Jumat, 17 Agu 2018 09:04
  • Home
  • Ragam
  • Peserta Latihan "Pedang 2018" praktek penanggulangan dan dekontaminasi nuklir

Peserta Latihan "Pedang 2018" praktek penanggulangan dan dekontaminasi nuklir

Batam (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Kamis, 26 Apr 2018 04:26
Humas Bakamla
Latihan praktek umum cara Penanggulangan dan Dekontaminasi Nuklir/Radiologi di Ballroom, I Hotel Baloi, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/04/2018).
Peserta Latihan Bimbingan Teknis Penanganan Zat Radioaktif dengan nama sandi Latihan "Pedang 2018", Bakamla RI dengan Badan Pengawas Tenaga nuklir (BAPETEN) melaksanakan latihan praktek umum cara Penanggulangan dan Dekontaminasi Nuklir/Radiologi di Ballroom, I Hotel Baloi, Komplek Baloi Kusuma Indah, No. 7 Lubuk Baja, Kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/04/2018).
   
Teori dan praktek umum disampaikan Toto Heryanto, M.Si., dari Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir BAPETEN RI, yang menjelaskan tentang Kedaruratan Nuklir/Radiasi yakni penyebab terjadi kedaruratan antara lain sumber berbahaya tanpa pengawasan (ditinggalkan, hilang, dicuri atau atau ditemukan), penyalahgunaan sumber radiasi industri kesehatan dan industri berbahaya (contoh yang digunakan untuk radiografi), paparan dan kontaminasi publik dari sumber yang tidak diketahui asalnya, paparan radiasi serius, ancaman/tindakan kejahatan serta kecalakaan transportasi.



Jenis Bahaya Radiasi antara lain Paparan Eksternal menyerang seluruh tubuh atau sebagian tubuh. Sedangkan Kontaminasi bisa dari aspek Eksternal seperti bahan radioaktif pada permukaan tubuh dan aspek Internal yaitu bahan radioaktif terhirup, tertelan, terserap melalui kulit atau luka yang ditimbulkan dari Sumber Terbuka dan Sumber Tertutup.

Tindakan Penanggulangan yang diambil memprioritaskan penyelamatan jiwa, menetapkan perimeter keselamatan (safety perimeter), kendalikan akses keluar masuk area dalam perimeter keselamatan, menetapkan perimeter keamanan (security perimeter/police line) dengan radius lebih jauh dari perimeter keselamatan yang telah ditetapkan.

Tindakan penanggulangan lebih lanjut berdasarkan pengkajian dan rekomendasi tim pengkaji radiologik (radiological assessor) meliputi pengendalian kontaminasi dan dekontaminasi personil, peralatan, publik dan lingkungan, Mengendalikan dan isolasikan zona kedaruratan sesuai hasil monitoring, melakukan monitoring medis segera terhadap personil dan publik dan monitoring jangka panjang berkelanjutan dan melakukan monitoring lingkungan berkelanjutan.

Lebih lanjut Toto Heryanto, M.Si., menyampaikan beberapa tindakan perlindungan yang harus diperhatikan yaitu Tidak Menyentuh secara langsung dengan tangan, barang yang diduga merupakan zat radioaktif, melaksanakan tindakan penyelamatan jiwa dan tindakan penting lain, maksimal dalam jarak 1 m, dan meminimalisasi waktu tindakan dalam radius 10m. Tindakan Proteksi Radiasi dapat menggunakan alat ukur yang sesuai, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) pada jarak 100 m.

Sebelum masuk ke safety perimeter, mencegah kontaminasi internal dan eksternal, hindari kontaminasi internal melalui ingesti oral secara tidak sengaja, menjaga agar tangan tidak terkena mulut, Jangan makan, minum, atau merokok di area penanggulangan, pastikan paparan yang diterima responder dan melakukan pengukuran kontaminasi dan dekontaminasi.

Tindakan Penilaian terhadap Bahaya dan Penetapan Perimeter Pada Saat Tiba di Lokasi menurut narasumber dengan mentukan apakah suatu kejadian yang dihadapi merupakan kedaruratan nuklir/radiologi, segera menghubungi STD BAPETEN, jika diperlukan. Untuk kejadian yang berpotensi merupakan kedaruratan nuklir/radiologi bila Anda petugas yang datang pertama, tentukan perimeter berdasarkan kajian bahaya.

Kemudian memperhatikan area yang ditetapkan oleh penanggap awal yang tiba lebih dulu selanjutnya menetapkan area tindakan, menghubungi Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes kepentingan medis radiologi, dunakan Pakain proteksi (PPE, respiratory device, double gloves, boots, and personal dosimeters (electronic alarming dosimeters), sesuai kebutuhan, mengikuti petunjuk dan instruksi petugas proteksi radiasi untuk melindungi petugas dan korban dari paparan atau kontaminasi.

Hal ini ditentukan berdasarkan penilaian dari penanggap awal Keselamatan pekerja kedaruratan dan Keselamatan masyarakat dan lingkungan. Tindakan dapat diperluas bila dimungkinkan untuk melakukan monitoring radiologi namun Jangan mengurangi ukuran perimeter, kecuali setelah ada masukan dari pengkaji radiologi.

Sesi pelajaran terakir peserta melaksanakan praktek menggunkan alat proteksi APD, kemudian praktek umum dekontaminasi radiasi dan pencarian sumber radio aktif menggunakan alat deteksi radiasi.

Editor: Erickson

T#g:Batam
Berita Terkait
  • Sabtu, 11 Agu 2018 18:31

    Dirlat Bakamla RI Tutup Latihan Bimtek Penanganan Narkoba di Laut

    Direktur Latihan Bakamla RI Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Latihan dan Bimbingan Teknis Penanganan/Pencegahan Penyelundupan Narkoba Tahun 2018, di Hotel Aston Ba

  • Jumat, 10 Agu 2018 09:10

    Bakamla RI dan BNN Kejar Kapal Pengangkut Narkoba

    Sebagai salah satu bentuk sinergitas instansi pemerintah Indonesia dalam mengamankan lautan Nusantara, Bakamla RI mendapatkan informasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) bahwa terdapat sebuah kapal

  • Kamis, 09 Agu 2018 07:59

    Pastikan Bebas Narkoba, Pengawak Kapal Patroli Bakamla RI Lakukan Tes Urine

    Untuk memastikan petugas penegak hukum di laut bebas dari narkoba, dilakukan tes urine (rapid test) terhadap belasan petugas dan awak kapal Patroli Bakamla RI yang terlibat dalam Latihan Bersama Bimbi

  • Kamis, 19 Jul 2018 07:19

    Bakamla RI Gelar Gladi Peran Tugas Laut Bagi Awak Kapal Patroli Wilayah Barat

    Sebagai upaya untuk menyiapkan personel Bakamla khususnya awak kapal patroli agar terlatih baik dan kompeten dalam menjalankan peran dan tugas sebagai Anak Buah Kapal (ABK) di kapal patroli, Bakamla m

  • Selasa, 24 Apr 2018 18:24

    Direktur Latihan Bakamla RI Buka Latihan Penanganan Zat Radioaktif

    Direktur Latihan Bakamla RI Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., membuka Latihan dan Bimbingan Teknis Penanganan Zat Radioaktif Tahun 2018, di Ballroom, I Hotel Baloi, Komplek Baloi Kusu

  • Kamis, 15 Mar 2018 05:45

    Kabakamla RI Akan Tinjau Perairan Pulau Terluar Sekitar Batam

    Kepala Badan Keamanan Laut RI Laksamana Madya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., akan meninjau perairan pulau terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berada di sekitar Batam. Rencana ini disa

  • Minggu, 11 Feb 2018 19:51

    Panglima TNI Apresiasi Keberhasilan Prajurit KRI Sigurot 864 TNI AL

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada TNI Angkatan Laut, khususnya prajurit KRI Sigurot 864 yang telah berhasil menangkap Kapal Sunrise Glory

  • Jumat, 02 Feb 2018 11:32

    Danrem 033/WP Terima Kunjungan Kerja Kapolda Kepri

    Danrem 033/WP Brigadir Jenderal TNI Gabriel Lema, S. Sos, menerima kunjungan Kerja Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Kapolda Kepri) Irjen Pol Drs. Didid Widjanardi, SH di Makorem 033/Wira Prata

  • Kamis, 18 Jan 2018 16:28

    Kepala Bakamla RI Resmikan Kapal Terbesar Karya Anak Bangsa

    Kepala Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Ka Bakamla RI) Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H., meresmikan kapal patroli terbesar karya anak bangsa bernama KN Tanjung Datu-1101, dalam suatu upacara

  • Rabu, 13 Des 2017 12:43

    Bakamla RI Laksanakan Operasi Khusus Antisipasi Pencemaran Laut

    Bakamla RI bersama dengan K/L terkait melaksanakan operasi khusus untuk mengantisipasi pencemaran laut terlebih yang diakibatkan oleh tumpahan minyak dari kapal yang mengalami kecelakaan, di wilayah p

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak