosial, keamanan, serta menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya," ujar Mayor Inf Rizky Aditya Alumni Akmil 2003.
Editor: Herda

T#g:IlegalMiras
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Mei 2020 14:32

    112 PMI/TKI ilegal diamankan dan diserahkan ke Posko Induk Gugus Tugas COVID-19 Tanjung Balai

    Sejumlah 112 orang PMI/TKI ilegal asal negara Malaysia, hari ini (22/05/2020) pukul 02.00 WIB diserahkan ke Posko Induk Gugus Tugas COVID-19 Kota Tanjung Balai untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengecekan suhu tubuh.

  • Sabtu, 16 Mei 2020 09:06

    Warga Kembali Amankan 88 Orang PMI/WNI/TKI Ilegal Di Dusun V Bagan Asahan, Tanjung Balai- Asahan

    Untuk kesekian kalinya warga Bagan Asahan temukan PMI/WNI/TKI Ilegal yang datang dari negara Malaysia lewat jalur tikus di perairan Tanjung Balai Asahan.

  • Selasa, 05 Mei 2020 11:25

    Pemekaran 4 Dusun di Kualuh Selatan diduga ilegal. Bagaimana pertanggungjawaban honor yang sudah diterima Kadus?

    Bangkit Hasibuan, eks Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), menyatakan keheranannya atas pemekaran empat dusun di d

  • Senin, 04 Mei 2020 18:44

    119 TKI ilegal dari Malaysia masuk lewat Tanjung Tiram Batu Bara, Ini rincian alamatnya

    119 TKI Ilegal dari Malaysia mendarat lagi, kali ini masuk lewat pintu Pelabuhan Boom, Kecamatan Tanjung Tiram, pada Minggu (3/5/2020) malam, sekitar pukul pukul 23.30 Wib.

  • Sabtu, 28 Mar 2020 16:28

    Sat Pol Air Polres Sergai Antisipasi Pemulangan TKI Ilegal Lewat Jalur Tikus

    Dalam pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Serdang Bedagai, Personil Satuan Polisi Perairan Polres Serdang Bedagai, mengajak masyarakat nelayan untuk memberikan informasi kepada polisi

  • Jumat, 06 Mar 2020 11:06

    Kades Hasinggaan Diduga Terlibat Illegal Logging Di Kawasan Hutan Lindung

    Maraknya penebangan pohon di kawasan hutan di Kabupaten Samosir mengakibatkan sering terjadinya longsor di beberapa Desa di Kabupaten Samosir. Hal itu tidak dipungkiri karena pohon yang sudah ditebang

  • Jumat, 06 Mar 2020 09:06

    Satgas Trisula Bakamla RI Tangkap Kapal Diduga Transfer BBM Ilegal di Perairan Lampung

    Satgas Trisula Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) menggunakan unsur operasi KN Belut Laut-406 menangkap dua kapal diduga sedang melakukan illegal bunkering di Perairan Lampung, Kamis (5/3/2020)

  • Rabu, 26 Feb 2020 18:26

    Operasi Penanganan Tumpahan Minyak di Kepri Harus Sinergis

    Modus operandi pelaku pembuangan limbah dipengaruhi oleh situasi di laut yang sangat dinamis, dimana dilakukan oleh kapal-kapal yang sedang bergerak/berlayar, sehingga sulit terdeteksi karena terjadi

  • Minggu, 23 Feb 2020 17:23

    Satgas Yonif RK 136/TS Himbau Siswa SMP Negeri Mesiang Jauhi Miras

    Minuman Keras (Miras) memiliki banyak pengaruh yang negatif bagi diri kita, dimulai dari masalah kesehatan, perilaku yang menyimpang, bahkan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan ol

  • Jumat, 14 Feb 2020 10:13

    Satpol Air Polres Tanjungbalai Amankan 44 Orang TKI Ilegal

    Personil Sat Polair dan Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai mengamankan 44 orang TKI illegal yang kembali dari negara Malaysia.Mereka ditangkap ketika petugas melakukan patroli dengan Kapal Patroli KP

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak