Kamis, 15 Okt 2026
Pemprov Sumut Mitigasi 6 Daerah Rawan Bencana
Medan (utamanews.com)
Oleh: Anji Prayoga Jumat, 04 Sep 2026 15:39
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut, di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Kota Medan, Jumat (4/9/2026).
Foto: Alexander AP Siahaan/ Dinas Kominfo Provsu

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan Konferensi Pers terkait kesiapsiagaan bencana di Sumut, di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponengoro Kota Medan, Jumat (4/9/2026).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melakukan mitigasi di enam daerah yang dinilai rawan bencana sepanjang 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko, dampak, serta potensi korban jiwa akibat bencana di wilayah Sumut.

Enam daerah yang menjadi sasaran mitigasi yakni Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Tanjungbalai, Kabupaten Samosir, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Toba. Dari enam daerah tersebut, kegiatan mitigasi telah dilaksanakan di Tapteng dan Tanjungbalai.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut Manutur P Naibaho seusai mengikuti temu pers yang dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (4/9/2026).

"Kita latih dan mengajari mereka membuat jalur evakuasi. Tujuannya untuk mendidik masyarakat agar mampu mengevakuasi mandiri, mengenalkan bencana dan menyiapkan diri ke lokasi mana mereka akan dievakuasi," ucapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan mitigasi yang dilakukan BPBD meliputi pemetaan wilayah dengan membuat peta kawasan rawan bencana, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi berdasarkan kondisi geografis.

Selain itu, BPBD melakukan sosialisasi dan edukasi melalui penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di daerah rawan bencana. BPBD juga memberikan simulasi dan pelatihan berupa latihan evakuasi mandiri, uji coba alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS), serta mendorong penyusunan tata ruang yang peka terhadap risiko bencana.

Sementara itu, Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih menyampaikan bahwa Sumut mengalami 14 jenis kejadian bencana. Berdasarkan data periode 1 Januari hingga 4 September 2026, cuaca ekstrem menjadi bencana yang paling sering terjadi dengan 127 kejadian, disusul tanah longsor 86 kejadian, banjir 73 kejadian, dan kebakaran hutan 47 kejadian.

"Program mitigasi adalah bagaimana cara kita untuk memenage persiapan sebelum terjadinya bencana. BPBD memiliki tiga tahap pekerjaan yakni persiapan, tanggap darurat dan pasca bencana," ujarnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Langkah mitigasi pra-bencana dilakukan secara menyeluruh, mulai dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada pelajar dan masyarakat hingga penyusunan berbagai dokumen strategis.

"Kami menyusun Kajian Risiko Bencana (KRB), Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta Rencana Kontinjensi (Renkon). Renkon karhutla dan gempa bumi sudah berjalan, dan saat ini kami sedang menyiapkan Renkon untuk bencana banjir," kata Tuahta.

BPBD Sumut juga membuka ruang edukasi publik di kantor BPBD bagi organisasi maupun kelompok masyarakat yang ingin mempelajari langkah-langkah evakuasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later
↑