Minggu, 13 Jun 2021 03:30
  • Home
  • Ragam
  • Kepala BKN: Kalau Pegawai KPK Tidak Lulus Asesmen Pancasila dan Radikalisme, Masa Tetap Diangkat jadi ASN

Kepala BKN: Kalau Pegawai KPK Tidak Lulus Asesmen Pancasila dan Radikalisme, Masa Tetap Diangkat jadi ASN

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Joni
Minggu, 09 Mei 2021 06:44
Istimewa
KPK
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menyatakan asesmen pegawai KPK yang dialihkan menjadi aparatur sipil negara (ASN) bukan sekadar formalitas.

Menurut dia, asesmen untuk pegawai KPK tersebut berbeda dengan pelamar umum lainnya.

"Pengalihan pegawai PPPK ini lewat tes yang berbeda. Kalau mereka enggak lulus asesmen Pancasila, radikalisme, dan UUD 1845 masa tetap diangkat ASN," kata Bima Haria kepada JPNN.com, Sabtu (8/5).


Dia menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2020 tentang Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN serta Peraturan KPK Nomor 1/2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK menjadi Pegawai ASN, telah ditentukan bahwa pegawai KPK akan dialihkan menjadi ASN.

Berdasarkan ketentuan itu telah ditentukan persyaratan pengalihan pegawai KPK menjadi pegawai ASN, antara lain setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah, tidak terlibat kegiatan organisasi yang dilarang pemerintah dan atau putusan pengadilan, dan memiliki integritas dan moralitas yang baik.


Plt Karo Humas BKN Paryono menambahkan sesuai Peraturan KPK Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai KPK Menjadi Pegawai ASN maka dilaksanakan asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) oleh KPK dan BKN.

"TWK yang dilakukan bagi pegawai KPK ini berbeda dengan TWK yang dilakukan bagi CPNS," ucapnya. 

Dia menjelaskan CPNS adalah entry level, sehingga soal-soal TWK yang diberikan berupa pertanyaan terhadap pemahaman akan wawasan kebangsaan.

TWK bagi pegawai KPK ini, lanjut dia, dilakukan terhadap mereka yang sudah menduduki jabatan senior (deputi, direktur/kepala biro, kepala bagian, penyidik utama, dll) sehingga diperlukan jenis tes yang berbeda dan bisa mengukur tingkat keyakinan dan keterlibatan mereka dalam proses berbangsa dan bernegara.


Untuk menjaga independensi, lanjut Paryono, maka dalam melaksanakan asesmen TWK dalam rangka pengalihan pegawai KPK menjadi ASN digunakan metode assessment center yang juga dikenal sebagai multi-metode dan multi-asesor. Yaitu, pertama, multi-metode (penggunaan lebih dari satu alat ukur).

Dalam asesmen ini, kata Paryono, dilakukan dengan menggunakan beberapa alat ukur yaitu tes tertulis Indeks Moderasi Bernegara dan Integritas (IMB-68), penilaiaan rekam jejak (profiling) dan wawancara. 

Kedua, multi-asesor. Dalam asesmen ini, jelas dia, asesor yang dilibatkan tidak hanya berasal dari BKN.

Namun, katanya, melibatkan asesor dari instansi lain yang telah memiliki pengalaman dan yang selama ini bekerja sama dengan BKN dalam mengembangkan alat ukur tes wawasan kebangsaan seperti Dinas Psikologi TNI AD, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), BAIS dan Pusat Intelijen TNI AD. 


Selain itu, tambah Paryono, dalam setiap tahapan proses asesmen ini juga dilakukan observasi oleh tim observer yang anggotanya tidak hanya berasal dari BKN akan tetapi juga dari Instansi lain seperti BAIS, BNPT, Pusat intelijen TNI AD, Dinas Psikologi TNI AD dan BIN. 

"Itu semua untuk menjaga objektivitas hasil penilaian dan mencegah adanya intervensi dalam penilaian, dan dalam penentuan hasil penilaian akhir dilakukan melalui assessor meeting," bebernya. 

Menurut Paryono, metode ini menjamin bahwa tidak ada satu orang asesor pun atau instansi yang terlibat yang bisa menentukan nilai secara mutlak sehingga independensinya tetap terjaga.

Dalam pelaksanaan asesmen juga dilakukan perekaman baik secara video maupun audio.

"Hal tersebut untuk memastikan bahwa pelaksanaan asesmen dilakukan secara objektif, transparan dan akuntabel," pungkasnya.
Editor: Budi

Sumber: JPNN.com

T#g:ASNkpkPancasilaTWK
Berita Terkait
  • Jumat, 11 Jun 2021 20:51

    Bupati Dairi - Satgas Pencegahan Korupsi KPK Rapat Monitoring dan Evaluasi MCP

    Bupati Dairi Dr Eddy Keleng Ate Berutu dan jajaran melaksanakan rapat monitoring dan evaluasi serta penertiban aset dan optimasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Dairi bersama Satgas Pencegahan Kor

  • Jumat, 04 Jun 2021 14:04

    Ketua KPK Diadukan Soal Heli, Kabareskrim Minta Polri Tak Ditarik-tarik

    Indonesia Corruption Watch (ICW) mengadukan Ketua KPK Firli Bahuri ke Bareskrim Polri atas dugaan gratifikasi.

  • Kamis, 03 Jun 2021 15:03

    Denzibang1/Stg Gotong-royong Lakukan Penyemprotan Desinfektan

    Meningkatkan jiwa gotong-royong untuk memaknai hari lahir Pancasila serta wujud nyata mengamalkannya, Denzibang 1/Stg melaksanakan penyemprotan Desinfektan pada Rabu (2/6/21) untuk memutus mata rantai

  • Rabu, 02 Jun 2021 14:02

    Kasrem 174 Merauke Hadiri Penyerahan Buku Masyarakat Pancasila Di Titik 0 Km PLBN Sota

    Kepala Staf Korem (Kasrem) 174 Merauke Kolonel Inf Hamim Tohari mewakili Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko menghadiri acara Penyerahan Buku Masyarakat Pancasila oleh Bapak Albertus Magnus P

  • Rabu, 02 Jun 2021 06:42

    Refleksi Hari Pancasila, GMKI Medan Ajak Semua Menjaga Ideologi Bangsa

    Banyaknya ruang refleksi yang terjadi di tengah kekalutan, kebingungan dan kebimbangan menjadi dampak yang tak kunjung selesai pada persoalan kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini telah dilalui d

  • Selasa, 01 Jun 2021 21:01

    Prajurit KRI Sultan Iskandar Muda -367 Ikuti Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual

    Seluruh Prajurit KRI Sultan Iskandar Muda (KRI SIM-367) mengikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual yang dilaksanakan secara langsung (live) melalui kanal Badan Pembinaan Ideologi

  • Selasa, 01 Jun 2021 18:11

    Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19

    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan bergotong royong melawan dan memerangi Pandemi Covid-19 atau virus corona dewasa ini.

  • Selasa, 01 Jun 2021 15:31

    Peringati HUT Ke76 Hari Lahir Pancasila, TMP Medan Bersama Warga Laksanakan Upacara

    Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang Ke-76 Tahun, Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Kota Medan, Drs.Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B didampingi Lurah Siderejo, Rafnila Lubis bersama masyaraka

  • Selasa, 25 Mei 2021 17:25

    Audiensi dan Silaturahmi Kapolda Kepri Bersama Direktorat I KPK RI

    Kapolda Kepri Irjen pol Dr. Aris Budiman M.Si menerima Audiensi dan Silaturahmi Direktorat I KPK RI, berempat ruang kerja Kapolda Kepri, Senin (24/5/2021).

  • Jumat, 21 Mei 2021 20:41

    Konflik TWK Pegawai KPK Harus Diakhiri, Alih Status Sudah Sesuai Undang-undang

    Konflik atau perseteruan tentang Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai salah satu syarat alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) hendaknya dihentikan.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak