Selasa, 14 Jul 2026
Pemkab Tapteng Bangun Ruang Diskusi Tanpa Sekat, Bupati Masinton Posisikan Diri Sebagai Mitra ASN
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Kamis, 09 Jul 2026 14:33
Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, didampingi Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi dan Sekda 'Sahata Saoloan' menyampaikan arahan dengan ASN pada Malam Kebersamaan di Pandan Kupie.
Istimewa

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, didampingi Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi dan Sekda 'Sahata Saoloan' menyampaikan arahan dengan ASN pada Malam Kebersamaan di Pandan Kupie.

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, bersama Wakilnya, Mahmud Efendi, menghadiri Malam Kebersamaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Tapteng di Pandan Kupie, Selasa (7/7/2026) malam.

Acara yang mengusung tema "Peningkatan Produktivitas Kinerja ASN dan Pelayanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah" dengan slogan "ASN Kuat, Tapteng Hebat" ini, dikemas dalam suasana santai dan informal.

Kegiatan dilakukan secara hibrid (luring dan daring) sebagai wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog terbuka antara pimpinan daerah dan jajaran ASN Pemkab Tapanuli Tengah (Tapteng).

Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa format informal sengaja dipilih agar komunikasi dapat mengalir lebih cair tanpa mengurangi esensi substansi yang dibahas.
"Kita sengaja berkumpul malam ini dalam suasana santai. Kalau biasanya bertemu dalam apel atau rapat yang sifatnya formal, kali ini kita ingin berdialog, bertukar pikiran, dan membangun semangat bersama. Mudah-mudahan cara seperti ini, membuat kita lebih leluasa menyampaikan ide dan masukan demi kemajuan daerah," ujar Masinton.

Bupati Tapteng juga menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan tempat, sehingga belum seluruh ASN, baik PNS maupun PPPK dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung. Ke depan, kata Masinton, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan dengan melibatkan lebih banyak peserta.

Pada kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa sesuai Undang-Undang ASN, orientasi utama aparatur pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, seluruh ASN diminta menjadikan nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) sebagai pedoman kerja.

Menurutnya, birokrasi saat ini tidak lagi cukup menjalankan rutinitas pekerjaan semata, melainkan dituntut menghasilkan kinerja produktif melalui kreativitas, inisiatif, dan inovasi.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Saya mengajak seluruh ASN mengubah pola kerja dari sekadar rutinitas menjadi budaya kerja yang produktif. Jangan hanya datang, mengisi absensi, lalu menjalankan pekerjaan seperti biasa. Kita harus memiliki ide, kreativitas, dan inovasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mempercepat pembangunan daerah," ungkapnya, didampingi Wakil Bupati dan Sekda Tapteng. 

Masinton menambahkan, bahwa produktivitas ASN tidak ditentukan oleh lamanya masa kerja ataupun jabatan, melainkan dari kontribusi nyata, gagasan baru, dan kemampuan menghadirkan solusi bagi persoalan daerah.

Menghadapi perubahan zaman yang cepat, Bupati mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap teknologi. Ia mengisahkan bagaimana perusahaan ponsel raksasa, Nokia, yang pernah memimpin pasar dunia akhirnya tumbang karena terlambat beradaptasi dengan era digital.

iklan peninggi badan
"Dunia terus berubah. Siapa yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal. Hal yang sama berlaku dalam pemerintahan. Kita harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan modern," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN membangun hubungan kerja kolaboratif, dan berharap pegawai tidak melihat Bupati, Wakil Bupati, atau Sekda hanya sebagai atasan, melainkan sebagai mitra kerja yang terbuka terhadap ide dan kendala di lapangan.

"Kami ingin menjadi partner bagi seluruh ASN. Kalau ada ide yang baik, sampaikan. Kalau ada kendala, diskusikan bersama. Kita tinggalkan cara kerja lama yang membuat organisasi tidak berkembang," ujar Masinton didampingi Mahmud Efendi dan Binsar Sitanggang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang diberikan amanah harus menjadi motor penggerak Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kepemimpinan bukan sekadar menduduki jabatan, tetapi menghadirkan perubahan nyata.

Masih kata Bupati Tapanuli Tengah, di sisi lain, Masinton menyinggung kondisi Tapteng yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana alam. Kondisi ini harus dijadikan motivasi untuk bekerja lebih cepat, tepat, dan berpihak pada rakyat.

"Kita harus jujur mengakui masih ada pelayanan yang belum optimal. Pendataan harus semakin baik, administrasi harus semakin tertib, dan bantuan kepada masyarakat terdampak harus tepat sasaran. Fokus kita adalah melayani masyarakat tanpa kepentingan lain," imbuhnya.

Untuk mendukung karier pegawai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng akan memperkuat penerapan manajemen talenta. Sambung Masinton menginstruksikan BKPSDM segera menyosialisasikan sistem ini agar seluruh ASN memahami bahwa pengembangan karier ke depan akan berbasis pada kompetensi dan kinerja.

Selain itu, Bupati berencana membudayakan pertemuan mingguan di setiap OPD sebagai wadah evaluasi, penyusunan prioritas, dan perancangan program agar tidak terjebak rutinitas administratif. Ia juga mewanti-wanti pentingnya membangun budaya kerja bersih yang bebas dari praktik pungutan liar (pungli).

"Kita tinggalkan budaya lama. Kalau dulu ada anggapan 'kalau bisa diperlambat mengapa dipercepat', sekarang justru harus sebaliknya. Kita harus proaktif, memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan profesional," cetusnya.

Pada akhir arahannya, Bupati Masinton mengajak seluruh ASN menghidupkan kembali nilai kearifan lokal Sahata Saoloan sebagai semangat kebersamaan membangun daerah.

Pemkab Tapteng bahkan akan mendorong lahirnya inovasi pelayanan publik berlandaskan nilai tersebut melalui kompetisi antar-OPD dengan menyiapkan penghargaan bagi inovasi terbaik.

Dan ia menekankan pentingnya tertib administrasi di era digital. Mengingat seluruh pelaporan kini terintegrasi dengan sistem nasional, keterlambatan administrasi sekecil apa pun akan berdampak langsung terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah.

Melalui dialog informal ini, Pemkab Tapteng berharap terbangun budaya kerja baru yang lebih terbuka, kolaboratif, produktif, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik demi mempercepat tata kelola pemerintahan yang profesional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later